Evil Lord Vol 3 Chapter 1 Bahasa Indonesia

Dark Mode
Chapter 01 - Sekolah yang menyenangkan



Upacara masuk untuk SD lebih sederhana dari apa yang kupikirkan.

Aku mendengar kalau ada anak-anak bangsawan dari seluruh Kekaisaran yang hadir.

Dengan mengingat hal itu, aku pikir itu akan menjadi upacara besar di sebuah gedung yang dibangun untuk menampung puluhan ribu orang, tetapi pada kenyataannya mereka membagi kami ke dalam barisan dan mengadakan upacara secara terpisah.

—Jadi kesimpulannya, itu sangat sederhana.

Bangunan sekolah pertama yang aku temui adalah gedung yang dibangun khusus untuk anak-anak paling bergengsi yang berkumpul di sini.

Jika kau mampu membayar sejumlah besar donasi maka kau bisa mendapatkan perawatan seperti itu.

"Dunia ini berputar di sekitar uang."

Orang yang bereaksi pada gumamanku adalah pria lain yang mungkin memberikan sumbangan besar juga. 

Dia Kurt, pewaris keluarga Baron Exner.

"Liam, mereka akan marah padamu jika kau tidak diam."

"Kau perlu sedikit bersantai."

Kurt, yang berlatih bersama di mansion Viscount Razel, adalah teman sekelasku.

Orang itu dengan serius ingin menjadi seorang Evil Lord, ia terus-menerus memikirkan cara baru untuk memeras segala yang dia bisa dari rakyatnya.

Dia juga seorang pemegang lisensi untuk gaya ilmu pedang utama dari sekolah Arend.

Wajahnya tampan, dan tubuhnya tinggi.

Beberapa tahun aku belum melihatnya, dia sepertinya sudah matang*.(EDN: dewasa maksudnya)

Dari luar dia terlihat seperti pemuda yang baik dan serius, tapi jika dilihat dari dalam dia sebenarnya adalah penjahat yang bercita-cita tinggi - dia orang yang lucu.

Aku melihat sekeliling,

"Meski begitu, orang-orang di sekitar sini benar-benar terlihat penting."

Hanya dengan melihat saja, kau akan tahu kalau mereka semua orang kaya.

Kurt mengatakan itu wajar,

“Siapa pun yang mendaftar ke gedung sekolah pertama harus seperti itu. Ini adalah tempat yang hanya beberapa orang terpilih yang boleh masuk. ”

Yah, aku adalah penjahat yang memaksakan jalanku ke sini dengan kekuatan uang.

Apa, Kau punya masalah dengan itu? Begitulah adanya.

Selama kau punya uang di dunia ini, Kau bisa menanganinya.

Melihat sekeliling, ada seorang gadis yang menarik perhatian.

"Woah, itu adalah rambut ikal pirang yang sebenarnya."

Ada seorang gadis yang rambutnya pirang panjang ikal.

Punggungnya tegak, dan dia benar-benar memberi kesan seorang gadis bangsawan yang lembut.

Dia memiliki mata biru, berbentuk seperti almond.

Wajahnya kecil, bibirnya merah dan bersemangat, dan ekspresinya benar-benar menggambarkan betapa kuatnya semangat yang dimilikinya.

Dia memiliki dada yang besar untuk seusianya, meninggalkan banyak harapan untuk bagaimana dia menjadi dewasa di masa depan.

Pinggangnya ramping, dan kulitnya terlihat bagus.

Di atas semua itu, dia gemuk di semua tempat yang tepat.

"Dia adalah putri dari sebuah keluarga Duke."

"Seorang putri keluarga Duke?"

"Dia seorang selebriti, kau tidak tahu? Rosetta Ceret Claudia, dia wanita bangsawan yang terkenal, tapi aku tidak tahu lebih dari itu. ”

Ada banyak bangsawan di Dunia ini.

Dalam kasus Kekaisaran, keluarga Duke adalah cabang-cabang keluarga kerajaan, tetapi bahkan pada saat itu jumlahnya sangat tinggi.

Tidak mungkin bagiku untuk mengingat semuanya - secara pribadi, aku hanya bisa menyebutkan beberapa.

"Claudia ... aku hanya tahu namanya."

"Dia berasal dari keluarga matriarkal*, dan rupanya dia satu-satunya putri mereka."(EDN: garis keturunan yang lebih condong ke arah ibunya)

"Satu-satunya anak perempuan?"

Berbahaya jika hanya memiliki satu anak di dunia ini.

Kenapa?

Karena jika anak itu meninggal, maka itulah akhir dari garis keturunannya.

Tentu saja, orang tua hanya perlu membuat anak lagi dalam kasus itu, tapi meskipun begitu, masih berbahaya jika hanya memiliki satu penerus.

"Lalu, bagaimana dengan orang itu di sana? Dia terlihat lebih sombong daripada siapa pun di sini. ”

Aku mengalihkan pandanganku ke seorang pria yang memiliki rambut biru lurus panjang.

Dia adalah seorang pria yang tampak seperti seorang bangsawan yang seharusnya.

Rupanya, namanya adalah Wallace - pangeran ke-120 Kekaisaran. (TLN:BANYAK AMAT)(EDN: kuat juga ya…)

- Berlawanan dengan kasus Rosetta, keluarganya malah memiliki terlalu banyak anak.

Apanya yang seratus dua puluh?

Duke hanya memiliki satu putri sedangkan pangeran itu adalah salah satu dari seratus lebih pangeran.

Keduanya tampak seperti sebuah masalah.

Yah, itu tidak terlalu penting bagiku, jadi aku tidak akan mengatakan apa pun kepada mereka.

Padahal, pasti ada banyak orang dengan wajah cakep di  sini. Aku sudah bisa melihat efek dari jumlah besar sumbangan yang dikirim. 

Satu-satunya keluhan adalah  kami tidak diizinkan membawa pelayan dari rumah kami.

Aku merindukan Amagi, dan mulai merasa rindu rumah.


Bangunan kedua sekolah dasar.

Ini adalah gedung yang disebut tempat para siswa yang menerima 'perlakuan istimewa' dikirim.

Itu adalah tempat yang terisolasi dari gedung sekolah lainnya.

Pesta selamat datang untuk siswa baru diadakan di asrama dekat gedung.

Namun-

"Ayo, menarilah terus!"

"Alkohol, bawa lebih banyak alkohol!"

"Gyahahaha!"

–PSK dipanggil untuk mengadakan pertunjukan tari, dan orang-orang di sana dirawat oleh para pelayan yang dibawa dari wilayah asal mereka.

Piring mewah dan alkohol berjejer di meja besar.

Para siswa yang sudah terdaftar di sana makan dan minum dengan para pendatang baru sambil membuat satu ton kebisingan.

Di tengah-tengah itu semua adalah siswa kelas tiga— [Derrick Sera Berkley].

Dia memiliki rambut cokelat dan warna kulitnya tidak sehat.

Tubuhnya kurus.

Hanya perutnya yang keluar dengan tidak wajar.

Dia saat ini menenggelamkan dirinya dengan alkohol,

“Hei, anak tahun pertama! Jika kau mengikutiku, aku akan memastikan kalau semuanya selalu bagus untukmu! "

Derrick sama dengan Liam. Dia sudah berhasil sebagai kepala keluarganya.

Dia adalah Baron dari wilayah perbatasan.

Namun, ia dilahirkan di tempat yang tidak memiliki masalah keuangan sama sekali.

Kenapa, itu karena dia adalah cabang dari keluarga utama Berkley.

Dia adalah seorang siswa yang memegang posisi yang sama dengan Liam, tetapi bertentangan dengan dia, yang dipanggil 'Pemburu Perompak', dia memiliki moniker* yang berlawanan 'Bangsawan Perompak.' (EDN: sebutan/julukan)

"Derrick, kaulah yang terbaik!"

"Aku akan mengikutimu seumur hidup!"

"Bersulang untuk Derrick!"

Ketika siswa tahun pertama menjawabnya dengan sorak-sorai, Derrick pergi dan minum juga,

“Meski begitu, orang-orang miskin sungguh menyedihkan. Mereka tidak diizinkan datang ke gedung kedua dan dipaksa untuk belajar dengan serius di sini. ”

Hanya orang idiot yang benar-benar belajar di sekolah.

Siswa seperti Derrick, yang menerima perlakuan istimewa dari sumbangan besar mereka semua didorong ke gedung sekolah kedua.

Mereka adalah gangguan yang membawa masalah dan mengganggu pendidikan siswa lain.

Ini adalah salah satu masalah yang belum diselesaikan Kekaisaran.

Salah satu bawahan Derrick membawa laporan tentang mahasiswa baru.

"Derrick, sepertinya Liam memasuki sekolah tahun ini."

"Oh ... siapa?"

"Dia Liam, Kau tahu?"

Derrick, yang kesal dengan kata-kata bawahannya, mengambil sebotol minuman keras dan mengayunkannya ke kepala bocah itu.

Botolnya pecah, membuat alkohol dan darah beterbangan di mana-mana.

"Bangsat, dengan siapa kau berbicara ?! Hei, pukul orang ini. Dia adalah target dari pertandingan berikutnya. ”

Penindasan itu disebut sebagai permainan.

Siswa yang ditargetkan menempel pada kaki Derrick sambil menangis.

"Maafkan aku! Tolong maafkan aku, Derrick! Ini adalah sebuah kesalahan!"

"Diam!"

Setelah menendang bawahannya, Derrick menghela nafas panjang dan duduk di sofa.

Para siswa membeku, dan lingkungan sekitarnya pun menjadi sunyi.

Derrick bisa merasakan rasa frustrasinya meningkat sementara para pelayan mulai membersihkan botol yang pecah.

“Suasana hatiku hancur. Hei, seseorang beritahu aku tentang si Liam itu. ”

"T-tentu saja!"

Dengan musik masih berlangsung di latar belakang, hanya siswa yang memberikan penjelasan berbicara,

“Liam dari Keluarga Count Banfield. Dia adalah orang yang membantai Goaz dan beberapa perompak terkenal lainnya, mendapatkan ketenaran dan keburukan yang cukup untuk mendapatkan julukan, 'Pemburu Perompak.' ”

Derrick mengangkat alisnya.

"'Pemburu Perompak'? Emang iya? Jadi dia musuhku? ”

Bagi Derrick, yang dipanggil 'Bangsawan Perompak', Liam, yang membangun ketenarannya dalam perburuan perompak hanya bisa dianggap sebagai musuhnya. 

Murid-murid lain mencoba menenangkan suasana hati Derrick.

“Ti-tidak mungkin! Tidak mungkin dia bisa menghadapimu, Derrick. "

Derrick mendengar komentar itu dan tertawa,

"Tepat sekali! Dia hanyalah bangsawan rendahan yang sombong karena ketenaran. ”

Derrick teringat sesuatu pada saat itu,

"Oh ya ... rupanya 'Yang Mulia' mendaftar tahun ini."

"Iya! Yang Mulia Pangeran Wallace! "

Derrick menyeringai.

(Pasti lucu jika pria itu yang berlutut di depanku.)

Derrick, yang memiliki pandangan tidak sopan terhadap keluarga kerajaan, berpikir bahwa mahasiswa baru tahun ini akan sangat menyenangkan untuk diganggu.


Ruang kelas di gedung sekolah pertama.

Upacara masuk sudah berakhir dan sekarang kami menghadiri kelas.

“Aku John, dan aku akan menjadi guru kalian mulai hari ini dan seterusnya! Panggil aku Profesor John! "

Daripada dipanggil 'Profesor John', akan lebih tepat untuk memanggil orang yang berdiri di atas panggung sebagai 'Demon Instructor'.

Bukankah guru ini jelas tidak cocok untuk mengajar mereka yang diberi perlakuan istimewa?

Itulah yang aku pikirkan ketika–

"Hei, kau di sana!"

"Apa kau menunjukku?"

Pangeran berambut biru, Wallace berdiri.

Memandangnya dari dekat, aku bisa melihat bahwa dia benar-benar mengenakan anting-anting.

"Ada apa dengan aksesori yang ada di telingamu?"

"Oh, ini? Aku membelinya di kota sebelum upacara masuk. "

Sang pangeran menjawab seolah-olah sedang memandang rendah profesor.

Kepala pelayan mengatakan kepadaku untuk mewaspadai dia - tampaknya dia adalah anak yang bermasalah.

“Wallace, kau seorang pelajar, dan ini adalah tempat di mana kau seharusnya belajar dasar-dasar menjadi seorang bangsawan. Apa kau serius berpikir kami akan mengizinkan aksesori seperti itu? "

"Hah?"

Yang Mulia mulai melihat sekeliling - tidak ada yang mengenakan sesuatu yang bahkan mirip tindikan, meskipun ada orang yang berpakaian sangat aneh.

Bahkan ada orang-orang seperti Tom, seorang siswa laki-laki yang memiliki gaya rambut tornado yang membuatmu mempertanyakan kewarasannya. (TLN:RAMBUT UDAH JADI TRENDING)

Aku merasa jengkel hanya menatapnya.

Namun, Profesor John bahkan tidak mengakuinya.

—Apakah ini kekuatan uang di tempat kerja?

Kepala pelayan mengatakan kepadaku kalau pangeran adalah anak ke seratus dua puluh, ia sebenarnya tidak memiliki banyak nilai.

Jujur, mengapa ada begitu banyak pangeran dan putri?

Terlalu banyak yang benar-benar peduli kepada mereka semua.

"Wallace, push-up seratus kali."

“Tu-tunggu! Ini hanya aksesori! Dan aku-"

"Aku tahu. kau seorang pangeran kekaisaran, tapi kau harus mengerti perilaku tertentu yang diharapkan dari keluarga kerajaan. "

Pendidikan seperti militer?

Yah, aku tidak akan mengatakan apa-apa tentang itu.

Dia tidak melakukan apa pun setelah melihat gaya rambut Tom.

—Kekuatan uang luar biasa.

"Ini sangat salah!"

Profesor John bersikap dingin pada Wallace, yang mengeluh saat melakukan push-up.

“Kaulah yang salah. Kau pikir apa itu sekolah dasar? Nah, mari kita lanjutkan wali kelas. Biarkan aku katakan ini dulu, ini bukan rumahmu. kau akan tinggal di asrama bersama, dan kau harus mengurus dirimu sendiri. "

Meskipun lingkungan sekitar tampaknya tidak terlalu senang dengan itu, ini adalah alam semesta yang memiliki mesin cuci otomatis.

Mereka tampil pada level yang tidak ada bandingannya dengan kehidupanku yang sebelumnya. kau hanya perlu memasukkan pakaian kotor, kemudian setelah dicuci, mereka akan mengeringkan dan menyetrikanya otomatis.

Setelah memasukkannya, maka selesai.

Dalam situasi seperti itu, jika mereka mengatakan kepada kami harus melakukan semuanya sendiri, itu tidak terlalu sulit sama sekali.

"Kau di sini bukan untuk dimanja. kau di sini untuk menjadi bangsawan terhormat yang layak menjadi pilar yang membawa masa depan Kekaisaran. "

Tapi tidak ada alasan untuk menjadi 'bangsawan terhormat' sekarang, kan  ?

Apa SD emang seharusnya seperti ini?

“Di sini, di kelas, kami akan mengajarimu keterampilan hidup dasar. Kebiasaan hidup yang dimanjakan sejauh ini tidak akan ditoleransi. Persiapkan dirimu."

Mari kita bersenang-senang ... di kehidupan SD?

Mungkin agak sulit bagi orang-orang di sini.

"Pertama-tama-"

Namun, aku terkejut setelah mendengar penjelasan Profesor John yang datang sesudahnya.

Itu benar-benar berbeda dari kehidupan sekolah yang kupikirkan.


Wallace Nuh Albalate adalah seorang pangeran kekaisaran.

Masalahnya, dia hanya satu dari ratusan pangeran.

Wallace, yang telah kembali ke kamarnya di asrama, merasakan seluruh tubuhnya sakit saat ia jatuh ke tempat tidurnya.

"Mereka semua, selalu memperlakukanku seperti orang bodoh."

Tidak seperti pangeran lain yang menerima banyak manfaat dan perlakuan istimewa, tidak ada dukungan seperti itu untuk Wallace.

Mungkin saja jika ibunya bangsawan, atau jika haknya untuk mewarisi tahta ada dalam satu digit.

Hingga garis ketiga puluh tujuh, masih mungkin untuk mendapatkan dukungan.

Namun, ratusan yang datang setelah itu diperlakukan bukan sebagai apa-apa selain figuran.

Wallace juga tidak benar-benar melihat dirinya sebagai seorang pangeran.

Bagaimanapun, dia hanya bertemu ayahnya, Kaisar, hanya beberapa kali sepanjang hidupnya.

Dia menghabiskan hidupnya tumbuh di dalam istana, diperlakukan hanya sebagai salah satu dari ratusan lainnya.

“Namun demikian, sekolah dasar tampaknya menjadi tempat yang lebih keras dari yang kuharapkan.”

Wallace berpendidikan baik, tetapi sekolahnya lebih ketat dari yang biasa dia lakukan.

Sudah beberapa hari sejak upacara masuk.

Untuk beberapa alasan, Profesor John memperhatikan Wallace, dan sepertinya marah dengan hampir semua yang dilakukannya.

"Sulit bangun jam lima setiap hari ..."

Mereka harus melakukannya untuk mempersiapkan diri untuk pelatihan pagi yang dimulai pukul tujuh.

Jadwal mereka padat dari pagi hingga malam, jadi dia selalu kembali sambil kelelahan.

Dan di atas segalanya, pelatihan bela diri nya sungguh brutal.

Dia telah mempelajari dasar-dasar seni bela diri kekaisaran sebelumnya, tetapi isi pelajaran itu sulit bagi Wallace, terlepas dari pengalaman sebelumnya dengan sekolah pedang Arend.

"... bisakah aku benar-benar mencapai tujuanku di lingkungan seperti itu?"

Wallace bermimpi.

Dalam mimpi itu dia mandiri dan bebas.

Untuk alasan tersebut-

“Jika aku tidak melakukan ini sekarang, segalanya tidak akan pernah berubah. Aku sudah di sini, jadi aku akan memastikan untuk berhasil! "

—Dia akan menjemput* perempuan. (EDN: mungkin maksudnya memper-istri orang biar lepas dari keluarga kerajaan)

Itu bukan lelucon, Wallace benar-benar perlu menjemput perempuan.

Itu karena melakukan hal itu pasti akan membawanya lebih dekat ke mimpinya.

5 Responses to "Evil Lord Vol 3 Chapter 1 Bahasa Indonesia"

  1. Akhirnya update lagi evil lord, terimakasih banyak min dan lanjut

    ReplyDelete
  2. Akhirnya liris juga walaupun harus nunggu 1 tahun :v

    ReplyDelete
  3. Min cuma ngasih tau nih, WNnya dah diambil ama ft sebelah dan udah dikejer englishnya. tapi gpp deh lanjut aja.

    ReplyDelete
  4. W bingung, si Wallace baik ato jahat dh

    ReplyDelete

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Tengah Artikel 2

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Bawah Artikel

Makasih telah membaca chapter ini. jangan lupa komen cuk!