Nido Tensei Shita Shounen Chapter 37 Bahasa Indonesia

Dark Mode

Chapter 37 - Petualangan Dragon Slayers Part 1

"Lebih baik kita bersiap-siap untuk berkemah."

Ketika matahari mulai terbenam di pegunungan, aku menyarankan teman-temanku untuk bersiap-siap berkemah.

"Eeh~ desa aniki sudah dekat kan? jadi mari kita terus melanjutkan seperti ini!"

Si bodoh itu mengatakan hal yang tak masuk akal dan kuabaikan.

"Gyro dan Meguri kumpulkan kayu bakar. Norve urus penghalang dan aku akan menyiapkan makanan."

"Ya, aku mengerti."

"Aku mengerti"

"Hei, kalian mengabaikanku!"

"Sudahlah, cepat bergerak. Ketika malam datang, para monster akan datang. Selain itu karena ini adalah jalur gunung, ada kemungkinan besar bahwa binatang buas akan menyerang dari semak-semak."

"Ayo Gyro, kita pergi."

"Aku mengerti."

Meguri mendesaknya dan akhirnya si bodoh itu pergi.



"Aku sudah membuat penghalang."

"Terima kasih, kami juga sudah selesai menyiapkan makanan."

"Ooi, aku sudah mengambil kayu bakar."

"Aku juga sudah memetik sayuran."

Gyro dan Meguri kembali.

"Terima kasih atas kerja kerasnya. Makan malam akan segera siap."

Tuang air yang sudah disiapkan dengan menggunakan sihir ke dalam panci dan nyalakan apinya.

Kali ini, aku tidak keluar untuk bekerja dan ada penghalang milik Norve, jadi itu bagus untuk menyalakan api dengan cepat menggunakan sihir.

Lalu, siapkan sayuran yang sudah dipetik sebelum air mendidih. Saat air mendidih, tambahkan bahan-bahannya ke dalam panci.

"Aku sudah bosan dengan sup daging kering."

"Jika kau tak suka, makan saja rumput itu."

Itu adalah hal yang biasa bagi si bodoh itu untuk berkata hal yang egois.

Paling juga, begitu kau mulai makan, kau akan langsung ketagihan.

"Baiklah, sudah selesai."

Sajikan sup di atas peralatan makan semua orang.

"Kalau begitu, mari kita berdoa kepada Tuhan atas keselamatan kita sepanjang hari ini."

Norve si Priest berdoa kepada Tuhan, tetapi semua orang sudah mulai makan.
Tentu saja aku juga.

Bagi seorang petualang, itu adalah yang yang biasa untuk makan sesegera mungkin ketika waktu makan.



"Sepertinya kita akan sampai di desa Rex-san besok."

Setelah makan dan bersantai, Norve menggumamkan hal itu.

"Itu benar."

"Ka―h! Aku ingin segera sampai di desa tempat anikki dilahirkan!"

"Ya, aku sangat penasaran."

Benar, kami sedang menuju ke desa tempat petualang Rex yang seumuran dengan kami.

Meskipun seumuran dengan kami, kemampuannya berbeda sudah seperti langit dan bumi.

Kemampuannya benar-benar luar biasa.

Meskipun ia adalah seorang petualang pada hari yang sama dengan kami, ia dengan cepat naik Rank dan naik ke Rank B dalam waktu kurang dari sebulan.
Tidak ada keraguan bahwa dia akan segera menjadi Rank A, tidak, Rank S.

Kami menjadi seperti murid-muridnya karena hubungan yang tak disengaja dengannya.

Nah, dalam hal itu, aku mungkin berterima kasih kepada si bodoh itu.

Lagipula, itu berkat kami belajar darinya bahwa kami sebagai Rank F dapat menggunakan sihir penguatan fisik dan sihir tanpa rapalan.

Dan di atas itu semua, aku sangat bersyukur berkat Rex-san kami bisa menghentikan si bodoh ini.

Jika kau bersama dengan pria itu, kau akan terlibat dalam sesuatu yang sangat aneh.

Sungguh, Tanpa Rex-san, kami tak akan hidup lama.

Sebaliknya, ada kemungkinan bahwa kota Tougai akan rusak parah dan kami tak bisa lagi tinggal di kota.

Itu akan menjadi cerita tentang level karaktermu jika harus diasingkan.

Namun, dia yang memiliki pencapaian yang besar,  naik ke Rank B dan pergi ke kota lain, jadi sangat disayangkan karena kami tak dapat belajar banyak darinya. Terutama si bodoh di sana.

Kemudian Rex-san menyarankan kami untuk pergi ke desanya.

Dia mengatakan bahwa ia memiliki buku sihir di rumahnya yang mengajarkan sihir kepada anak-anak di desa.

Ketika kami mendengar itu, kami memutuskan untuk segera bergerak.
Aku pikir buku sihir yang dibuat Rex-san itu pasti akan menjadi buku yang luar biasa.

Dan kami akhirnya sudah dekat dengan desa tempat dia tinggal.

Dia mengatakan, desanya berada diseberang pegunungan di barat .

"Kita akhirnya mencapai titik ini."

Sejujurnya, sangat sulit untuk mencapai sejauh ini.

Meskipun dia mengatakan itu berada di sepanjang jalan raya, serigala, beruang, dan bahkan para monster pun menyerang kami.

Benar-benar ada begitu banyak monster meski di jalan raya.

Jika kami tak dilatih oleh Rex-san, kami mungkin sudah mati sekarang. Ini benar-benar berbahaya.

"Baiklah, karena kita harus cepat-cepat bergerak besok, cepatlah tidur. Hari ini, Norve dan Meguri yang akan berjaga pertama."

"Ya, serahkan pada kami."

Gyro-kun dan aku pergi tidur, meninggalkan penjagaan kepada teman kami.

Karena penjagaan malam bersifat begantian, jadi kami harus tidur dengan cepat.

"Kalau begitu ayo kita tidur."

"Selamat malam."

"Selamat malam."

Saat aku berbaring di atas selimut, aku langsung diserang oleh rasa lelah. Lalu, tanpa menghitung sampai 10, aku pun tertidur.



"Uwaaaaaahh!?"

"Lariiiiii!"

Kami semua melarikan diri dengan sekuat tenaga.

Setelah selesai sarapan dan membersihkan kamp, kami langsung bergerak menuju ke kota asal Rex-san.
Lalu, segera setelah itu kami bertemu kawanan monster.

"Gurururururu."

“Forest Wolf!?”

Monster yang berkerumun ini adalah monster berbahaya yang memanfaatkan serigala biasa.

Serigala biasa akan mengejar mangsa mereka dan membuatnya lelah sebelum akhirnya mereka keluar dan membunuh mangsanya.

Monster mengerikan yang menggunakan serigala biasa seperti budak sekali pakai.

Forest Wolf adalah musuh yang kuat yang tidak terlalu cocok dengan kita di Rank C dan Rank F.

Di atas segalanya, jumlah itu adalah lawan yang menakutkan bagi para petualang.

"Hei! Itu hanya serigala besar! Kau hanya perlu mengalahkannya!"

"Memang benar, selama kita dikelilingi, kita harus menghancurkannya."

Gyro-kun dan Mina-san bersiap untuk bertarung, tapi seperti yang diharapkan mereka terlalu banyak.

"Kawanan disebelah kanan itu sedikit."

Begitu Meguri-san menunjuk celah di kawanan serigala, Gyro-kun dan yang lain bergerak.

"Oraah!"

Aktifkan sihir penguatan fisik yang diajarkan oleh Rex-san untuk menghancurkan kawanan serigala di sebelah kanan.

Gyro-kun yang sebelumnya tak akan bisa melakukan banyak hal seperti itu, jadi sihir penguatan fisik benar-benar luar biasa.

"Thunder Lance!"

Mina-san juga menyerang para serigala dengan sihir petir yang dipelajari dari Rex-san.

“Gyaun!?”

Sihir petir tampaknya memiliki efek mematikan kepada lawan, dan itu adalah sihir yang luar biasa yang memberikan efeknya hanya dengan mengenainya secara tidak langsung. (Semacam sihir AoE mungkin)

Ini sangat membantu ketika ada banyak musuh.

"Kawanan mereka telah melemah! Ayo pergi!"

Dengan tanda dari Meguri-san, kami mengaktifkan sihir penguatan fisik dan berlari ke arah celah di kawanan itu.

"Kita akan terus berlari seperti ini!"

“Oi oi, kita tak akan bertarung nih?!”

Gyro-kun mengeluh pada instruksi untuk mundur dari Mina-san, tetapi dia tak berhenti bergerak.

Dia mungkin telah belajar untuk menilai situasi dari pengalamannya dengan Rex-san.

"Aah! Sungguh menyebalkan!”

Gyro-kun yang berada di belakang kita memeriksa Forest Wolf.

"Thunder Lance!"

Mina-san berkonsentrasi pada celah dari kepungan serigala itu dan menyerangnya dengan sihir tanpa rapalan.

Kami dapat menggunakan sihir saat melarikan diri juga berkat Rex-san, yang mengajari kami sihir tanpa rapalan.

Namun, jumlah serigala tersebut sangat banyak, ditambah dengan Forest Wolf di belakangnya.

“Entah bagaimana, rasanya kita hanya dikejar oleh monster dan melarikan diri!?”

Ah, entah bagaimana aku juga merasakan hal yang sama.

“Jika demikian, bukankah ini saat dimana Aniki akan datang untuk membantu!!?”

"Mana mungkin begitu―!"

Gyro-san, itu adalah sesuatu yang disebut sebagai pengamatan yang penuh harapan.

"Pokoknya! Jika terus seperti ini, kita akan kewalahan! Kita akan kalah bahkan jika kita bertarung! Ayo kita lari ke tempat para penduduk!”

“Jika kita pergi ke desa, bukankah itu akan mengganggu penduduk desa!?”

"Pada dasarnya, binatang buas tak mendekati desa manusia kecuali ada alasannya! Itu sebabnya jika kita semakin dekat ke desa, sangat mungkin mereka akan menyerah!"

Jadi begitu, memang benar bahwa binatang buas jarang mendekati kota dan desa yang dikelilingi dengan pagar dan dinding.

Meskipun kami menemukan harapan, tetapi itu tidak berlaku kepada para pedagang.

Sungguh mengejutkan bahwa musuh muncul dari depan kami yang lolos dari pengepungan.

Dan itu bukanlah serigala, melainkan kawanan Forest Wolf.

“Celaka, kita terjebak!?”

Sepertinya kita telah jatuh ke dalam perangkap Forest Wolf.

"Guoooo!!"

Kawanan Forest Wolf itu melompat ke arah kami yang berhenti bergerak.

Mati, Kami bersiap untuk kematian diri kami sendiri.

Tapi.

"Seryaaaaa!!"

Tiba-tiba, sosok bayangan melintas di mata kami, dan kepala Forest Wolf terpotong.

"M-Mungkinkah itu benar-benar Aniki!?"

Itu tak mungkin, kami melihat ke arah mana bayangan hitam itu terbang sambil berpikir begitu.

"Itu nyaris sekali ya!"

Di sana terdapat seorang pria berotot yang tak terlihat mirip dengan Rex-san.

""""Eh? Siapa?""""

Meskipun kami telah diselamatkan, kami secara tak sengaja bergumam seperti itu.

"Tunggulah! Aku akan segera menyelamatkan kalian!"

Segera setelah mengatakan itu, pria itu melompat dengan tangan kosong menuju kawanan Forest Wolf.

“Tungg― Apa kau mau mati!?”

Tidak mengherankan bahwa Mina-san berteriak, itu adalah tindakan yang gila untuk melompat ke kawanan lusinan serigala dan Forest Wolf dengan tangan kosong.

Kami yakin bahwa orang itu akan segera diserang oleh segerombolan serigala dan kehilangan nyawanya.

Tapi...

"Hahaha! Naif, naif! Kalian terlalu naif!”

Pria itu telah mengalahkan para serigala dengan tangan kosong.

Dia meraih tubuh besar Forest Wolf dengan satu tangan dan mengayunkannya lalu menghajar serigala dan menghancurkan Forest Wolf yang menyerang dari belakang dengan tinju ke belakang tanpa melihat ke belakang.

"Kyaunkyaun!"

Para serigala itu diperlakukan seperti anak anjing.

"Orang itu menggunakan sihir penguatan fisik."

Kata Meguri-san, yang sedang melihat pemandangan itu.

Dengan tergesa-gesa, kami berpaling ke arah pria itu, dan seperti yang dikatakan Meguri-san, kami menyadari bahwa dia menggunakan sihir penguatan fisik.

"Untuk menggunakan sihir penguatan fisik..."

"Mungkinkah, paman itu!"

“Orang yang berhubungan dengan Rex-san!?”

Dan pada saat itu, saat perang melawan Forest Wolf dan lainnya... Pria yang dikerumuni itu berbalik ke sini.

"Apakah kalian kenalannya Rex?"

Tampaknya tempat tujuan kami sudah berada didepan mata.

15 Responses to "Nido Tensei Shita Shounen Chapter 37 Bahasa Indonesia"

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Tengah Artikel 2

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Bawah Artikel

Makasih telah membaca chapter ini. jangan lupa komen dan share cuk!