Maou Gakuin no Futekigousha - Vol 4 Prolog Bahasa Indonesia

Dark Mode
Yo, i'm back!
Udah lama banget nih ga update wkwk, jadi mimin update lagi deh. Tapi ini lanjutan animenya ya! Jadi kalau kalian ga nonton animenya tapi baca novelnya aja, kalian tinggal nonton episode 9 dan setelah tamat lanjut baca chapter ini. Gausah basa-basi deh langsung aja nih baca~

---------

Prolog ~ Great Spirit Mother ~

2000 tahun yang lalu di Hutan Roh Agung Ahartherun—–

“Semuanya dengarkan.”

Ketika wanita tersebut berbicara, pohon-pohon bergetar dan menyalurkan kata-katanya ke seluruh hutan.

Di punggungnya ada enam sayap seperti kristal sementara rambut sebening danau murni membingkai wajahnya dan mata kuning yang indah. Dia mengenakan gaun putih yang tidak pernah kotor dan tidak ada orang di hutan yang tidak mengetahui siapa dia.

Dia adalah Reno, ibu dari semua roh.

Roh lahir dari rumor dan tradisi. Tidak seperti manusia, mereka tidak lahir dari rahim tapi bagaimanapun, setiap roh di dunia ini menganggapnya sebagai ibu mereka.

Great Spirit Reno adalah roh yang muncul dari rumor tersebut.

“Aku sudah memutuskan untuk pergi ke Deruzogedo. Aku juga tak tahu apakah raja iblis tirani mengatakan yang sebenarnya tetapi aku pikir itu layak dipercaya. Mungkin kita benar-benar melihat akhir dari pertempuran ini. " (Reno)

Pohon berdesir di sekelilingnya dan gadis-gadis kecil bersayap muncul.

Mereka adalah roh peri nakal yang disebut Titi.

“Apa itu aman?”

“Apa kau akan pergi?”

“Apa Reno akan pergi?”

"Akankah kau kembali? Jangan pergi ya?"

Semua peri berbicara.

“Aku akan baik-baik saja dan aku akan kembali. Raja iblis tirani memiliki banyak kesempatan untuk membunuhku tapi dia tak pernah melakukannya. Setidaknya, menurutku itu bukan niatnya. " (Reno)

Reno bergerak melalui hutan dengan mengapung tepat di atas tanah.

“Jangan menyebabkan terlalu banyak kerusakan pada pelancong yang tersesat saat aku pergi ya.” (Reno)

Peri menertawakan kata-katanya.

"Aku penasaran?"

"Aku akan memikirkan tentang itu."

“Apa kita nakal? Enggak kan?"

"Lakukan."

Reno menatap peri polos yang tersenyum.

“Aku akan marah lho, Titi.” (Reno)

Para peri menegakkan postur mereka dan menutupi mulut mereka dengan tangan.

“Itu adalah janji.” (Reno)

Meskipun Reno berbicara dengan normal, suara Titi menjadi kaku dan gemetaran.

“Kau tak bisa membodohiku. Berhentilah berpura-pura takut. ” (Reno)

Titi menggelengkan kepala mendengar kata-katanya.

"Salah….."

“Reno salah.”

“Sesuatu datang.”

"Dia disini……"

Reno tampak bingung.

“Siapa yang akan datang?” (Reno)

Sambil terlihat ingin kabur, Titi menjawabnya.

"Mengerikan…."

“Yang mengerikan telah datang… ..”

"Dewa."

“Dewa yang mengerikan ……”

"Datang."

“Dia datang!”

Titi langsung berpencar.

Akhirnya, seseorang muncul dari semak-semak.

Dia tinggi dan pada pandangan pertama, dia tampak baik tetapi kekuatan sihir yang dipancarkan darinya jelas luar biasa.

“Aku mencarimu Great Spirit Mother, Reno.”

Reno menatap sosok itu dengan mata sinisnya.

"Siapa kau?" (Reno)

“Aku adalah Heavenly Father God, Nousgalia. Aku adalah ayah para dewa dan aku membawa kabar baik untukmu hari ini. " (Nousgalia)

Nousgalia terus berbicara tetapi Reno terlihat waspada.

“Aku berniat untuk membuat anak Dewa yang baru dan kau telah dipilih untuk melahirkannya. Selamat, Reno. Anakmu pasti akan menjadi Dewa yang luar biasa. " (Nousgalia)

“Kau muncul begitu saja dan apa maksudmu?” (Reno)

“Nn?” (Nousgalia)

Nousgalia memiringkan kepalanya ke satu sisi.

"Apa ada yang salah? Kau harusnya senang lho. Kau bisa membuat wadah untuk anak Dewa. Makhluk dengan tingkat tertinggi. " (Nousgalia)

“Maaf tapi aku menolak. Aku adalah Great Spirit Reno dan ini bukan saatnya buat anak. ” (Reno)

"Ha ha." Nousgalia tertawa terbahak-bahak. “Tak ada pilihan seperti itu di dunia ini. Ini adalah keputusan Dewa. " (Nousgalia)

Nousgalia berjalan pelan menuju Reno yang mengangkat tangannya.

Sebuah formasi sihir ditarik oleh hutan itu sendiri dan diarahkan ke Nousgalia.

“Ahartherun adalah rumah para roh. Tak peduli Dewa seperti apa dirimu, aku tak akan membiarkanmu melakukan apapun yang kau mau di sini. " (Reno)

“Jangan menantangku. Perintah Dewa itu mutlak. " (Nousgalia)

Nousgalia terus berjalan.

Pada saat itu pohon-pohon menjulur ke arahnya seolah-olah mereka memiliki kemauan sendiri. Ujung-ujungnya berubah menjadi seperti jarum tajam dan bergerak ke arahnya dari segala sisi untuk menusuknya.

“Pulanglah Dewa yang tidak punya sopan santun. Kalau tidak, aku akan menyerap semua kekuatan sihirmu. " (Reno)

“Itu kekuatan yang luar biasa untuk bisa melukai seorang dewa, Reno. Kau benar-benar rahim yang cocok untuk melahirkan wadah itu. " (Nousgalia)

Nousglaia menjentikkan jarinya.

“Patuhi perintah ini. Perintah Dewa itu mutlak. " (Nousgalia)

Dengan kata-katanya, pepohonan mencabut cabangnya dari dirinya dan menyerang Reno yang merupakan caster. (TLN : Caster itu si pemanggil, jadi maksudnya sihirnya di balikin)

"….Apa…?" (Reno)

Cabang-cabang itu melilit di sekelilingnya untuk menahannya.

“Semua sihir adalah sekutuku. Sekarang, berbahagialah Reno. ” (Nousgalia)

Nousgalia berhenti dan berbicara dengan suara serius.

"Aku memberikan anak Dewa untukmu." (Nousgalia)

Pada saat itu matahari hitam muncul di langit dan <Geo Grays> jatuh membakarnya.

"Jadilah api yang tenang dan menyenangkan." (Nousgalia)

Nousgalia merapalkan sihir tetapi Geo Grays itu tidak menghilang.

"Apa….?" (Nousgalia)

“Fumu. Maaf mengecewakanmu tapi sihirku benci diperintahkan. " (Arnos)

Raja iblis tirani Arnos Voldigod turun dari langit.

“Perintah Dewa itu mutlak. Jadilah api yang tenang dan menyenangkan. " (Nousgalia)

Nousgalia menambahkan lebih banyak kekuatan sihir ke dalam kata-katanya dan <Geo Grays> padam.

“Bodoh.”

Raja iblis Arnos mendarat di depannya dan menusuk dada dewa dengan ujung jari bernoda hitam.

“Sayangnya, kau tak bisa membunuh Dewa. Ini adalah perintah. " (Nousgalia)

"Aku tahu dewa menghargai perintah, tetapi kau jadi tak melihat kenyataan karena itu." (Arnos)

Arnos menggambar lingkaran sihir di dalam Nousgalia.

"Jatuhlah dengan kekuatanmu sendiri." (Arnos)

Demon Curse Necrosis Destruction <Deguzzegdo>. Kutukan yang menyebabkan kekuatan lawan mengamuk di tempat yang ditandai dan menyebabkan kematian.

Sebuah memar hitam seperti gigitan ular muncul di tubuh Nousgalia sebelum menyerangnya dan mencoba menggerogotinya.

Kekuatan sihir yang sangat besar dari seorang dewa akan segera menghancurkannya.

Lengan kanan Nousgalia lepas dan kutukan mulai menggerogotinya.

"Hmph." (Nousgalia)

Nousgalia mundur dari depan Arnos meninggalkan formasi <Deguzzegdo> di belakang.

"Begitu ya, jadi kau adalah raja iblis tirani kan? " (Nousgalia)

“Oh? Kemana perginya ceritamu sekarang? ” (Arnos)

Nousgalia tertawa.

“Para dewa telah memutuskan bahwa raja iblis tirani harus dimusnahkan. Perintah yang akan membunuhmu, anak Dewa akan segera lahir. Prinsip ini telah ditetapkan dan sekarang menjadi tatanan dunia. Kau tak bisa melarikan diri. " (Nousgalia)

"Begitukah. Tapi kau akan mati sebelum itu lho Nousgalia. ” (Arnos)

Nousgalia menertawakan kata-katanya.

“Jadilah kutukan mengerikan yang tenang. Perintah dewa adalah mut—. " (Nousgalia)

Kilatan cahaya muncul dan tenggorokan Nousgalia terkoyak saat dia hendak berbicara.

Suara pedang yang dimasukkan kembali ke sarungnya bisa terdengar.

Itu adalah pria berambut putih dengan pedang yang telah menebas tenggorokan Nousgalia. Swordsman terkuat bangsa iblis, Shin Reglia.

“Perintah Dewa tak berguna jika kau tak dapat berbicara.” (Arnos)

“……… ..!”

Nousgalia menggerakkan mulutnya.

Shin memiliki salah satu dari 1000 pedangnya. The plunder sword<Gilionojes>. Itu adalah pedang iblis terkutuk yang menghancurkan suara mereka jika tenggorokan mereka disayat, menghancurkan penglihatan mereka jika mata mereka disayat dan mengambil nyawa mereka jika jantung mereka ditusuk.

Bahkan jika Nousgalia menyembuhkan tenggorokannya, suaranya yang direnggut oleh pedang itu tak akan pernah kembali.

“Itu kebiasaan buruk kalian para dewa karena bangga dengan fakta bahwa kalian adalah pembawa perintah dan alasan. Sebaiknya kau segera menulis perintah itu karena di depanku tatanan yang ditetapkan dewa akan dihancurkan. " (Arnos)

Arnos mengambil formasi sihir mengambang dan meremasnya.

“…………….”

Tubuh Nousgalia dengan cepat membusuk dan menghilang.

Reno menatap Arnos dengan sangat takjub.

“Nah, Great mother, aku datang untuk mendengar jawabanmu. Apa yang telah diputuskan hatimu? ” (Arnos)

Reno menunda satu ketukan, lalu merespons.

“…… .Aku telah memutuskan untuk percaya padamu….” (Reno)

“Fumu. Bagus sekali." (Arnos)

“Aku sedang bersiap untuk pergi.” (Reno)

“Sayangnya yang terakhir belum datang jadi tunggulah di sini sampai dia datang.” (Arnos)

“…. Baiklah.” (Reno)

“Aku akan meninggalkan pendamping untukmu. Jalan menuju Deruzogedo berbahaya dan anti-sihir menghentikan <Gatom> yang digunakan. ” (Arnos)

Arnos berbalik dan berbicara pada Shin yang sedang berlutut.

“Sesuai rencana, Kau akan menjadi pengawal Reno. Kawal dia sampai dia kembali ke Ahartherun. Dia adalah tamu jadi dengarkan perintahnya. " (Arnos)

"Sesuai keinginanmu." (Shin)

“Hei, tunggu dulu, aku tak butuh.” (Reno)

Reno melambaikan tangannya dengan bingung.


“Kau sedang diincar oleh Dewa. Siapa yang tahu kapan yang berikutnya akan datang atau orang itu mungkin akan bangkit. " (Arnos)

“Itu mungkin benar tapi orang ini terlihat menakutkan kan? Aku benci orang yang terlalu kaku. " (Reno)

Arnos menatap Shin.

"Itu benar. Tersenyumlah Shin. " (Arnos)

"Sesuai keinginanmu." (Shin)

Shin tersenyum tetapi tidak ada perubahan pada ekspresi wajahnya.

"Bagaimana dengan itu?" (Arnos)

“Dia seperti tak tersenyum sama sekali.” (Reno)

“Apakah kau yakin kau adalah Great Spirit? Gunakan mata sihirmu. Sudut mulutnya terangkat 0,05 mm. (Arnos)

“……… ..” (Reno)

Wajah Reno dengan jelas menunjukkan bahwa dia tidak dapat memahami perbedaan yang begitu kecil.

“Kau sepertinya mengerti. Jadi akrablah dengannya. ” (Arnos)

“Eh, tunggu sebentar—.” (Reno)

Bahkan sebelum dia selesai berbicara, Arnos sudah pergi.

“…………”

“…………”

Keheningan yang canggung menyelimuti Ahartherun.

Titi yang nakal sedang mengintip dari balik pepohonan yang rindang.

“Errm…” (Reno)

"Ya." (Shin)

“…… Apa yang akan kau lakukan mulai sekarang?” (Reno)

“Apapun yang kau perintahkan. Aku telah diperintahkan untuk mematuhimu. " (Shin)

Wajah Reno tampak cemas.

“…… Maka aku tak benar-benar membutuhkan pengawal …… Bisakah kau pulang dan memberi tahu raja iblis itu?” (Reno)

"Tentu saja." (Shin)

Shin menawarkan pedang bersarung miliknya ke Reno.

“Errm …… untuk apa ini?” (Reno)

"Jika kau mengatakan kau tak membutuhkan aku maka aku menawarkan kepalaku. Aku tak bisa hidup dengan rasa malu karena tak bisa memenuhi perintah tuanku. " (Shin)

Reno meletakkan tangan di dahinya seperti dia kelelahan.

“… Jangan konyol. Aku tak bisa membunuhmu. " (Reno)

"Dimengerti." (Shin)

Shin mencabut pedangnya dan meletakkan pedang itu di lehernya.

“Hey, apa yang kau lakukan!” (Reno)

"Bunuh diri." (Shin)

“Eh? Apa yang kau katakan? Ini bukanlah ancaman …… ”(Reno)

Reno berbicara kepada Shin tetapi matanya jernih dan tegas. Dia sudah siap.

“Mou…. Aku mengerti, oke! ” (Reno)

“Apa yang kau mengerti?” (Shin)

"Kau tidak harus pergi jadi singkirkan pedangmu itu!" (Reno)

"Aku berterima kasih atas kata-kata bijaksanamu." (Shin)

Wajah Reno kembali terlihat cemas. Sepertinya dia telah diberi pengawal yang merepotkan.

“Aku tahu kau sudah mengerti tapi tunjukkan sikapmu. Kau dapat menggunakan hutan ini sesukamu. ” (Reno)

“Dimengerti.” (Shin)

"Aku akan membawamu jalan-jalan. Aku hanya akan menunjukkannya sekali. Ikuti aku." (Reno)

Titi yang datang dan untuk melihat apa yang sedang terjadi pun terbang.

Shin berjalan di belakang Reno dengan ekspresi menakutkan di wajahnya.

4 Responses to "Maou Gakuin no Futekigousha - Vol 4 Prolog Bahasa Indonesia"

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Tengah Artikel 2

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Bawah Artikel

Makasih telah membaca chapter ini. jangan lupa komen dan share cuk!