Maou Gakuin no Futekigousha Chapter 67 Bahasa Indonesia

Dark Mode

Chapter 67 - Pertukaran Pelajar

Kami memasuki ruang kelas dan duduk di kursi kami.

"Oh ya, Ray tentang hal yang kau katakan sebelumnya."

"Nn?"

Bersandar di kursinya, Ray menatapku.

"Apa kau punya waktu sepulang sekolah?"

"Kau mau pergi ke suatu tempat?"

“Yup, suatu tempat rahasia. Aku akan memberimu pedang iblis. "

"Ooh. Aku menantikannya. "

Suara-suara berisik datang dari belakang.

Itu fan unionku.

"Hei, hei, apa kau mendengarnya?"

"Apa?"

"Sepulang sekolah Arnos-sama akan memberi Ray-kun pedang iblisnya ......!"

"Dengan kata lain……!?"

"Pedang Arnos-sama telah menjadi pedaaaaaaang iblis !!"

"Pedang iblis, kyaaaaaaa!"

“Haruskah aku memberitahukannya kepada ibunda ………….?” (TLN : Ibunda disini adalah ibu Arnos)

"Tapi dia mungkin akan terkejut …………"

"Kau benar ... tapi"

Fumu. Tampaknya, ada kesalahpahaman.

Aku tak bisa membiarkan mereka memberitahukannya kepada ibuku atau lebih banyak kesalahpahaman akan muncul.

"Elen, Jessica."

Ketika aku memanggil nama mereka, mereka berbalik untuk melihatku dengan heran.

"Y ... ya, Arnos-sama!"

"Ada apa!?"

Aku akan membujuk mereka dengan lembut.

"Rahasiakanlah dari ibuku."

“…… .Nn .... Aku paham.”

"Aku akan merahasiakannya dengan segenap nyawaku!"

Itu harus dilakukan. Butuh waktu untuk menyelesaikan kesalahpahaman, tetapi setidaknya mereka tak boleh membicarakannya sekarang. Jika kau tak tahu sesuatu, kau tak bisa asal berbicara.

"Apa yang harus kami lakukan? Kami telah bersumpah untuk merahasiakannya …… .. ”

"Jadi begitu ya ......"

Sasha mengirimkan pandangan ke arahku.

"Apa?"

"Tidak. Aku hanya ingin tahu apakah ini akan berhasil seperti yang kau harapkan. ”

Aku menertawakan kata-kata Sasha.

"Ini bukan masalah besar."

“Aku pikir kau tak punya kesempatan seperti yang kau pikirkan. Aku cukup yakin situasi ini akan segera diperbaiki. ”

"Apa kau khawatir?"

“…… .A-aku bukannya khawatir ya……” gumam Sasha.

Bel untuk memulai pelajaran berbunyi tetapi tak ada yang datang.

"Aneh." Misha bergumam dari kursinya di sebelahku. "Emilia-sensei biasanya selalu tepat waktu."

Sasha berbicara ketika dia melihat sesuatu.

"Nn. Bukankah Emilia-sensei menyerang ibumu pada hari turnamen? "

"Aah."

"…….Apa ada yang salah?" Sasha bertanya padaku ketika aku mulai tertawa.

"Haha, menurutmu apa yang terjadi padanya?"

Sasha menarik sedikit kata-kataku.

"Hentikan. Jangan tertawa seperti raja iblis ……… .. ”

Aku hanya tertawa seperti biasa dan aku adalah raja iblis jadi tentu saja ketawaku adalah ketawa raja iblis.

"Oke, semuanya kembali ke tempat duduk."

Seorang wanita dengan telinga runcing memasuki ruang kelas.

Dia mengenakan jubah hitam yang sama seperti yang dikenakan Emilia, jadi dia jelas seorang guru di sini.

“Umu, senang bertemu dengan kalian. Aku Menou Historia dan aku akan menjadi wali kelas 1 C ini. Meskipun hanya sementara, aku juga akan bertanggung jawab atas kelas ini. " (TLN : Di inggrisnya kelas no 3 tahun pertama, jadi gua ubah kelas 1 C aja)

Ruang kelas menjadi berisik.

Salah satu siswa perempuan mengangkat tangannya dan bertanya.

"Sensei, apa yang terjadi pada Emilia-sensei?"

"Aku sendiri belum diberitahu banyak sehingga aku tak tahu detailnya tetapi tampaknya Emilia-sensei telah mengundurkan diri dari Akademi ini."

Kelas semakin berisik.

"Mengundurkan diri!"

“…………. Bukankah pengunduran dirinya terlalu cepat?”

“Biasanya akan ada pidato perpisahan. Apa dia sakit atau terluka? "

"Tanpa Emilia-sensei orang yang tak kompeten itu akan menjadi lebih sombong ......"

Menou bertepuk tangan.

"Ya ya, harap tenang. Aku tak bisa bertemu dengannya jadi aku tak tahu keadaannya sehingga aku tak bisa menjawab pertanyaan kalian. Yang bisa kukatakan adalah kejadian ini begitu tiba-tiba jadi kami belum bisa merekrut guru baru, aku yang akan sementara menggantikannya. "

"Tapi bukankah anda mengajar kelas 3 Menou-sensei?"

"Bukankah tak mungkin untuk mengajar secara bersamaan?"

“Nn. Tentu saja aku tak bisa melakukan itu tetapi tak ada pilihan lain. Aku akan mengajar bergatian. Dan ini hanya akan belangsung sekitar seminggu. ”

"Seminggu? Apa ada guru baru mulai minggu depan? "

“Ya, meskipun itu sebenarnya bukan karena Emilia-sensei. Sudah direncanakan bahwa akan ada pertukaran pelajar. "

Seluruh kelas tampak bingung. Rupanya, tak ada yang tahu tentang itu.

"Apa itu sensei pertukaran pelajar?"

“Sederhananya berarti pergi ke akademi yang berbeda dan berinteraksi dengan siswa dan guru di sana, mempelajari hal-hal baru, cara-cara baru dalam melakukan sesuatu dan bekerja keras bersama.”

Kelas sepertinya masih penuh keraguan.

“Akademi yang berbeda ……?”

“Di Deiruheido, akademi raja iblis adalah akademi top. Tak ada yang bisa dipelajari di sana. Terlepas dari siapa itu, apakah ada manfaat dalam pertukaran ini? "

"Itu benar dan sampai sekarang Deruzogedo tidak memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan sekolah lain selain dari yang ada di Deiruheido." (Menou)

"Di mana lagi selain Deiruheido?"

"Azeshion. Kami telah berbicara dengan akademi pahlawan di ibukota kerajaan Gairadeite selama beberapa tahun mencoba untuk mewujudkannya. Meskipun sedikit mendadak, mereka setuju untuk kali ini karena beberapa alasan. ” (Menou)

Para siswa mengeluarkan suara terkejut.

"Azeshion? Bukankah itu berarti itu adalah akademi manusia? "

"Apa itu pahlawan? Pernahkah kau mendengarnya sebelumnya? ”

"Tidak. Aku tak tahu."

“Jika tidak salah bukankah para pahlawan adalah salah satu kelompok yang berperang melawan raja iblis tirani? Aku yakin di masa lalu manusia dan iblis adalah musuh, dengan mazoku dipimpin oleh raja iblis dan manusia dipimpin oleh pahlawan. ”

"Begitukah. Bukankah manusia itu lemah? Apa pahlawan itu kuat? ”

“Mungkin …… ..tapi ……”

Fumu. Tampaknya ada catatan para pahlawan tetapi mereka tidak dikenal di Deiruheido. Setelah aku membuat dinding pembatas semua interaksi dengan manusia berhenti.

Dengan pertempuran yang tak ada, pertarungan dengan para pahlawan juga menjadi bagian dari masa lalu.

Tidak mengherankan jika detail perang 2000 tahun dengan manusia tidak banyak dibahas.

Hmm, tampaknya sekarang masuk akal.

Fakta bahwa para pahlawan diperlakukan sebagai hal kecil oleh iblis di Deiruheido ditambah dengan pertukaran pelajar dengan akademi pahlawan yang tiba-tiba ini tampaknya sangat mirip dengan rencana Avos Dillheavia.

Haruskah aku menghubungi Melheys nanti?

“Semua orang tampaknya kurang dalam pembelajaran. Kau seharusnya sedikit mengetahui para pahlawan dalam pelajaran sejarahmu. ”

Menou menghadap papan tulis dan menulis Hero Corps <Asura> dan 7 class.

“Aku akan melakukan menjelaskan dengan cepat dan mudah dipahami. Dikatakan bahwa para pahlawan mengembangkan sihir tentara selama perang besar dan itu adalah Hero Corps <Asura>. Struktur dasarnya sama dengan Demon King Army <Guys> dengan 7 class. ”

Menou menoleh untuk melihat para siswa.

"Baiklah. Apa ada yang mengingatnya? "

Tidak ada yang mengangkat tangan mereka sehingga Menou menatap Misha dengan penuh tanya.

"Aku belum mempelajarinya."

"………Umu. Bukankah ini sesuatu yang diajarkan di kelas 3? ” (Menou)

Fumu. Rupanya, Menou sedikit ceroboh dan sepertinya ia malu sekarang. Aku mengangkat tanganku sementara sensei itu tampak bermasalah.

“Pahlawan <Brave>, Sage <Wiseman>, Penyihir <Mage>, Priest <Healer>, Summoner <Summoner>, Ksatria Suci <Cavalier> dan Pengguna Roh <Shaman>. Itu adalah tujuh class dan mereka sejajar dengan class Demon King Army <Guys>. ”

Menou sepertinya sangat senang dengan jawabanku.

"Jawaban yang benar. Apa kau tahu perbedaan antara <Asura> dan <Guys>? "

"<Guys> adalah sihir tentara sama seperti <Asura>, namun, perbedaan terbesar adalah Raja Iblis <King> memberikan kekuatan sihirnya kepada bawahannya sedangkan <Asura> bawahannya memberikan kekuatan mereka kepada Pahlawan <Brave> . Dan juga, <Guys> fokus pada pembangunan dan pertahanan kastil sedangkan <Asura> dikembangkan untuk menghancurkan kastil. ”

Pahlawan mengumpulkan kekuatan dan mengalahkan raja iblis.

Potong kepala rajanya. Itu adalah satu-satunya cara mereka yang memiliki kekuatan lemah bisa mengalahkan iblis. Jika iblis kehilangan raja mereka, mereka dengan cepat menjadi tidak lebih dari rakyat jelata yang susah diatur.

“Namun, <Asura> tak membuktikan nilainya dengan sendirinya. Sanctuary <Ask> mengubah hati temanmu menjadi kekuatan sihir dan memungkinkanmu bertarung melawan iblis yang kuat dengan kekuatan yang diberikannya padamu. ” (Arnos)

"Itu hebat. Kau mempelajarinya dengan baik. Sanctuary <Ask> adalah sihir doa dan bukan sesuatu yang bisa diajarkan di akademi ini. Dalam hal itu, aku pikir pertukaran ini akan bermanfaat juga bagi Deruzogedo. "

Aneh. Setelah 2000 tahun mereka malah saling mengajarkan sihir yang mereka kembangkan untuk mengalahkan satu sama lain.

“Namun, <Asura> dan <Ask> keduanya adalah sihir yang hanya bisa digunakan oleh sang pahlawan. Tujuan mempelajarinya adalah untuk mempelajari teknik dan sihir lalu mengintip lebih dalam ke dalam abyss. Akhirnya, aku pikir sihir akan dapat diterapkan dan dikembangkan oleh iblis juga. Karena itu aku pikir pertukaran ini ……… ”

Kata-kata Menou menghilang dan dia berbalik untuk menatapku dengan wajah bertanya.

"... Eh? Bagaimana kau tahu tentang <Ask>? Kau kan belum diajari itu. "

“Sensei, <Asura> dan <Ask> kami tak tahu apa-apa. Kami adalah kelas 1. Banyak dari kami masih berlatih dan belajar untuk menggunakan <Guys>. ”

Ketika itu dikatakan oleh salah satu siswa, Menou mengangkat suaranya dan berkata, “Aah!”.

"Begitu ya. Maafkan aku. Aku salah mengira kau itu kelas 3 …… ..! ”

Setelah meminta maaf, Menou menatapku lagi dengan pandangan bertanya.

"………..Kau. Mengapa kau tahu tentang <Asura>? Dan untuk <Ask> bahkan kelas 3 belum diajarkan tentang itu ……… ”

“Karena aku sangat sering melihatnya di masa lalu, dan aku bosan. Juga, Menou, penjelasanmu itu salah. ”

Aku menggambar formasi sihir dan mengaktifkan sihir tertentu.

"Eh ……?"

Wajah Menou dipenuhi kejutan.

“…… Tak mungkin ........ itu ……… <Asura> …… ..”

Menou tahu seperti apa <Asura> jadi aku berasumsi dia pasti melihatnya di akademi pahlawan.

"Sihir ini bisa digunakan oleh siapa saja, bukan hanya pahlawan tetapi <Guys> lebih efisien untuk digunakan iblis."

Menou tampaknya tidak bisa mengikuti apa yang terjadi dan tidak dapat berbicara. Dia hanya terus menatap <Asura> dengan takjub.

3 Responses to "Maou Gakuin no Futekigousha Chapter 67 Bahasa Indonesia"

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Tengah Artikel 2

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Bawah Artikel

Makasih telah membaca chapter ini. jangan lupa komen dan share cuk!