Maou Gakuin no Futekigousha Chapter 71 Bahasa Indonesia

Dark Mode

Chapter 71 - Ujian perjalanan menuju Gairadeite

Seminggu kemudian di ruang pelatihan kedua, semua murid telah berkumpul. Banyak barang bawaan mereka yang ditempatkan di sekitar ruangan.

Itu seperti mereka hendak melakukan perjalanan panjang.

Saat bel berbunyi menandakan dimulainya pelajaran, burung hantu masuk melalui jendela.

"Selamat pagi semuanya."

Suara Menou datang dari mulut burung hantu itu. Aku kira dia berbicara melalui burung hantu itu menggunakan sihir.

“Hari ini kalian akan berangkat ke Azeshion untuk pertukaran pelajar. Tujuannya adalah ibukota kerajaan Gairadeite. Seperti yang diberitahukan sebelumnya, tak ada pemandu yang disediakan oleh sekolah untuk perjalanan ini. Kelas 3 juga sedang kujelaskan, jadi sekalian aku akan menjelaskan ke kelas kalian. "

Aku memeriksa sekitar dan menemukan burung hantu lain di kelas 3. Sepertinya, kami semua mendengar Menou berbicara.

“Di Deruzogedo kita tak mempunyai pemandu. Jadi jika kalian bertujuan untuk menjadi seorang kaisar iblis maka kalian harus mencapai tujuan kalian masing-masing dengan kekuatan sendiri. Aah, aku tak keberatan jika kalian saling membantu satu sama lain sebagai murid. ”

Bagian dari ujiannya adalah mencapai kesana ya?

“Ada berbagai opsi rute dari sini menuju Azeshion. Jika kalian memilih untuk pergi melalui laut maka kalian harus melintasi Eluga Straights. Jika kalian memilih untuk pergi melalui daratan maka kalian harus melewati pegunungan Deltest atau kalian juga bisa memutari pegunungan dan melewati hutan Tora. Dan, jika kalian mencoba untuk terbang ke sana maka aku peringatkan bahwa ada medan sihir ketika kalian hendak memasuki langit Azeshion dan menyebabkan gangguan dengan sihir terbangmu. "

Rute manakah yang tercepat? Tentu saja, kemampuan untuk memilih rute yang benar juga merupakan bagian dari ujian.

“Azeshion berbeda dengan Deiruheido. Aku yakin kalian akan menemukan hal-hal yang belum pernah kalian lihat sebelumnya. Kami ingin kalian belajar tak hanya hal-hal yang diajarkan di akademi tetapi juga bagaimana menangani hal-hal yang tak kalian ketahui selama perjalanan ke sana. "

Ini tampaknya lebih menarik dibandingkan dengan sebelumnya tetapi sayangnya, aku pernah ke Eluga Straights, pegunungan Deltest dan hutan Tora beberapa kali.

Aku kira tempatnya bisa berbeda dari 2000 tahun yang lalu.

"Kalian punya 10 hari untuk sampai di sana dan jika kalian tak sampai di sana dalam waktu yang ditentukan kalian akan gagal dan tak akan diizinkan untuk mengambil bagian dalam pertukaran pelajar ini. Tentu saja, waktu yang kalian habisi untuk perjalanan itu akan memengaruhi nilai kalian. Kelas 1 yang tiba sebelum kelas 3 juga akan mendapatkan lebih banyak poin jadi lakukanlah yang terbaik. ”

10 hari? Kedengarannya menarik.

Jika kau pergi melalui daratan dan kau terus berlari pada kecepatan yang biasa, kau akan tiba lebih lama.

“Btw, aku sampai kesana 2 hari jadi kuharap gunakan ini sebagai panduan untuk berapa lama kalian tiba.”

2 hari? Cukup cepat juga ya.

Aku ingin tahu apakah dia hanya mengajar kelas 3? Kekuatan sihirnya lebih tinggi dari Emilia.

“Baiklah, Itu saja. Ujian perjalanan menuju Gairadeite dimulai sekarang! ”

Atas isyaratnya, sekitar setengah dari siswa segera meninggalkan ruangan dan sisanya memeriksa peta sambil berbicara tentang rute mana yang harus mereka pilih.

“Nee Arnos. Kau sebenarnya sedikit tertarik dengan semua ini tetapi kau tak membawa barang bawaan. ” (Sasha)

Sasha juga tak membawa banyak barang bawaan. Itu hanya untuk beberapa hari. Aku kira dia bermaksud untuk tiba dalam 2 atau 3 hari.

"Mengapa aku harus begitu? perjalanan ke Gairadeite hanya membutuhkan waktu satu hari. Aku sering pergi kesana di masa lalu. "

Setiap kali manusia menunjukkan tanda-tanda rencana licik mereka, aku harus pergi kesana dan menghancurkan rencana licik itu.

"Perjalanan sehari ya ........ tidak masuk akal seperti biasa ......"

"Rute mana yang harus kita pilih?" (Misha)

"Langit sepertinya bukan pilihan yang tepat karena medan sihir di wilayah mereka saat kau memasuki Azeshion. Kau mungkin baik-baik saja setelah belajar mandiri yang kita lalui, Sasha. " (Arnos)

Sasha suka menggunakan Flight <Fres> jadi selama belajar mandiri denganku, aku sengaja mempengaruhi sihir di udara dan membuatnya sulit untuk terbang.

Hasilnya, dia bisa terbang dengan cukup baik bahkan dalam gelombang sihir yang terganggu.

"Ray dan Misa?"

Misha melihat ke arah mereka.

"Ahaha. Aku tak bisa terbang tetapi jika aku menggunakan Rain Spirit Mist <Fuska> kupikir aku bisa mengikutinya. ” (Misa)

Misa dapat bergerak bebas ke mana saja dalam jangkauan <Fuska>. Efisiensinya buruk tetapi kecepatannya bagus.

"Kurasa aku akan lari saja. Aku tak pandai menggunakan <Fres>. ” (Ray)

"Lalu bukankah darat lebih baik? Jika aku terbang sedikit rendah maka kita semua bisa bepergian bersama. " (Sasha)

Sasha membuat peta menggunakan sihir dan menunjukkan 3 rute dengan garis merah.

“Rute terpendek adalah melalui hutan Tula dan setelah itu ada 3 rute yang bisa kita tempuh. Rute tercepat adalah melalui gurun Mireinu. Jika kita tak ada kendala, kita akan sampai kesana dalam satu hari.” (Sasha)

Karena Menou mengatakan bahwa ia sampai kesana 2 hari itu cukup sebagai panduan untuk Sasha bersaing dengannya.

"Jika kita berniat untuk berjalan kesana maka itu adalah pilihan yang tepat, Sasha. Tetapi kenapa kau melihat peta untuk pergi ke Gairadeite?" (Arnos)

“…… Eh?”

Beberapa ekspresi berbeda terpasang di wajah Sasha.

"Kan aku sudah bilang aku sudah pernah kesana sebelumnya. Lalu sihir apa yang kugunakan untuk kesana? "

"Transfer <Gatom> ……….?"

"Bisakah itu digunakan untuk jarak yang sangat jauh?" (Misha)

"Bisa. Jika aku memasukkannya ke dalam istilah modern, ini awalnya dikembangkan untuk iblis yang sibuk melakukan perjalanan jarak jauh beberapa kali sehari untuk urusan bisnis. ”

"... Aku mengerti dan kau tak perlu memasukkannya ke dalam istilah modern." (Misha)

Aku menjelaskannya dengan jelas kan?

“Pokoknya, lupakan satu hari. Kita hanya butuh satu detik. ” (Arnos)

Aku menjangkau Sasha dan kami semua bergandengan tangan sebelum aku menggunakan <Gatom>.

Cahaya putih mendapatkan kembali warnanya dan sebuah danau besar muncul di hadapan kami. Pemandangan kota yang dikelilingi oleh dinding.

Kota benteng kerajaan Gairadeite dibangun di sebuah pulau di tengah danau. Danau yang luas disebut Danau Seimei* dan dikatakan sebagai danau suci yang bertindak sebagai lingkaran sihir alami dan memiliki kekuatan untuk menyegel kejahatan. (TLN : *Berarti sesuatu seperti cahaya suci.)

Tampaknya air suci masih mengalir deras tetapi apakah mereka mempunyai seseorang yang dapat menggunakannya setelah 2000 tahun?

"Agak mengecewakan untuk datang begitu mudah." (Sasha)

“Pahlawan dikatakan pandai menggunakan pedang. Akan menarik untuk memiliki pertarungan pedang dengan beberapa dari mereka. " (Ray)

Sasha memandang Ray dengan tatapan kagum. Aku bisa melihatnya berpikir, bagaimana dia berniat untuk meminta pertarungan pedang ketika kami bahkan belum memulai pertukaran pelajar.

"Kau hanya pernah berpikir tentang pedang, Ray." (Sasha)

Ray tertawa.

"Mungkin begitu. Sama seperti kau hanya pernah berpikir tentang raja iblis. ” (Ray)

"A ... apa yang kau katakan ..." (Sasha)

Wajah Sasha memerah.

“Siswa akademi raja iblis seharusnya hanya memikirkan raja iblis. Kau terlihat seperti siswa teladan. ” (Ray)

Sasha menatap Ray.

“……… Aku akan mengingat fetish pedang ini ………” (Sasha)

Tidak seperti biasanya, Sasha dan Ray saling bersaing satu sama lain saat berjalan menuju gerbang kastil.

Melihat seragam dan lencana kami, para prajurit di gerbang membiarkan kami masuk.

Ketika kami melewati gerbang, sebuah suara datang dari belakangku menanyakan sesuatu bahkan aku tak tahu jawabannya.

"Ngomong-ngomong, di mana asrama akademi pahlawan ke-3 berada?"

"Di sebelah timur akademi pahlawan dekat dinding." (Misha)

"Fumu. Dan di mana akademi pahlawan? " (Arnos)

"Arnos tak tahu?" (Misha)

"Tempat itu tak ada 2000 tahun yang lalu." (Arnos)

Misha menunjuk ke sebuah gedung tinggi di kejauhan.

"Di sana. Akademi pahlawan Arclaniska. Itu ada dalam materi yang diberikan kepada kita lho. ” (Misha)

Fumu. Itu adalah nama istana kerajaan 2000 tahun yang lalu. Apakah mereka mengubahnya menjadi akademi pahlawan?

Aku kira meskipun dunia yang damai dan fasilitas militer tidak lagi dituntut kehilangan fasilitas sihir. Sebenarnya bukan keputusan yang buruk. Itu akan menjadi tempat belajar yang bagus. Kastil Deruzogedoku juga berubah menjadi akademi.

Memang, sepertinya itu ide yang bagus tapi rasanya mencurigakan bagiku.

"Untuk sekarang mari kita pergi dan bertemu Menou-Sensei." (Sasha)

"Apakah dia akan ada di sana? Dia tak akan berpikir siapa pun akan tiba hari ini lho. " (Misa)

“…… Mm, kau benar …….” (Sasha)

Kami tetap pergi jadi kami menuju ke asrama pahlawan ke-3.

Setelah berjalan sebentar dan menikmati pemandangan kota yang asing, kami tiba di depan sebuah bangunan batu yang didekorasi dengan indah.

Cukup besar. Aku akan mengatakan itu menampung sekitar 200 orang. Sebuah tanda di atas gerbang bertuliskan [Arclaniska 3rd Dorm].

"Di sini." (Misha)

Lalu Misha dan Menou keluar dari asrama.

"Fumu. Kami sudah sampai, Menou. ” (Arnos)

"Eh ... ..?"

Menou tertegun seperti waktu berhenti untuknya.

"Ini seharusnya menjadi rekor baru yang cukup bagus." (Arnos)

Menou masih tertegun saat dia mendengarkan kata-kataku. Setelah beberapa detik dia membuka mulutnya.

"Eh ... tunggu sebentar ... ini tak mungkin .... benarkan ……? Satu hari …… bahkan tak sampai satu hari…. Hampir tak ada waktu yang berlalu …… Bagaimana cara kalian sampai di sini ……!? ” (Menou)

Menou terus berbicara seolah dia tak percaya. Dia melihat melalui burung hantu bahwa kita memang di Deiruheido beberapa saat yang lalu sehingga tak ada keraguan bahwa kami curang atau apalah.

"Aku pernah ke Gairadeite sebelumnya jadi aku menggunakan <Gatom>." (Arnos)

“…… .Aku pernah mendengar kalau kau bisa menggunakan sihir yang hilang tapi aku tak pernah percaya kalau itu bisa terhubung ke tempat yang sangat jauh ……” (Menou)

Dari lubuk hatinya, Menou terlihat sangat heran.

“…… Aku tahu kau memiliki bakat sihir… .. Karena aku seorang guru, aku telah melihat banyak anak yang disebut genius dan bahkan banyak darah campuran yang memiliki sihir unggul tetapi kau berada dalam ranah di mana kata-kata genius tak berarti apa-apa . "

Menou menatap lurus ke wajahku dan menggunakan mata iblisnya.

"Arnos-kun ........ siapa kau?"

“Aku akan memberimu jawaban yang sama dengan yang aku berikan pada orang lain. Jika kau percaya pada kata-kata orang lain tetapi tak percaya pada mata iblismu sendiri maka kau tak akan pernah mengetahui kebenarannya tak peduli berapa lama kau hidup. ”

Raja Iblis Tyranny. Apakah kata-kata itu muncul di pikiranmu?

Menou pun terdiam.

8 Responses to "Maou Gakuin no Futekigousha Chapter 71 Bahasa Indonesia"

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Tengah Artikel 2

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Bawah Artikel

Makasih telah membaca chapter ini. jangan lupa komen cuk!