Maou Gakuin no Futekigousha Chapter 60 Bahasa Indonesia

Dark Mode

Chapter 60 - Pertandingan terakhir antara keduanya

Sorakan nyaring terdengar saat aku berjalan melewati lorong dari ruang tunggu ke arena.

"Lakukan yang terbaik Arnos-chan!"

“Jika kau sudah sejauh ini, kau harus memenangkannya Arnos! Semangat! "

Suara orang tuaku terdengar.

"Kau terlihat keren hari ini Arnos-sama!"

"Kumohon, kematian instan seperti biasa!"

"Tapi jika itu kematian instan kita tidak akan melihat sosok gagah Arnos-sama yang sudah lama tak kita lihat!"

"Kalau begitu lama-lamain sedikit Arnos-sama!"

Suara-suara fan unionku terdengar seperti biasa.

"Di sebelah sana adalah anggota Asosiasi Pedang Iblis Lognos! Seseorang yang meraih kemenangan sempurna tanpa terluka! Ray Grandori! "

Ray muncul dari sisi lain.

Sorakan terdengar dari kursi penonton.

"Ia disini! Aku sudah menunggumu! Pedang Iblis Suci! ”

"Tunjukkan pada anak ras campuran itu kemampuanmu!"

"Ya! Tunjukkan pada orang-orang idiot faksi penyatuan yang sangat bersemangat itu! ”

Faksi kerajaan sedang mendukung Ray.

Pertarungan ini berubah menjadi perang bacot antara faksi penyatuan dan faksi kerajaan.

“Fumu. Berisik sekali. "

"Bukan begitu saja."

Ray tersenyum dengan senyumnya yang biasa.

Itu adalah senyum alami yang penuh semangat. Apakah dia membuat terobosan?

"Sebelum pertandingan dimulai, penyelenggara turnamen memiliki sesuatu untuk diberitahu kepadamu."

Kupikir mereka akan menggunakan beberapa trik kecil dan itu dia.

“Final akan dilakukan di bawah aturan khusus. Pertama, setiap petarung harus memakai gelang. ”

Sementara burung hantu berbicara, penjaga mendatangiku dan Ray.

"Tangan kiri."

Aku mengulurkan tanganku dan aku diberi gelang berkilau.

"Bukan hanya pedang tetapi jika gelang itu dihancurkan, kau akan kalah."

Fumu. Sepertinya itu tidak memotong sihirmu.

Aku melihat lebih dekat.

<Demonic Imbibing Bracelet>. Alat dari zaman mitologi.

Alat itu terus menyerap kekuatan sihir orang yang memakainya. Bagi orang normal, ini akan membuat kau hampir tidak bisa menggunakan sihir.

Aku harus memecahkannya untuk menghentikannya tetapi aku akan kalah.

Sepertinya mereka mencoba untuk membatasi kekuatanku.

"Gelang itu bukan tiruan Arnos Voldigod rendahan."

Sebuah suara yang hanya ditujukan kepadaku menggema langsung di pikiranku melalui Thought Transmission <Liikus>.

Mengikuti jejak sihirnya, aku melihat ke atas dan sepertinya itu dari burung hantu.

"<Demonic Imbibing Bracelet> itu akan terus menyerap kekuatanmu dan mengirimkannya ke lokasi lain."

Ia mengatakan yang sebenarnya. Setelah mengaktifkan mata iblisku, aku bisa melihat garis sihir itu mengalirkan sihir ke suatu tempat.

"Jika kau membatasi kekuatan sihirmu, penyakit roh Sheila akan memburuk dan dia akan mati."

Jadi begitu. Apakah kau siap untuk menghapus rumor dan legenda yang memberi hidup Sheila?

"Dan jika kau menang, Ray Grandori akan menghapus originnya."

Fumu. Aku tidak ragu pedang iblis kontrak akan bekerja jika diaktifkan.

"Baiklah kalau begitu."

Apakah kau mengatakan apa yang ingin kau katakan? Burung hantu memutus <Liikus>.

Kami memakai gelang di bawah mata penjaga. Melihat gelang Ray, aku bisa melihat itu palsu. Itu bukan item sihir.

“Kita sekarang bisa memulai pertandingan final turnamen pedang iblis Deiruheido!

Mulai!!"

Ray menghunuskan Initeio pedang putih murni ke arahku. Menarik pedangku, suara logam ringan berdering saat aku meletakkannya di Initeio sebagai ganti ucapan.

"Aku akan sangat senang jika aku bisa mengayunkan pedangku tanpa berpikir."

“Fumu. Tapi aku tidak akan mengatakan itu sama sekali mustahil. ”

Ray tersenyum samar.

"Bisakah kau bertarung dengan sihirmu yang terkuras?"

"Jangan khawatir. Jika kau mengasihaniku aku, kau akan mati lho. "

"Aku juga berpikir begitu."

Ray menyiapkan pedangnya dan menurunkan pedangku seperti biasa.

Kami sudah berada di zona serang satu sama lain tetapi kami berdua tidak bisa bergerak.

Tidak ada celah dalam pertahanan Ray. Di mana pun aku menyerang, aku akan dilawan oleh pedang putih murni itu.

Sihirku untuk membuka pertahanan apa pun tidak peduli seberapa kuatnya dia, tetapi kali ini tidak akan berhasil karena Initeio akan membatalkan Hiding Magic <Najira> dan Arms Strengthening <Adeshin>.

Aku tidak punya pilihan selain menghindari serangan langsung dan aku tetap tidak bisa menang karena Ray akan menghilang jika aku melakukannya.

Apa yang dapat kulakukan?

Aku bukan berada di jalan buntu, tetapi ini masih merupakan situasi yang sangat menyusahkan.

Aku sedang menunggu untuk melihat bagaimana Ray akan bergerak tetapi dia juga berdiri diam.

Beberapa menit berlalu ketika kami saling memandang, tetapi tiba-tiba Ray berbicara.

"Aku disuruh bermain waktu di final." Ray bergumam.

Aku sedikit terkejut dia tahu itu.

"Lebih menguntungkan, lebih lama aku menunggu."

<Najira> dan <Adeshin> mengkonsumsi banyak kekuatan sihir ditambah sihirku juga terkuras oleh gelang itu.

Jika Ray bersikap defensif maka menyerangkan dengan pedangku akan menjadi hal yang sulit.

Aku tak bergerak tentu saja tidak menguntungkan.

"Tapi aku bosan dengan ini sekarang."

Pada saat yang sama dengan kata-katanya, ujung Initeio melesat ke pipiku dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh matamu.

Untuk memisahkan kami, aku mengayunkan pedangku ke tangan kiri Ray.

Aku mengira Ray akan menghindarinya, tetapi dia melangkah maju dan tubuh kami bersentuhan dengan kuat menghentikan tanganku.

Pada jarak ini tidak mungkin untuk mengayunkan pedangku.

"...... Fuu ... ..!"

Teknik apa itu? Jarak sempit yang tidak mungkin bagi pedang untuk menyerang daguku.

Mundur untuk menghindarinya, pedang putih murni mendekat ke wajahku saat aku tak seimbang.

Jika aku menerimanya, aku akan hancur.

Dalam hal itu--

“……….!?”

Pedang Ray menyayat tangan kiriku. Dagingku sobek dan bilahnya mencapai tulangku di tempat ia berhenti menyayat.

"Aku minta maaf untuk mengatakannya, tetapi tulangku sangat keras lho."

"Tubuhmu kuar seperti biasa, Arnos."

Ray menarik Initieo dan mundur menyiapkan kuda-kuda lagi.

Melihatnya tangan kirinya tergantung secara tidak wajar.

Dipikir-pikir, Ray juga lebih lambat dari biasanya dan dia hanya menggunakan satu tangan. Jika dia menggunakan keduanya, dia akan memotong tanganku.

"Tanganmu kenapa?"

Ray tersenyum.

"Aku ingin pertandingan kita adil."

"Apakah kau menyayat tanganmu sendiri?"

"Ya. Tapi ini cukup menyakitkan. ”

Ray memegang Initeio di tangan kanannya seperti bukan apa-apa.

"Apakah itu tidak apa apa?"

Menyerah bermain untuk waktu dan menyayat tangannya sendiri adalah tindakan pengkhianatan terhadap faksi kerajaan.

Kontrak untuk merawat ibunya akan rusak.

"Arnos. Dalam kompetisi grup kupikir aku akhirnya bertemu denganmu. Lawan yang tidak bisa kukalahkan bahkan jika aku mempertaruhkan seluruh kekuatan pedang ini. Aku ingin melawanmu dengan semua yang kumiliki. "

Dia terus siaga saat dia terus berbicara dengan tenang.

"Namun, selama aku dan ibuku disandera kau tak bisa mengerahkan semua kekuatanmu."

Ray pasti diawasi. Iblis yang menanamkan pedang iblis kontrak pasti menyadari apa yang dia katakan.

"Aku banyak berpikir tapi yang kumiliki hanyalah ilmh pedang."

Ray berbicara dengan nada tegas.

"Aku mengkhianati kontrak dan sekarang pedang kontrak memotong originku."

Seperti yang diharapkan, bagaimanapun, orang biasa pasti mati pada titik ini setelah origin mereka dipotong. Hanya tinggal menunggu waktu bagi Ray.

“Aku akan segera mati dan ibuku juga tidak bisa diselamatkan. Kau tidak perlu khawatir lagi. "

Ray mengarahkan ujung pedangnya ke tangan kiriku.

"Aku akan menang untuk melindungi pertemananku denganmu."

Jika Ray menghancurkan gelang yang kupakai dan jika burung hantu mengatakan yang sebenarnya maka itu akan membunuh Sheila.

Jika aku tidak merusaknya, itu akan terus menyerap sihirku selamanya.

Dia pasti menilai bahwa aku tidak akan meninggalkan Sheila sehingga dia akan mengakhiri kehidupan ibunya sendiri.

Untuk melindungiku, kau menawarkan hidupmu sendiri?

“Tidakkah kau meminta bantuanku?” (A)

"Kau mungkin mati."

"Aku tak akan mati."

"Mungkin, tapi mungkin juga kau akan mati. Tidak peduli berapa banyak kau membantuku, tipe teman seperti apa aku jika aku terus menempatkanmu dalam bahaya? ”(R)

Ray tertawa.

“Ini adalah solusi terbaik untukku juga. Aku akhirnya bisa mengalahkanmu dan melindungimu. "(R)

Jadi begitu. Ini adalah cerita yang berdasarkan padaku.

Jika gelang ini dihancurkan maka keselamatan Sheila tidak dapat dipastikan, bagaimanapun, burung hantu tidak mengatakan apapun tentang pedangku yang patah.

Dengan kata lain tujuan mereka adalah kekuatan sihirku. Mereka tidak peduli siapa yang memenangkan turnamen ini.

Aku bisa kehilangan tujuan, mengeluarkan pedang iblis kontrak dari Ray dan bertarung lagi setelah menghancurkan rencana Avos Dillheavia itu.

Orang pintar akan melakukan itu.

Tetapi aku tak bisa melakukannya.

Bahkan dalam situasi di mana originnya Ray sedang dipotong, Ray ingin melawanku.

Dia tidak menginginkan ketenaran atau status, dia hanya menginginkan pedang. Di saat-saat terakhirnya, Ray memberikan segalanya untuk pedangnya.

Kau mungkin menganggapnya orang bodoh, tetapi itulah yang diinginkannya.

Jika aku menundanya maka aku tak akan memenuhi syarat untuk menjadi teman pria ini.

“Jangan menyerah pada musuh dan jangan mengandalkanku, tetaplah pada keyakinanmu. Itulah yang dilakukan temanku. ”

Aku mengambil satu langkah ke depan.

"Kau tidak perlu memikirkan apa-apa lagi, Ray. Faksi penyatuan atau Faksi kerajaan. Lupakanlah bahkan tentang ibumu. Hanya ada aku dan kau sekarang. "

Ray tersenyum tulus.

"Sekarang, datanglah. Mari bermain."

Aku akan menghalangi apa pun yang direncanakan Avos Dillheavia nanti.

Orang tuaku mendukungku, aku berjanji kepada Misha bahwa aku akan menang dan Ray menantangku untuk bertarung.

Ini tidak ada hubungannya dengan raja iblis tirani yang dilahirkan kembali. Ini adalah pertandingan final antara kami berdua.

9 Responses to "Maou Gakuin no Futekigousha Chapter 60 Bahasa Indonesia"

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Tengah Artikel 2

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Bawah Artikel

Makasih telah membaca chapter ini. jangan lupa komen cuk!