Nido Tensei Shita Shounen Chapter 34 Bahasa Indonesia
Dark Mode
Chapter 34 - Lahan dan Rencana Besar untuk Panen
"Siapa sangka bahwa tiga orang ini adalah penipu..."
Kami yang menangkap tiga orang penipu tersebut, menjelaskan kepada penduduk desa bahwa mereka adalah penipu jahat dan bahwa mereka yang ketahuan berusaha melarikan diri karena disaksikan oleh kepala desa, terancam untuk dibunuh oleh mereka .
Penduduk desa menatap dengan marah tiga orang yang diikat dan terguling-guling di tanah.
"""Hiii!"""
Meskipun lukanya sudah tak berdarah lagi, mereka bertiga yang diikat dan kakinya yang terluka merasa gemetaran tanpa bisa melarikan diri.
"Ijinkan kami untuk beterima kasih banyak karena telah menangkap orang-orang ini."
Mengatakan itu, kepala desa dan yang lain membungkuk kepada kami.
"Jangan khawatirkan tentang hal itu. Aku tidak ingin mengatakan ini, tapi aku hanya bertarung melawan orang-orang untuk membalas dendam." (Ririera)
Meski Ririera-san menahan diri seperti itu, tapi aku tahu dia khawatir tentang kepala desa dan semua orang di desa yang ditipu. Itu bukan hanya untuk balas dendam.
"Dan jika kau ingin berterima kasih, maka berterima kasihlah kepadanya. Ini semua berkat orang itu bahwa kami bisa mengikuti mereka tanpa ketahuan dan menagkapnya di tempat." (Ririera)
Are? Entah kenapa semua pandangan menuju ke arahku?
"Ooh, terima kasih banyak! Berkatmu, kami semua selamat!"
""""Terima kasih banyak!!""""
"Uwah, aku tidak benar-benar melakukan banyak hal kali ini!" (Rex)
"Tidak, tidak, itu tidak normal untuk tidak merasakan apa-apa dari lawanmu meskipun berada hadapannya. Maksudku, jika kau mengatakan itu, aku juga tidak melakukan banyak hal." (Ririera)
Aku merasa bingung dan lucu bahwa Ririera-san tidak melakukan banyak hal dan berterima kasih.
Ah, tidak, aku sangat menikmati perasaan ini. Maksudku, aku sudah selalu seperti ini sejak menjadi seorang petualang.
“Yah, meski begitu memang benar aku bisa menangkap mereka berkat Rex-san. Karena aku bertemu denganmu, aku dapat mencapai sejauh ini. Aku bisa menyelesaikan semua ikatan ini. Karena itu, sungguh… Terima kasih banyak." (Ririera)
Ririera-san membungkuk dalam-dalam dan mengungkapkan rasa terima kasihnya.
Tunggu-tunggu, tolong beri aku istirahat sebentar.
"Ahaha, jangan khawati tentang hal itu. Selain itu, Ririera-san telah bekerja keras sampai saat ini. Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil pada hari ini. Selamat." (Rex)
Aku memberikan selamat kepada Ririera-san, yang telah mampu menyelesaikan ikatan dari masa kecilnya.
"Ooh, aku tidak tahu apa itu, tapi sepertinya itu hal yang hebat! Selamat!"
""""Selamat!!""""
Semua orang di desa juga memberi ucapan selamat kepada Ririera-san, entah apa itu karena ketegangan dilarut malam.
"Ooh, lihat itu! Matahari pagi tampaknya memberkati kita!"
Dan kepala desa menunjuk ke arah matahari pagi yang mulai terbit.
Aah, pada akhirnya pagi hari telah tiba sejak kami mengawasi ketiganya ya?
"Aku ingin mengucapkan terima kasih atas bantuanmu, jadi silakan sarapan di rumahku!"
Kami didorong oleh kepala desa dengan semangat, dan akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke rumah kepala desa.
◆
"Meski begitu, sangat bagus untuk dapat menangkap penipu itu, tapi apa yang harus aku lakukan sekarang?"
Setelah selesai makan dan menenangkan diri, kepala desa mengatakan itu dan menghela napas.
"Aah, memang benar situasinya telah kembali ke keadaan semula dan ini belum terpecahkan." (Rex)
Pada akhirnya, karena monster tidak dimusnahkan, situasinya tidak menjadi lebih baik.
“Meskipun demikian, seperti yang terjadi didepan mataku semalam, aku tidak bisa membiarkan orang lain meniru hal yang sama dengan niat baik seperti itu… Bagaimana ini… Haa.”
Yah, itu tepat setelah terjadi penipuan sih.
"Aku ingin menyingkirkan monster, tetapi pada akhirnya, itu tidak benar-benar menjadi solusi." (Ririera)
Seperti yang dikatakan Ririera-san, ada banyak monster di sekitar ibukota, jadi jika kau tidak mengatasi penyebabnya, monster tersebut akan datang lagi dan kau harus menyewa petualang lain.
Bahkan di ibukota, negara sedang mencari penyebab dari wabah monster ini, dan akhirnya itu adalah masalah yang harus dipecahkan.
Tetapi sampai saat itu tiba, aku tidak dapat membantu selain mengatakan bahwa desa ini sedikit berbahaya.
"Hei, apa Rex-san mempunyai suatu ide yang bagus?" (Ririera)
Ririera-san mengangkat tangannya dan bertanya apakah aku mempunyai sebuah ide.
"Itu benar ... Jika begitu, bukankah itu bagus jika ini bukan quest untuk pemusnahan monster?" (Rex)
" Jika ini bukan quest untuk pemusnahan monster!? Apa maksudnya!?"
Baik Ririera-san maupun kepala desa mengangkat kepala mereka, mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak mengerti.
“Dengan kata lain, jika kau mencoba mengusir monster yang mengincar ladang, kau tidak akan punya cukup uang. Tetapi jika kau mempersempit isi quest-nya, bukankah kau dapat meminta quest dengan imbalan yang lebih murah?” (Rex)
"Mempersempit? Tapi kau tak akan mendapatkan quest hanya untuk menyingkirkan monster lemah bukan?" (Ririera)
"Ya itu benar."
Ririera-san, yang mendengar kata-kataku, bertanya kepada kepala desa. Dan kepala desa menjawab bahwa itu tidak berguna. Ya, waktu itu kami ada di sana.
"Jadi kau tidak harus bertarung dengan monster sejak awal." (Rex)
""Apa maksudmu?""
Ririera-san dan kepala desa mengajukan pertanyaan dengan kepala terangkat.
"Dengan kata lain, cara untuk menyelesaikannya tanpa bertarung melawan monster, kau hanya perlu mengindari monster!" (Rex)
"Menghindari monster!? Apakah ada hal seperti itu!?"
"Ah jadi begitu ya! Seperti yang di lakukan di desaku!" (Ririera)
Ririera-san tampaknya telah menyadari niatku segera.
"Are? Tapi bukankah itu cukup mahal? Karena desaku adalah kota pos, bukankah itu adalah proyek besar yang melibatkan negara dan guild petualang?" (Ririera)
"T-Tolong tunggu! Desaku tidak punya uang sebanyak itu! Selain itu desa ini bukan tempat untuk menjadi kota pos."
Memang benar, sederhanannya, desa ini adalah daerah terpencil.
"Aku tahu. Karena itu aku bisa melakukan sesuatu yang lebih murah."
“Kau bisa melakukan hal seperti itu!?”
“Ya, desa Ririera-san berada di hutan majuu yang dikelilingi oleh monster, jadi aku memutuskan untuk membuat penghalang, tetapi di desa biasa kau bisa membuatnya lebih murah.” (Rex)
"Ooh! Menakjubkan! Jadi cara apa itu!?"
Kepala desa mendesakku untuk segera memberitahu.
Ririera-san juga penasaran.
"Caranya adalah membuat ramuan dengan menggunakan tanaman obat tertentu." (Rex)
""Ramuan?""
“Ya, seperti penolak serangga, ini adalah ramuan untuk mengusir monster.” (Rex)
Aku menjelaskan kepada keduanya apa ramuan untuk mengusir monster itu.
“Ramuan untuk mengusir monster itu seperti dupa yang mengeluarkan bau yang tidak disukai monster. Dan monster datang karena mencium bau hewan ternak dan tanaman di desa. Itu sebabnya, menimpa bau ternak itu dengan bau yang tidak enak untuk mengusir monster.” (Rex)
"Jadi begitu, Jika itu adalah tempat yang baunya tidak enak, itu adalah sesuatu yang kamu tidak ingin dekat dengannya!" (Ririera)
"Ooh, itu menakjubkan! Jika kamu mengetahui cara membuat ramuan itu, penduduk desa akan bisa membuat obat itu sendiri!"
Ya, hal bagus tentang metode ini adalah siapa pun bisa membuat ramuan pengusir monster ini selama mereka memiliki bahannya.
Bahkan, ini sangat populer di seluruh dunia sehingga ramuan pengusir monster ini dibuat di rumah dan anak-anak memiliki kantong ramuan tersebut.
Dengan ramuan ini, bahkan jika kau tidak dapat menggunakannya terhadap monster yang kuat, kau dapat mengharapkan efek yang baik jika itu berhadapan monster yang memiliki kekuatan rata-rata.
"Kalau begitu, aku akan mengumpulkan bahan untuk ramuan jadi kepala desa harus mengajukan quest untuk pengumpulan bahan obat di Guild Petualang. Dan ketika quest itu diajukan, katakan bahwa Ririera-san akan menerima quest itu." (Rex)
"Ini juga berfungsi sebagai pengawal kepala desa ya." (Ririera)
Seperti yang diharapkan dari Ririera-san, cepat dalam menangkap pembicaraan.
Dengan begitu kami mengambil tindakan yang berbeda dan memulai setiap pekerjaan.
"Kyuu!" (Mofumofu)
Eh? Mofumofu pergi untuk berburu makan?
Jangan berkeliaran terlalu jauh lho?
◆
"Sekarang, penghindaran monster macam apa yang harus aku buat?" (Rex)
Aku berjalan keliling desa dan mencari bahan untuk penghindaran monster.
"Jika itu menjadi ramuan yang mudah dibudidayakan dan diproses sesuai dengan tanah di desa... Ah, selain itu dalam keadaan darurat, itu bagus bahwa tanaman obat tersebut tumbuh di tempat di mana mudah untuk pergi langsung untuk mengumpulkannya." (Rex)
Aku memutuskan ramuan obat macam apa yang akan kubuat dan mengumpulkan tanaman obat yang dapat dikumpulkan di dekat desa.
"Gyuu!"
"Kisyaaaa!"
Ketika aku melihat ke kejauhan, Mofumofu sedang berburu monster. Dia hanya makan daging, tetapi apa dia tidak apa-apa jika tidak makan sayuran?
"Mokyu mokyu!"
Jika kau melihat lebih dekat, kau dapat melihat bahwa Mofumofu sedang makan rumput ungu yang ada pada daging monster. Ya, itu makanan enak dengan keseimbangan gizi yang baik.
Are? Apakah itu artinya Mofumofu adalah omnivora?
"Yah, biarlah. Mumpung begitu aku akan membiarkan Mofumofu untuk mengurangi monster di sekitar desa." (Rex)
Aku meninggalkan monster yang mendekati desa kepada Mofumofu dan melanjutkan pengumpulan tanaman herbal.
"Gyaoooo!!"
Ups, itu Shadow Fox.
Tidak begitu besar, tetapi merepotkan jika membiarkannya tumbuh, jadi ayo kita bunuh.
"Ei!" (Rex)
Kalahkan Shadow Fox dengan satu serangan.
"Are? Dia..." (Rex)
Ketika aku melihat Shadow Fox yang kukalahkan, aku menemukan rumput ungu di mulutnya.
"Bukankah ini rumput sihir?" (Rex)
Rumput sihir yang disukai monster untuk dimakan. Selama waktu ini, ada kerusuhan yang disebabkan oleh rumput sihir.
"Apakah dia juga takut kalau terdapat koloni di dekatnya? Jika kau menemukannya, kau harus membakarnya."
Lagipula, itu terlihat seperti barang terlarang di era ini. Untuk saat ini, ayo bakar rumput sihir yang ditakuti oleh Shadow Fox yang kubunuh.
◆
"Yosh, kelihatannya tidak apa-apa jika aku mengumpulkan sebanyak ini." (Rex)
Setelah mengumpulkan cukup tanaman herbal, aku kembali ke desa.
Kemudian aku meminta penduduk desa untuk mengubur sebagian besar tanaman herbal di ladang desa.
Dengan begitu desa ini siap untuk produksi massal obat penghindaran monster.
"Sisanya adalah menunggu sampai kepala desa kembali setelah mengeringkan tanaman obat..." (Rex)
Karena aku tidak melakukan apa-apa lagi, aku memberikan penjelasan tentang penanaman tanaman herbal kepada penduduk desa sambil memeriksa kekeringan tanaman herbal.
"... Aku bosan." (Rex)
Meski begitu, akan membutuhkan waktu sebelum Ririera-san dan yang lain kembali dari ibu kota.
Aku sudah tidak melakukan apa-apa, secara harfiah, aku nganggur.
"... Hmm... Aku ingin tahu apakah aku bisa membantu pekerjaan di lapangan?" (Rex)
Jika kau memutuskan untuk melakukan sesuatu, kau harus segera bertindak.
"Permisi, apakah ada yang bisa kubantu?" (Rex)
Aku berbicara dengan seorang penduduk desa yang bertani di ladang terdekat.
"Eeh!? A-Aku tdak bisa membuat penolong desa melakukan pekerjaan!"
Ahaha, itu bukan sesuatu yang hebat kok?
“Aku tidak melakukan apa-apa sampai kepala desa dan yang lain kembali. Aku juga bertani di kota asalku, jadi tolong biarkan aku membantu.” (Rex)
"... Jika kau berkata begitu, bisakah kau membantuku menyiangi?"
"Aku mengerti!" (Rex)
Penduduk desa itu meminjamkan alat-alat pertanian dengan perasaan enggan.
Aku pandai menyiangi lho!
“Meski begitu, gulma di desa ini kecil ya. Sepertinya sihir yang lebih lemah dari biasanya itu bagus." (Rex)
Aku memilih sihir penyiangan untuk digunakan dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman di desa.
"Yosh, ayo lakukan ini! Chase Stinder!” (RAW: チェイスティンダー)
Aku mengaktifkan sihir benih api yang kecil.
Tapi itu bukan hanya sihir benih api.
"Bakar hanya gulma kecil!" (Rex)
Di bawah arahanku, api hanya mulai membakar gulma di ladang.
"O-Ooh!? Apa itu!?"
Penduduk desa itu mengeluarkan suara kejutan.
"Ini sihir yang hanya membakar gulma kecil." (Rex)
“A-Apakah ada sihir yang berguna seperti itu !?”
"Ya, ini adalah sihir dasar yang sangat sederhana." (Rex)
"O-Ooh, sihir itu menakjubkan..."
Sementara penduduk desa terkejut, sihir benih api membakar habis gulma di ladang.
" Jika kau meninggalkan abu gulma sebagaimana adanya, ia akan menyuburkan ladang, sehingga kau dapat meninggalkannya seperti itu." (Rex)
"A-Aku mengerti! Yah, aku benar-benar bersyukur bahwa kau tidak hanya menyiangi gulma dalam hitungan detik, tetapi juga menyuburkan ladang! Itu karena akhir-akhir ini sudah sangat buruk!"
"Benarkah?" (Rex)
“Ya, ladang ini telah memburuk selama beberapa tahun terakhir. Tidak hanya menghabiskan uang untuk membunuh monster-monster itu, tapi kami juga dalam masalah karena ladangnya tidak berfungsi dengan baik dan penghasilan kami menurun.”
"Jadi itu yang terjadi ya." (Rex)
Mungkin itulah salah satu alasan mengapa mereka tidak bisa membayar untuk penaklukkan monster.
Tapi Panen yang buruk ya… Jika itu benar, abu gulma saja tidak akan memberikan nutrisi yang cukup.
"Terima kasih atas bantuannya!"
Setelah selesai menyiangi, penduduk desa tersebut berterima kasih.
"Meski kau berkata begitu, kalau begitu aku tidak bisa menghabiskan waktuku." (Rex)
Karena itu akan berakhir dalam waktu singkat, jadi aku berada dalam sedikit masalah.
Dan dari percakapan dengan penduduk desa, aku menemukan hal lain yang ingin kulakukan.
"Mumpung ada kesempatan, ayo membuat ramuan yang akan membuat sayuran di ladang menjadi sehat." (Rex)
Ya, Ini juga akan membantu pekerjaan pertanian. Cukup menaburkan sidikit ramuan di ladang.
Aku memutuskan untuk melakukannya dan meninggalkan desa mencari tanaman herbal untuk membuat obat baru.
◆
"A-A-A-Apa-apaan iniiiiiiiiii!?"
Namaku adalah Author(?). (RAW:オーサー)
Aku adalah kepala desa di desa Honjio.
Aku datang ke ibukota untuk menyingkirkan monster yang menimpa desa, tetapi aku tidak bisa mendapatkan pekerjaan karena aku tidak memiiki cukup imbalan.
Sebaliknya, itu adalah tempat di mana kami tertipu oleh para penipu dan uang kami diambil.
Uang yang dikumpulkan oleh semua orang di desa dengan keinginan untuk bertahan hidup.
Itu adalah kejadian yang benar-benar berbahaya, tetapi berkat dua petualang muda yang entah bagaimana memiliki hubungan dengan penipu itu, penipu itu tidak mendapatkan apa-apa.
Dan bukan hanya itu, tetapi penolong kami Rex-dono mengatakan bahwa dia akan membuat ramuan untuk mengusir monster.
Mengikuti instruksi dari Rex-dono, aku yang meminta quest di guild petualang untuk quest mengumpulkan ramuan herbal kembali ke desa dengan penolong kami yang lain, Ririera-dono.
Dan ketika aku kembali ke desaku tercinta, aku melihat setumpuk tanaman.
Tidak, apa sebenarnya itu?
"Ah, kau melakukannya ya…" (Ririera)
Ririera-san, yang sepertinya tahu sesuatu, menyentuh dahinya.
“A-Apakah kau mengetahui sesuatu!?”
"Etto, bukankah lebih baik langsung bertanya kepada orang itu?" (Ririera)
Di sudut ladang, tempat Ririera-dono menunjuk, ada sosok Rex-dono yang membawa sayuran besar bersama para pemuda di desa.
"R-Rex-donooo! Apa yang sebenarnya terjadiiiiii!?”
“Ah, kepala desa! Selamat datang kembali!" (Rex)
Tapi Rex-dono menyapa kita seolah-olah tidak ada yang terjadi.
"Rex-san, apa sebenarnya sayuran besar itu!?"
Itu besar jika dilihat dari kejauhan, tapi itu bahkan lebih besar jika dilihat dari dekat. Apakah itu benar-benar sayuran?
"Yah, ketika aku menggunakan ramuan untuk meningkatkan hasil panen, itu lebih besar dari yang diharapkan." (Rex)
“R-Ramuan!?”
"Ya, baru-baru ini aku mendengar bahwa panen di desa buruk, jadi aku menaruh ramuan untuk menyuburkan tanah di ladang." (Rex)
"Bukan itu saja kan? Kenapa kau sudah memanennya?" (Ririera)
I-Itu benar! Memang benar, ini seharusnya belum waktunya memanen!?
“Kau tahu, untuk memastikan ramuan itu bekerja dengan baik, aku menumbuhkannya sampai aku bisa memanennya dengan sihir pendorong pertumbuhan. Ah, tentu saja, aku memiliki izin dari pemilik ladang." (Rex)
Ketika Rex-dono mengatakan itu, para pemuda di desa tertawa.
"Yah, itu karena kami diberitahu bahwa kami dapat memanen ladang dengan cepat…"
"Meski begitu, kalian..."
Apakah semua orang menggunakan ramuan dan sihir di ladang...?
Tapi sayuran ini... itu, bagaimana mengatakannya ya...
"Jadi, bisakah kau makan sayur ini dengan baik?" (Ririera)
Ririera-dono mengatakan apa yang kupertanyakan.
U-Umu, itu benar.
Apakah benar-benar tidak apa-apa memakan tanaman yang sangat besar, meskipun mengesampingkan niat baik dari penolong desa kami?
Selain itu, apakah rasanya enak atau tidak?
"Jika itu masalahnya, semua orang sudah mencicipinya dan mengatakan bahwa tidak ada masalah." (Rex)
“B-Begitukah!?”
Ketika melihat para pemuda itu, semua orang berdiri dan menunjukkan senyum.
"Itu benar! Itu sangat lezat sehingga kami menumbuhkannya di ladang kami juga!"
Rupanya mereka mencobanya di ladang seseorang dan kemudian ingin menumbuhkannya di ladang mereka sendiri.
Aku lega mengetahui bahwa hanya ada pemisahan* seperti itu. (EDN: “I was relieved to know that there was such a separation.”, ini versi RAW yang gw terjemahin ke Bahasa Inggris, gw juga bingung apa maksudnya, silahkan komen jika ada yg tau :v)
Ah, tidak, sudah kuduga aku tidak yakin.
"Mumpung begitu, bagaimana kalau kalian berdua memakannya?" (Rex)
Mengatakan itu, Rex-dono menyajikan sate kentang panggang dan ikan bonito bakar.
Karena sayuran itu tumbuh begitu besar sehingga tidak bisa dimasak tanpa dipotong.
"Karena itu untuk memeriksa rasa tanaman, ini tidak dibumbui." (Rex)
Fumu, kau ingin aku merasakan rasanya seperti itu ya.
"K-Kalau begitu..."
Aku langsung memasukkan kentang panggang ke mulutku.
"Ho-Hofuu!"
Sebuah kentang panas mengamuk di mulutku dan lidahku seperti terbakar.
Tapi apa ini, apa ini?
"E-Enak! Uenak! Uenaak!"
Tidak berguna, tidak ada kata lain yang keluar selain itu!
Enak, pokoknya uenak.
Aku pikir rasanya akan aneh , tapi sama sekali tidak seperti itu.
Terasa lembab dan rasanya seperti sup kental di mulut.
"Ini luar biasa." (Ririera)
Ririera-dono, yang juga mencicipi, memberikan suara kejutan.
Aku mengerti. Sungguh mengerti. Aku sangat mengerti.
Ini tidak baik, aku tidak bisa mengatakan banyak tentang rasanya.
“Luar biasa kan, kepala desa! Ada banyak lho! Dan sayuran lainnya juga!"
Dengan kata lain, ada banyak makanan lezat seperti ini!?
Ooh, ini, apa yang harus aku katakan tentang ini? aku hanya bisa memikirkan satu kata untuk menyampaikan perasaan ini.
"UENA’ PUOOOLL!"
"Siapa sangka bahwa tiga orang ini adalah penipu..."
Kami yang menangkap tiga orang penipu tersebut, menjelaskan kepada penduduk desa bahwa mereka adalah penipu jahat dan bahwa mereka yang ketahuan berusaha melarikan diri karena disaksikan oleh kepala desa, terancam untuk dibunuh oleh mereka .
Penduduk desa menatap dengan marah tiga orang yang diikat dan terguling-guling di tanah.
"""Hiii!"""
Meskipun lukanya sudah tak berdarah lagi, mereka bertiga yang diikat dan kakinya yang terluka merasa gemetaran tanpa bisa melarikan diri.
"Ijinkan kami untuk beterima kasih banyak karena telah menangkap orang-orang ini."
Mengatakan itu, kepala desa dan yang lain membungkuk kepada kami.
"Jangan khawatirkan tentang hal itu. Aku tidak ingin mengatakan ini, tapi aku hanya bertarung melawan orang-orang untuk membalas dendam." (Ririera)
Meski Ririera-san menahan diri seperti itu, tapi aku tahu dia khawatir tentang kepala desa dan semua orang di desa yang ditipu. Itu bukan hanya untuk balas dendam.
"Dan jika kau ingin berterima kasih, maka berterima kasihlah kepadanya. Ini semua berkat orang itu bahwa kami bisa mengikuti mereka tanpa ketahuan dan menagkapnya di tempat." (Ririera)
Are? Entah kenapa semua pandangan menuju ke arahku?
"Ooh, terima kasih banyak! Berkatmu, kami semua selamat!"
""""Terima kasih banyak!!""""
"Uwah, aku tidak benar-benar melakukan banyak hal kali ini!" (Rex)
"Tidak, tidak, itu tidak normal untuk tidak merasakan apa-apa dari lawanmu meskipun berada hadapannya. Maksudku, jika kau mengatakan itu, aku juga tidak melakukan banyak hal." (Ririera)
Aku merasa bingung dan lucu bahwa Ririera-san tidak melakukan banyak hal dan berterima kasih.
Ah, tidak, aku sangat menikmati perasaan ini. Maksudku, aku sudah selalu seperti ini sejak menjadi seorang petualang.
“Yah, meski begitu memang benar aku bisa menangkap mereka berkat Rex-san. Karena aku bertemu denganmu, aku dapat mencapai sejauh ini. Aku bisa menyelesaikan semua ikatan ini. Karena itu, sungguh… Terima kasih banyak." (Ririera)
Ririera-san membungkuk dalam-dalam dan mengungkapkan rasa terima kasihnya.
Tunggu-tunggu, tolong beri aku istirahat sebentar.
"Ahaha, jangan khawati tentang hal itu. Selain itu, Ririera-san telah bekerja keras sampai saat ini. Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil pada hari ini. Selamat." (Rex)
Aku memberikan selamat kepada Ririera-san, yang telah mampu menyelesaikan ikatan dari masa kecilnya.
"Ooh, aku tidak tahu apa itu, tapi sepertinya itu hal yang hebat! Selamat!"
""""Selamat!!""""
Semua orang di desa juga memberi ucapan selamat kepada Ririera-san, entah apa itu karena ketegangan dilarut malam.
"Ooh, lihat itu! Matahari pagi tampaknya memberkati kita!"
Dan kepala desa menunjuk ke arah matahari pagi yang mulai terbit.
Aah, pada akhirnya pagi hari telah tiba sejak kami mengawasi ketiganya ya?
"Aku ingin mengucapkan terima kasih atas bantuanmu, jadi silakan sarapan di rumahku!"
Kami didorong oleh kepala desa dengan semangat, dan akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke rumah kepala desa.
◆
"Meski begitu, sangat bagus untuk dapat menangkap penipu itu, tapi apa yang harus aku lakukan sekarang?"
Setelah selesai makan dan menenangkan diri, kepala desa mengatakan itu dan menghela napas.
"Aah, memang benar situasinya telah kembali ke keadaan semula dan ini belum terpecahkan." (Rex)
Pada akhirnya, karena monster tidak dimusnahkan, situasinya tidak menjadi lebih baik.
“Meskipun demikian, seperti yang terjadi didepan mataku semalam, aku tidak bisa membiarkan orang lain meniru hal yang sama dengan niat baik seperti itu… Bagaimana ini… Haa.”
Yah, itu tepat setelah terjadi penipuan sih.
"Aku ingin menyingkirkan monster, tetapi pada akhirnya, itu tidak benar-benar menjadi solusi." (Ririera)
Seperti yang dikatakan Ririera-san, ada banyak monster di sekitar ibukota, jadi jika kau tidak mengatasi penyebabnya, monster tersebut akan datang lagi dan kau harus menyewa petualang lain.
Bahkan di ibukota, negara sedang mencari penyebab dari wabah monster ini, dan akhirnya itu adalah masalah yang harus dipecahkan.
Tetapi sampai saat itu tiba, aku tidak dapat membantu selain mengatakan bahwa desa ini sedikit berbahaya.
"Hei, apa Rex-san mempunyai suatu ide yang bagus?" (Ririera)
Ririera-san mengangkat tangannya dan bertanya apakah aku mempunyai sebuah ide.
"Itu benar ... Jika begitu, bukankah itu bagus jika ini bukan quest untuk pemusnahan monster?" (Rex)
" Jika ini bukan quest untuk pemusnahan monster!? Apa maksudnya!?"
Baik Ririera-san maupun kepala desa mengangkat kepala mereka, mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak mengerti.
“Dengan kata lain, jika kau mencoba mengusir monster yang mengincar ladang, kau tidak akan punya cukup uang. Tetapi jika kau mempersempit isi quest-nya, bukankah kau dapat meminta quest dengan imbalan yang lebih murah?” (Rex)
"Mempersempit? Tapi kau tak akan mendapatkan quest hanya untuk menyingkirkan monster lemah bukan?" (Ririera)
"Ya itu benar."
Ririera-san, yang mendengar kata-kataku, bertanya kepada kepala desa. Dan kepala desa menjawab bahwa itu tidak berguna. Ya, waktu itu kami ada di sana.
"Jadi kau tidak harus bertarung dengan monster sejak awal." (Rex)
""Apa maksudmu?""
Ririera-san dan kepala desa mengajukan pertanyaan dengan kepala terangkat.
"Dengan kata lain, cara untuk menyelesaikannya tanpa bertarung melawan monster, kau hanya perlu mengindari monster!" (Rex)
"Menghindari monster!? Apakah ada hal seperti itu!?"
"Ah jadi begitu ya! Seperti yang di lakukan di desaku!" (Ririera)
Ririera-san tampaknya telah menyadari niatku segera.
"Are? Tapi bukankah itu cukup mahal? Karena desaku adalah kota pos, bukankah itu adalah proyek besar yang melibatkan negara dan guild petualang?" (Ririera)
"T-Tolong tunggu! Desaku tidak punya uang sebanyak itu! Selain itu desa ini bukan tempat untuk menjadi kota pos."
Memang benar, sederhanannya, desa ini adalah daerah terpencil.
"Aku tahu. Karena itu aku bisa melakukan sesuatu yang lebih murah."
“Kau bisa melakukan hal seperti itu!?”
“Ya, desa Ririera-san berada di hutan majuu yang dikelilingi oleh monster, jadi aku memutuskan untuk membuat penghalang, tetapi di desa biasa kau bisa membuatnya lebih murah.” (Rex)
"Ooh! Menakjubkan! Jadi cara apa itu!?"
Kepala desa mendesakku untuk segera memberitahu.
Ririera-san juga penasaran.
"Caranya adalah membuat ramuan dengan menggunakan tanaman obat tertentu." (Rex)
""Ramuan?""
“Ya, seperti penolak serangga, ini adalah ramuan untuk mengusir monster.” (Rex)
Aku menjelaskan kepada keduanya apa ramuan untuk mengusir monster itu.
“Ramuan untuk mengusir monster itu seperti dupa yang mengeluarkan bau yang tidak disukai monster. Dan monster datang karena mencium bau hewan ternak dan tanaman di desa. Itu sebabnya, menimpa bau ternak itu dengan bau yang tidak enak untuk mengusir monster.” (Rex)
"Jadi begitu, Jika itu adalah tempat yang baunya tidak enak, itu adalah sesuatu yang kamu tidak ingin dekat dengannya!" (Ririera)
"Ooh, itu menakjubkan! Jika kamu mengetahui cara membuat ramuan itu, penduduk desa akan bisa membuat obat itu sendiri!"
Ya, hal bagus tentang metode ini adalah siapa pun bisa membuat ramuan pengusir monster ini selama mereka memiliki bahannya.
Bahkan, ini sangat populer di seluruh dunia sehingga ramuan pengusir monster ini dibuat di rumah dan anak-anak memiliki kantong ramuan tersebut.
Dengan ramuan ini, bahkan jika kau tidak dapat menggunakannya terhadap monster yang kuat, kau dapat mengharapkan efek yang baik jika itu berhadapan monster yang memiliki kekuatan rata-rata.
"Kalau begitu, aku akan mengumpulkan bahan untuk ramuan jadi kepala desa harus mengajukan quest untuk pengumpulan bahan obat di Guild Petualang. Dan ketika quest itu diajukan, katakan bahwa Ririera-san akan menerima quest itu." (Rex)
"Ini juga berfungsi sebagai pengawal kepala desa ya." (Ririera)
Seperti yang diharapkan dari Ririera-san, cepat dalam menangkap pembicaraan.
Dengan begitu kami mengambil tindakan yang berbeda dan memulai setiap pekerjaan.
"Kyuu!" (Mofumofu)
Eh? Mofumofu pergi untuk berburu makan?
Jangan berkeliaran terlalu jauh lho?
◆
"Sekarang, penghindaran monster macam apa yang harus aku buat?" (Rex)
Aku berjalan keliling desa dan mencari bahan untuk penghindaran monster.
"Jika itu menjadi ramuan yang mudah dibudidayakan dan diproses sesuai dengan tanah di desa... Ah, selain itu dalam keadaan darurat, itu bagus bahwa tanaman obat tersebut tumbuh di tempat di mana mudah untuk pergi langsung untuk mengumpulkannya." (Rex)
Aku memutuskan ramuan obat macam apa yang akan kubuat dan mengumpulkan tanaman obat yang dapat dikumpulkan di dekat desa.
"Gyuu!"
"Kisyaaaa!"
Ketika aku melihat ke kejauhan, Mofumofu sedang berburu monster. Dia hanya makan daging, tetapi apa dia tidak apa-apa jika tidak makan sayuran?
"Mokyu mokyu!"
Jika kau melihat lebih dekat, kau dapat melihat bahwa Mofumofu sedang makan rumput ungu yang ada pada daging monster. Ya, itu makanan enak dengan keseimbangan gizi yang baik.
Are? Apakah itu artinya Mofumofu adalah omnivora?
"Yah, biarlah. Mumpung begitu aku akan membiarkan Mofumofu untuk mengurangi monster di sekitar desa." (Rex)
Aku meninggalkan monster yang mendekati desa kepada Mofumofu dan melanjutkan pengumpulan tanaman herbal.
"Gyaoooo!!"
Ups, itu Shadow Fox.
Tidak begitu besar, tetapi merepotkan jika membiarkannya tumbuh, jadi ayo kita bunuh.
"Ei!" (Rex)
Kalahkan Shadow Fox dengan satu serangan.
"Are? Dia..." (Rex)
Ketika aku melihat Shadow Fox yang kukalahkan, aku menemukan rumput ungu di mulutnya.
"Bukankah ini rumput sihir?" (Rex)
Rumput sihir yang disukai monster untuk dimakan. Selama waktu ini, ada kerusuhan yang disebabkan oleh rumput sihir.
"Apakah dia juga takut kalau terdapat koloni di dekatnya? Jika kau menemukannya, kau harus membakarnya."
Lagipula, itu terlihat seperti barang terlarang di era ini. Untuk saat ini, ayo bakar rumput sihir yang ditakuti oleh Shadow Fox yang kubunuh.
◆
"Yosh, kelihatannya tidak apa-apa jika aku mengumpulkan sebanyak ini." (Rex)
Setelah mengumpulkan cukup tanaman herbal, aku kembali ke desa.
Kemudian aku meminta penduduk desa untuk mengubur sebagian besar tanaman herbal di ladang desa.
Dengan begitu desa ini siap untuk produksi massal obat penghindaran monster.
"Sisanya adalah menunggu sampai kepala desa kembali setelah mengeringkan tanaman obat..." (Rex)
Karena aku tidak melakukan apa-apa lagi, aku memberikan penjelasan tentang penanaman tanaman herbal kepada penduduk desa sambil memeriksa kekeringan tanaman herbal.
"... Aku bosan." (Rex)
Meski begitu, akan membutuhkan waktu sebelum Ririera-san dan yang lain kembali dari ibu kota.
Aku sudah tidak melakukan apa-apa, secara harfiah, aku nganggur.
"... Hmm... Aku ingin tahu apakah aku bisa membantu pekerjaan di lapangan?" (Rex)
Jika kau memutuskan untuk melakukan sesuatu, kau harus segera bertindak.
"Permisi, apakah ada yang bisa kubantu?" (Rex)
Aku berbicara dengan seorang penduduk desa yang bertani di ladang terdekat.
"Eeh!? A-Aku tdak bisa membuat penolong desa melakukan pekerjaan!"
Ahaha, itu bukan sesuatu yang hebat kok?
“Aku tidak melakukan apa-apa sampai kepala desa dan yang lain kembali. Aku juga bertani di kota asalku, jadi tolong biarkan aku membantu.” (Rex)
"... Jika kau berkata begitu, bisakah kau membantuku menyiangi?"
"Aku mengerti!" (Rex)
Penduduk desa itu meminjamkan alat-alat pertanian dengan perasaan enggan.
Aku pandai menyiangi lho!
“Meski begitu, gulma di desa ini kecil ya. Sepertinya sihir yang lebih lemah dari biasanya itu bagus." (Rex)
Aku memilih sihir penyiangan untuk digunakan dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman di desa.
"Yosh, ayo lakukan ini! Chase Stinder!” (RAW: チェイスティンダー)
Aku mengaktifkan sihir benih api yang kecil.
Tapi itu bukan hanya sihir benih api.
"Bakar hanya gulma kecil!" (Rex)
Di bawah arahanku, api hanya mulai membakar gulma di ladang.
"O-Ooh!? Apa itu!?"
Penduduk desa itu mengeluarkan suara kejutan.
"Ini sihir yang hanya membakar gulma kecil." (Rex)
“A-Apakah ada sihir yang berguna seperti itu !?”
"Ya, ini adalah sihir dasar yang sangat sederhana." (Rex)
"O-Ooh, sihir itu menakjubkan..."
Sementara penduduk desa terkejut, sihir benih api membakar habis gulma di ladang.
" Jika kau meninggalkan abu gulma sebagaimana adanya, ia akan menyuburkan ladang, sehingga kau dapat meninggalkannya seperti itu." (Rex)
"A-Aku mengerti! Yah, aku benar-benar bersyukur bahwa kau tidak hanya menyiangi gulma dalam hitungan detik, tetapi juga menyuburkan ladang! Itu karena akhir-akhir ini sudah sangat buruk!"
"Benarkah?" (Rex)
“Ya, ladang ini telah memburuk selama beberapa tahun terakhir. Tidak hanya menghabiskan uang untuk membunuh monster-monster itu, tapi kami juga dalam masalah karena ladangnya tidak berfungsi dengan baik dan penghasilan kami menurun.”
"Jadi itu yang terjadi ya." (Rex)
Mungkin itulah salah satu alasan mengapa mereka tidak bisa membayar untuk penaklukkan monster.
Tapi Panen yang buruk ya… Jika itu benar, abu gulma saja tidak akan memberikan nutrisi yang cukup.
"Terima kasih atas bantuannya!"
Setelah selesai menyiangi, penduduk desa tersebut berterima kasih.
"Meski kau berkata begitu, kalau begitu aku tidak bisa menghabiskan waktuku." (Rex)
Karena itu akan berakhir dalam waktu singkat, jadi aku berada dalam sedikit masalah.
Dan dari percakapan dengan penduduk desa, aku menemukan hal lain yang ingin kulakukan.
"Mumpung ada kesempatan, ayo membuat ramuan yang akan membuat sayuran di ladang menjadi sehat." (Rex)
Ya, Ini juga akan membantu pekerjaan pertanian. Cukup menaburkan sidikit ramuan di ladang.
Aku memutuskan untuk melakukannya dan meninggalkan desa mencari tanaman herbal untuk membuat obat baru.
◆
"A-A-A-Apa-apaan iniiiiiiiiii!?"
Namaku adalah Author(?). (RAW:オーサー)
Aku adalah kepala desa di desa Honjio.
Aku datang ke ibukota untuk menyingkirkan monster yang menimpa desa, tetapi aku tidak bisa mendapatkan pekerjaan karena aku tidak memiiki cukup imbalan.
Sebaliknya, itu adalah tempat di mana kami tertipu oleh para penipu dan uang kami diambil.
Uang yang dikumpulkan oleh semua orang di desa dengan keinginan untuk bertahan hidup.
Itu adalah kejadian yang benar-benar berbahaya, tetapi berkat dua petualang muda yang entah bagaimana memiliki hubungan dengan penipu itu, penipu itu tidak mendapatkan apa-apa.
Dan bukan hanya itu, tetapi penolong kami Rex-dono mengatakan bahwa dia akan membuat ramuan untuk mengusir monster.
Mengikuti instruksi dari Rex-dono, aku yang meminta quest di guild petualang untuk quest mengumpulkan ramuan herbal kembali ke desa dengan penolong kami yang lain, Ririera-dono.
Dan ketika aku kembali ke desaku tercinta, aku melihat setumpuk tanaman.
Tidak, apa sebenarnya itu?
"Ah, kau melakukannya ya…" (Ririera)
Ririera-san, yang sepertinya tahu sesuatu, menyentuh dahinya.
“A-Apakah kau mengetahui sesuatu!?”
"Etto, bukankah lebih baik langsung bertanya kepada orang itu?" (Ririera)
Di sudut ladang, tempat Ririera-dono menunjuk, ada sosok Rex-dono yang membawa sayuran besar bersama para pemuda di desa.
"R-Rex-donooo! Apa yang sebenarnya terjadiiiiii!?”
“Ah, kepala desa! Selamat datang kembali!" (Rex)
Tapi Rex-dono menyapa kita seolah-olah tidak ada yang terjadi.
"Rex-san, apa sebenarnya sayuran besar itu!?"
Itu besar jika dilihat dari kejauhan, tapi itu bahkan lebih besar jika dilihat dari dekat. Apakah itu benar-benar sayuran?
"Yah, ketika aku menggunakan ramuan untuk meningkatkan hasil panen, itu lebih besar dari yang diharapkan." (Rex)
“R-Ramuan!?”
"Ya, baru-baru ini aku mendengar bahwa panen di desa buruk, jadi aku menaruh ramuan untuk menyuburkan tanah di ladang." (Rex)
"Bukan itu saja kan? Kenapa kau sudah memanennya?" (Ririera)
I-Itu benar! Memang benar, ini seharusnya belum waktunya memanen!?
“Kau tahu, untuk memastikan ramuan itu bekerja dengan baik, aku menumbuhkannya sampai aku bisa memanennya dengan sihir pendorong pertumbuhan. Ah, tentu saja, aku memiliki izin dari pemilik ladang." (Rex)
Ketika Rex-dono mengatakan itu, para pemuda di desa tertawa.
"Yah, itu karena kami diberitahu bahwa kami dapat memanen ladang dengan cepat…"
"Meski begitu, kalian..."
Apakah semua orang menggunakan ramuan dan sihir di ladang...?
Tapi sayuran ini... itu, bagaimana mengatakannya ya...
"Jadi, bisakah kau makan sayur ini dengan baik?" (Ririera)
Ririera-dono mengatakan apa yang kupertanyakan.
U-Umu, itu benar.
Apakah benar-benar tidak apa-apa memakan tanaman yang sangat besar, meskipun mengesampingkan niat baik dari penolong desa kami?
Selain itu, apakah rasanya enak atau tidak?
"Jika itu masalahnya, semua orang sudah mencicipinya dan mengatakan bahwa tidak ada masalah." (Rex)
“B-Begitukah!?”
Ketika melihat para pemuda itu, semua orang berdiri dan menunjukkan senyum.
"Itu benar! Itu sangat lezat sehingga kami menumbuhkannya di ladang kami juga!"
Rupanya mereka mencobanya di ladang seseorang dan kemudian ingin menumbuhkannya di ladang mereka sendiri.
Aku lega mengetahui bahwa hanya ada pemisahan* seperti itu. (EDN: “I was relieved to know that there was such a separation.”, ini versi RAW yang gw terjemahin ke Bahasa Inggris, gw juga bingung apa maksudnya, silahkan komen jika ada yg tau :v)
Ah, tidak, sudah kuduga aku tidak yakin.
"Mumpung begitu, bagaimana kalau kalian berdua memakannya?" (Rex)
Mengatakan itu, Rex-dono menyajikan sate kentang panggang dan ikan bonito bakar.
Karena sayuran itu tumbuh begitu besar sehingga tidak bisa dimasak tanpa dipotong.
"Karena itu untuk memeriksa rasa tanaman, ini tidak dibumbui." (Rex)
Fumu, kau ingin aku merasakan rasanya seperti itu ya.
"K-Kalau begitu..."
Aku langsung memasukkan kentang panggang ke mulutku.
"Ho-Hofuu!"
Sebuah kentang panas mengamuk di mulutku dan lidahku seperti terbakar.
Tapi apa ini, apa ini?
"E-Enak! Uenak! Uenaak!"
Tidak berguna, tidak ada kata lain yang keluar selain itu!
Enak, pokoknya uenak.
Aku pikir rasanya akan aneh , tapi sama sekali tidak seperti itu.
Terasa lembab dan rasanya seperti sup kental di mulut.
"Ini luar biasa." (Ririera)
Ririera-dono, yang juga mencicipi, memberikan suara kejutan.
Aku mengerti. Sungguh mengerti. Aku sangat mengerti.
Ini tidak baik, aku tidak bisa mengatakan banyak tentang rasanya.
“Luar biasa kan, kepala desa! Ada banyak lho! Dan sayuran lainnya juga!"
Dengan kata lain, ada banyak makanan lezat seperti ini!?
Ooh, ini, apa yang harus aku katakan tentang ini? aku hanya bisa memikirkan satu kata untuk menyampaikan perasaan ini.
"UENA’ PUOOOLL!"

Uenak pol updatenya
ReplyDeleteManteb Ndhan...
ReplyDeleteMantap, terimakasih banyak min
ReplyDeletekerad slurr
ReplyDeletesemangat min update nya
ReplyDeleteThanks for update, samamgat terus buat update min
ReplyDeletemantap min btw gw baru pertama kali mampir diweb ini,jdi mau nanya updateny seminggu1x sehari1x apa sebulan1x?
ReplyDeleteRandom, kadang seminggu sekali kadang juga 2 minggu sekali.
Deletemin request kage ga usui nya dilanjut dong
ReplyDeleteSejak kapan uenak poll 1 kata?
ReplyDeleteLebih enak kalau "ummmmaaammii" itu kalau di novel2 tentang memasak biasanya diartikan rasanya campur aduk tapi sangat lezat
TLannya enk dibaca.. gw dh mw mentok baca chpnya.. jngan lupa up min
ReplyDelete