Maou Gakuin no Futekigousha Chapter 68 Bahasa Indonesia

Dark Mode

Chapter 68 - Belajar Mandiri Dengan Raja Iblis

“Luar biasa, kau luar biasa Arnos-sama! Sangat mulia seperti biasa! ”

"Umu! Jika Arnos-sama mengajariku sihir pahlawan maka kita tak perlu ikut pertukaran pelajar itu! ”

“Pertukaran pelajar itu berarti kita harus pergi ke Azeshion kan? Apa kita akan menginap di suatu tempat? "

"Mungkin ………… .Apa akan mau melakukan serangan malam !?" (TLN : Istilah yang digunakan di sini adalah Yobai yang kira-kira berarti merangkak di malam hari.)

"Aku tak bisa melakukan sesuatu yang memalukan seperti itu!"

"Lalu kenapa kau bertanya?"

“Akankah kita tidur di gedung yang sama dengan Arnos-sama? Jika begitu, bukankah itu sama dengan tidur bersama? Itu hampir seperti pelukan tak langsung kan !? ”

"Kau tahu ....... Halusinasimu cukup memalukan."

Fan Unionku berisik seperti biasa.

“…… .Aku mengerti ……… Kau adalah orang yang tak kompeten itu.”

Apa itu akhirnya? Menou melihat lencana akademiku.

“Aku memikirkan sesuatu tentangmu yang familier. Kau Arnos-kun kan? Kau yang memenangkan turnamen pedang. ”

"Aah."

"Seperti yang dikatakan rumor, kau benar-benar bisa melakukan hal-hal luar biasa."

Kau mungkin mendengar rumor tentang kekuatanku tetapi tidak benar-benar melihatnya. Tidak bisakah kau menyembunyikan ke terkejutanmu itu?

Yah, aku cukup yakin Emilia tidak mengatakan hal baik tentangku kepada sensei lain sehingga Menou mungkin meragukan apa yang dia dengar.

Dari apa yang kuketahui tentang Menou, dia juga tampaknya tidak termasuk bangsawan kaku seperti Emilia.

“Baiklah, seperti yang kalian semua lihat, itu adalah sihir para pahlawan. Bagaimanapun, minggu depan semua orang di kelas ini akan pergi ke ibukota kerajaan Gairadeite dan belajar di akademi pahlawan. Kelas 3 juga akan ikut. Burung hantu akan mengirimkan semua dokumen yang diperlukan ke rumah kalian hari ini, jadi nantikan saja. ”

Mengatasi keterkejutannya, Menou telah memulai dari awal lagi.

“Hari ini hanya pemberitahuan itu dariku sehingga sisanya adalah belajar mandiri. Tolong jangan mengganggu kelas lain. ”

Menou keluar dari ruangan tetapi berhenti saat dia mengingat sesuatu.

"Oh ya. Aku yakin akademi pahlawan juga berlatih sihir tentara sehingga mungkin ada pertarungan antara mereka menggunakan <Asura> dan kita menggunakan <Guys>. Iblis terbaik dari seluruh Deiruheido berkumpul di sana jadi aku tak akan menerima jika kita kalah. ”

Menou mengedipkan mata genitnya.

“Yah, aku yakin tahun ketiga akan menjunjung tinggi kehormatan kita, tetapi aku juga berharap tak sedikit dari kalian bisa melakukannya. Jadi jangan tunjukkan perilaku yang tak pantas dan lakukanlah yang terbaik dengan belajar mandiri. ”

Menou meninggalkan kelas.

"Fumu. Belajar mandiri ya? ”

"Kau tak akan kerepotan kan?" Sasha mengatakan menatapku.

"Tentu saja. Akan terlalu membosankan kalau tidak. ”

Aku berdiri.

"Misha, Sasha, Ray, Misa ikutlah denganku sebentar."

"Baiklah." (Ray)

"Apa yang kita lakukan?" (Misha)

"Karena belajar mandiri aku akan mengajarimu bagaimana menggunakan kekuatan kalian."

Aku mengulurkan tanganku dan Misha meraihnya. Yang lain juga berpegangan tangan lalu aku menggunakan <Gatom>.

Tempat yang kami tuju adalah hutan iblis. Ini adalah tempat terbaik untuk berlatih karena tanah sihir akan memperbaiki apa pun sehingga kau bisa berlatih dengan bebas tanpa khawatir.

“…………… Aku punya firasat buruk tentang ini. Apa yang kita lakukan di sini ……? ” (Sasha)

"Aku akan mengajari kalian."

Sasha terlihat bingung sejenak.

"Kau serius?" (Sasha)

“Aku bilang aku akan mengajari kalian untuk menggunakan kekuatan kalian. Pertarungan antara kami dan akademi pahlawan juga merupakan hal tertentu juga. Tak mungkin jika itu hanya kemungkinan. ”

"Umu, tapi kau sendiri itu cukup kan?" (Sasha)

"Aku tak akan menyangkalnya."

"Aku mempelajari sesuatu selama turnamen pedang iblis." (Arnos)

Wajah Sasha menunjukkan ekspresi ingin tahu dan Misha menatapku

"Mempelajari apa?" (Misha)

"Bahkan jika itu tak berarti menggunakan semua yang kau miliki. Melakukan yang terbaik adalah hal tertinggi yang dapat kau lakukan. Bahkan jika kau harus membalik langit dan bumi, teruskan dengan sekuat tenaga. Melakukan hal itu dapat melahirkan sesuatu yang tak tergantikan. ”

“……… .Mengapa kau mengatakannya ketika kau memiliki kekuatan gila itu ……?” Sasha mengeluh sementara Misa tersenyum pahit.

“…… Ahaha …… .Bahkan jika kita tahu itu, hal-hal itu jarang berhasil.” (Misa)

“Aku mengerti itu. " Ray berkata dengan senyumnya yang segar.

"Kupikir kau akan mengatakan itu, Ray."

"Hal baik." (Misha)

"Benarkah?"

Misha mengangguk.

"Mari lakukan yang terbaik."

Aku melirik Misa.

"Tentu saja aku akan melakukannya."

"Sasha?"

“Jika semua orang melakukannya, aku juga akan melakukannya. Baiklah, Aku ikut denganmu."

Aku tertawa dan mulai berjalan.

"Aku senang aku punya pengikut yang pengertian."

Aku mengaktifkan formasi sihir dan kembali menghadap Sasha.

Mata Sasha terkejut.

"…..Tunggu sebentar. Kau tak bisa serius ……. ”

"Bertahanlah kalau tidak kau akan mati."

Matahari hitam meninggalkan jejak cahaya di belakangnya saat ia melesat ke arah Sasha.

Sasha segera mengelak dengan melompat dan mengaktifkan Flight <Fres>.

Pohon di belakangnya menghilang terkena ledakan matahari hitam.

Aku menyiapkan satu lagi.

"Hei! Tunggu tunggu! Bukankah menembakkan Flame Prison Anhiliation Cannon <Geo Grays> bukankah sedikit keterlaluan untuk belajar mandiri? ”

"Belajar mandiri seperti apa yang tak membahayakan hidupmu?"

"Apa yang kau katakan!? Apa kau bodoh!?"

“Tak apa-apa Sasha. Originmu mengeluarkan energi paling jahatnya ketika hidupmu dalam bahaya. Lampu yang hampir mati meningkatkan cahayanya untuk tetap menyala. Ini adalah tiang penuntun yang kuat untuk diikuti bagi mereka yang belajar sihir. ”

Sasha hampir tam bisa mengelak dari <Geo Grays> sementara wajahnya terlihat seperti seseorang yang terpojok.

Pemandangan di belakangnya terbakar lagi.

"Tak masalah seberapa kuat sihirku jika aku mati ketika melakukannya!"

"Tentu saja. Gunakan cahaya yang lebih kuat untuk menghindari lampumu padam. Gunakan kekuatanmu tepat pada saat kau akan mati untuk menyelamatkan diri. Maka pada saat kau akan mati, kekuatanmu akan meningkat. ”

Para iblis di usia ini lemah karena tak ada risiko kematian. Untuk meningkatkan kekuatanmu, penting untuk mendekati kematian.

Aku menyiapkan <Geo Grays> lagi.

"...... Mengatakan hal-hal tak masuk akal seperti itu ..."

"Kau pasti bisa melakukannya"

"Alasan seperti itu."

"Kau bisa melakukannya. Apa kau tak percaya padaku, Sasha? ”

Sasha menatapku dalam diam.

“Gunakan <Demon Eyes of Ruin> mu. Mereka adalah anti-sihir pamungkas. Ingat ketika kau menolak sihir waktu Eugo Ra Raviaz? "

Aku menyiapkan <Geo Grays> lainnya.

“………… .Erghh ………… .Benar-benar deh…… .. !!”

Sasha menyebarkan anti sihir di depannya dan menggunakan kekuatan mata iblisnya kepada <Geo greys>.

"…………… ..Tanggung jawab ya jika aku mati !!"

<Geo Grays> membakar anti sihir Sasha dalam waktu singkat tetapi <Demon Eyes of Ruin> Sasha mengurangi momentum matahari hitam itu.

Matahari hitam menjadi lebih kecil dan lebih kecil serta apinya redup tetapi tidak kehilangan semua kekuatannya dan menabrak Sasha.

“…… Geh …… ..Kyaaaaaaaaaaaaaaa …………. !!”

Sasha dilalap api hitam dan langsung terhempas ke sisi lain dari hutan iblis.

“Hei… .apa dia baik-baik saja?” (Misa)

"Masih hidup." (Misha)

Meskipun belum sempurna jika dia siap untuk mati dan karena itu <Demon Eye's of Ruin> nya hampir menghancurkan <Geo Greys>. Berkat <Phoenix's Vestment> dia juga tak akan mati.

"Aku akan mengatakan aku akan bertarung denganmu tapi aku tak punya pedang." (Ray)

"Serahkan padaku." (Misha)

Misha menggunakan Contruction Creation <Ibis> dan membuat pedang iblis es untuk Ray.

"Aku terselamatkan."

Ray mengambil pedang dan menuju ke arahku.

"Aku datang, Arnos ……… !!"

"Menyesal."

Aku menangkap pedangnya dengan tanganku dan menghancurkannya.

“Itu adalah penggunaan <Ibis>yang buruk darimu Misha. Saat kau membuat batu, jangan langsung membuat batunya, tetapi buatlah atom yang membentuk batu itu. Apa yang membuat pedang iblis? Kau harus melihat ke dalam abyss untuk mencari tahu jawabannya. "

Sambil berbicara, aku mengarahkan tinjuku pada Ray yang mencoba menanganinya dengan tangan kosong.

“…… .Haa …….”

Sepertinya dia menangkisnya sesaat tapi tinjuku menerobos dan mengenai perutnya.

“…… ..Kuuuu …………… !!”

"Kau perlu berpikir lebih banyak tentang bagaimana bertarung jika kau kehilangan pedangmu, Ray. Jika kau memiliki pedang, kau kemungkinan besar tak akan dikalahkan oleh lawanmu, tetapi jika kau kehilangan pedang, kau memiliki terlalu banyak celah yang bisa dimanfaatkan. ”

“…… ..Itu mungkin begitu tapi kau jauh lebih kuat dari sebelumnya ……”

“Bahkan aku tak akan berdiri lama di tempat yang sama. Jika kau ingin mengejarku, kau sebaiknya berlari dengan sekuat tenaga. "

Ray jatuh pingsan di tempat ketika hujan mulai turun padaku.

Misa tidak terlihat.

Rain Spirit Mist <Fuska>.

"Jangan terus menunjukkan padaku sihir yang sama berulang kali meskipun itu adalah sihir roh."

Aku berjalan perlahan ke depan dan mengambil setetes air hujan.

“Aah …… ..”

Itu berubah menjadi tubuh Misa.

"Kau lemah untuk memulainya Misa tetapi bahkan yang lebih lemah memiliki cara bertarung sendiri. Gunakan kepalamu dan pikirkan lebih baik menggunakan sihir rohmu. "

Aku memukul Misa dengan kekuatan sihirku dan dia pun jatuh pingsan.

"Arnos."

Aku berbalik untuk melihat Misha yang membuat istana iblis besar dari es menggunakan <Ibis>

"Lagi." (Misha)

"Baiklah." (Arnos)

Aku membuat kastil iblis ditempat lain menggunakan <Ibis>.

Membalikan telapak tanganku ke atas, kastilku naik ke langit.

"Aku akan mencobanya." (Arnos)

Aku menunjuk ke kastil Misha dan kastilku terbang ke arahnya bertabrakan dengan keras.

Suara keras bergema dan puing-puing yang tak terhitung jumlahnya terhempas.

Setelah debu mereda, hanya kastilku yang tersisa. Semua yang tersisa dari kastil Misha adalah puing-puing.

"Kau masih harus menempuh jalan panjang."

Misha tiba-tiba jatuh pingsan. Tanpa ragu-ragu, dia telah mengerahkan setiap kecil sihir yang dimilikinya ke kastil itu.

"Fumu. Tekad yang bagus. ”

Aku menggambar formasi di bawah semua orang dan menggunakan Total Complete Demon Healing <Ai Shearu>.

Semua 4 orang sadar dan perlahan bangun.

Menggunakan <Guys> aku mengembalikan kekuatan sihir mereka yang hilang dengan kekuatanku sendiri.

“Nah, mari kita lanjutkan belajar mandiri kita. Aku akan menyembuhkan kalian berkali-kali sampai pulang sekolah. "

4 Responses to "Maou Gakuin no Futekigousha Chapter 68 Bahasa Indonesia"

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Tengah Artikel 2

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Bawah Artikel

Makasih telah membaca chapter ini. jangan lupa komen dan share cuk!