Rebuild World Chapter 1 Bahasa Indonesia

Dark Mode
NEW PROJECT & NEW STAFF.
Yuhuu, project baru ini diterjemahkan dan diedit oleh staff baru loh yaitu, 
TL : Schrödinger
ED : Asterly
Berikan nilai hasil kerja mereka dengan komen ya! 

Chapter 1 - Akira dan Alpha

Seorang anak lelaki berjalan melewati reruntuhan kota yang luas dengan wajah serius. Di sekelilingnya, terdapat bangunan yang sebagiannya runtuh.

Sebagian bangunan yang runtuh tersebar di sekitarnya dan tidak ada satu pun jiwa yang terlihat. Suara dari langkah kaki bocah itu dan bebatuan yang terinjak di bawah kakinya menggema ke seluruh reruntuhan.

 Pakaian yang ternodai dengan kotoran dan sebuah senjata adalah satu-satunya yang bocah itu gunakan, bagi bocah itu hanya itu yang ia punya. Namun, di tempat seperti ini, dia menggunakan peralatan yang luar biasa. Bagaimanapun ini adalah tempat yang dikenal sebagai ‘The Ruins of the Old World’.

 Di dalam reruntuhan, terdapat autonomous weapon yang menyerang sasaran mereka tanpa tujuan karena tidak berfungsi dengan baik. Mereka adalah mesin yang pernah dirancang sebagai keamanan, mematuhi perintah yang diberikan oleh pencipta mereka. Ditinggalkan hanya dengan sebuah perintah untuk membunuh target mereka, autonomous weapons terus melaksanakan perintah mereka satu-satunya. Autonomous weapons adalah hasil pengembangan dari biological weapon. Berevolusi untuk bertahan dari kondisi yang sulit, ada perbedaan antara mesin dan biologis dan di daerah Timur, mereka menyebutnya Monster. ‘The World of the Old World’ adalah sebuah sarang monster. Bocah itu memahami bahaya yang dia hadapi saat wajahnya membeku bersamaan dengan antisipasinya. Meskipun dia tahu bahaya yang akan dihadapi, daya tarik dari harta karun itu menggodanya. Atau setidaknya, benda itu bisa dianggap sebagai harta karun dari pandangan seseorang yang lahir dan dibesarkan di permukiman kumuh.

 Nama bocah itu adalah Akira.

 Akira menghela nafas dan bergumam pada dirinya sendiri, “….Tidak ada yang berguna disini. Aku mempertaruhkan hidupku hanya untuk ini ? … Apakah aku harus menjelajahi reruntuhan lebih dalam?”

 Dia memiringkan kepalanya dan melihat ke depan. Dari kejauhan, ada banyak bangunan bertingkat tinggi. Bahkan dari jauh, dia bisa melihat bangunan tinggi yang masih dalam kondisi bagus. Itu sangat berkebalikan dengan bangunan hancur yang berdiri di sekitar Akira.

[Jika aku berhasil sampai ke sana, apakah aku bisa mendapatkan relik yang mahal?]

 Kemungkinan dari mendapatkan uang dalam jumlah yang besar menarik bagi keserakahan Akira. Namun, itu hanyalah khayalannya. Dia langsung menggelengkan kepalanya dan seakan menenangkan dan mengingatkan dirinya sendiri, “Tidak, itu mustahil. Aku akan mati sebelum aku sampai di sana.”

Saat ini dia berada di sekitar reruntuhan, tetapi, dari kejauhan, ada sebuah pemandangan indah. Perbedaan antara kedua area tersebut adalah karena perawatan lingkungan. Dengan kata lain, di reruntuhan di kejauhan, di sana sisa-sisa dari maintenance machine canggih dari era Old World masih beroperasi. Dan kemungkinan dapat bertemu dengan mereka yang superior, mesin keamanan fungsional sangat lah tinggi. Tidak mungkin bagi anak seperti Akira untuk dapat bertahan hidup di daerah yang dijaga ketat oleh mesin-mesin itu. “Bahkan sulit bagiku untuk berada di sini. Aku harus berhenti dan tidak melangkah lebih jauh…”

Akira mengabaikan keserakahannya dan terus mencari di sekitar tempat dia berada.

Area tempat dia berada adalah area terluar dari tempat yang disebut Reruntuhan Jalan Kuzusuhara. Reruntuhan ini adalah yang terdekat dari Kota Kugamayama, Tempat di mana Akira tinggal, dan reruntuhan terbesar di area keuangan kota.

Monster yang bersembunyi di sekitar reruntuhan ini adalah Medium Weak dan Akira menjelajahi di Medium Safe Area.

 Medium Weak adalah penggolongan yang menyatakan seseorang dapat mengatasi Monster dengan persiapan yang matang. Selain itu, Medium Safe Area berarti kemungkinan untuk bertahan hidupnya lebih tinggi dibandingkan dengan reruntuhan di kejauhan. Setelah mengatakan itu, bukan berarti Akira dapat menurunkan penjagaannya.

Akira mudah diserang karena kurangnya peralatan yang layak dipakai, karena dia hanya satu langkah lagi dari kematian baik dari taring makhluk bermutasi atau peluru dari mesin-mesin itu. Selain itu, pistol yang dipegangnya tidak memiliki kekuatan untuk mengalahkan monster. Untuk mengalahkannya, Akira harus terlibat dalam pertempuran jarak dekat dan menembak dari jarak dekat. Dengan kata lain, Akira tidak mempunyai kesempatan untuk selamat dari pertarungan. Jika dia bertarung, itu pasti akan berakhir dengan kematiannya.

 Namun, dia tidak punya pilihan lain selain memasuki reruntuhan. Dia kekurangan uang untuk bertahan hidup di lain hari. Jadi, keputusasaan mengharuskannya untuk memasuki Reruntuhan Jalan Kuzusuhara.

 Meskipun dia terus mencari lebih jauh, dia tidak menemukan apa pun. Dia memiringkan kepalanya ke bawah dan menghela nafas. Dalam garis pandangnya, sebuah tulang dari mayat sedang berguling-guling di tanah.

Dulu dia pernah menemukan tulang yang sama. Dan setiap kali, dia akan mencari di sekitar mayatnya dengan harapan akan  menemukan sesuatu, tetapi dia tidak pernah menemukan apa pun.

[Apa yang kuharapkan? Bahkan orang-orang sebelum aku belum menemukan apa pun.]

 Akira merasa sedih.  Entah ada seseorang yang sudah mencarinya di daerahnya terlebih dahulu sebelum dia, atau, ada seseorang yang ceroboh seperti dirinya, menjelajahi tanpa peralatan yang layak, mereka hanya akan mendapatkan konsekuensi dari tindakan mereka.

  […Dalam situasi ini, matahari akan segera terbenam dan tidak akan mungkin untuk menjelajahi reruntuhan pada saat malam hari karena aku tidak memiliki penerangan. Dan, kemungkinannya sangat tinggi untuk diserang oleh monster… Aku berhasil selamat dari reruntuhan jadi pengalaman yang sudah kudapatkan itu penting…bukan? Jadi, aku harus segera pulang. Jika aku tetap berada disini, aku hanya akan menjadi seperti tumpukan tulang itu.]

 Akira mulai memikirkan alasan yang bisa ia gunakan untuk pulang. Karena dia mempertaruhkan nyawanya untuk berada di sini , itu sulit untuk menerima kematiannya.

 [Tidak ada gunanya depresi akan hal ini. Aku akan menjelajahinya sebentar lagi dan, jika aku tidak menemukan apapun, aku akan kembali.]

 Bagi akira, kembali tanpa mendapatkan apapun berarti keputusannya untuk membahayakan nyawanya tidaklah berarti, Akira memutuskan untuk menjelajahinya sedikit lagi.

Dia tiba-tiba berhenti saat dia mengangkat kepalanya dan melihat seorang gadis melayang di udara.

Dia terdiam membeku.

Gadis itu seperi khayalannya, kecantikannya sungguh luar biasa. Terlebih lagi, semua sosok anggun dan tubuh indahnya terlihat tidak memakai apa pun untuk menutupinya.

 Kulitnya yang indah sangat berbeda dibanding dengan orang yang berasal dari daerah kumuh. Jauh lebih berkilau daripada kulit gadis-gadis yang tinggal di distrik atas kota, yang merawat kulit mereka menggunakan kekayaannya, kerja keras, dan teknologi dari Old World. Anggota tubuhnya yang cantik bahkan mengalahkan patung dan lukisan. Rambutnya yang berkilau terurai ke pinggangnya, dan ekspresinya yang tersenyum akan membuat siapa saja jatuh cinta tanpa memandang usia dan jenis kelamin.

Akira hanya bisa diam berdiri di sana terpesona oleh kecantikan gadis itu seolah jiwanya sedang ditarik keluar. Dibandingkan dengan semua gadis yang telah dia lihat selama hidupnya yang relatif singkat dan bahkan jika dia membandingkannya dengan semua gadis dari imajinasinya sampai sekarang, kecantikannya tak ada bandingannya. Hanya dengan pandangan sekilas saja, semua kriteria gadis cantik di pikiran Akira semuanya telah dikalahkan.

 Gadis itu hanya melayang di sana tidak melakukan apapun. Dia bahkan tidak memperhatikan Akira. Sesaat kemudian, dia dengan anggun memalingkan wajahnya ke arah Akira.

 Mata Akira bertatapan dengannya. Dia sepertinya tidak merasa terganggu dengan Akira yang sedang melihat tubuh telanjangnya saat dia tersenyum dan menatapnya. Akira, yang masih tercengang, sedikit bereaksi terhadap senyumnya.

 Gadis itu menyadari bahwa Akira sedang memperhatikannya. Ketika dia menyadarinya, dia tertawa riang saat dia melangkah lebih dekat ke tempat Akira.

Akira segera menaikkan penjagaannya saat dia menyadari bahwa seseorang yang tidak dia kenal  sedang mendekatinya. Dalam sekejap, Akira segera menilai kembali situasinya saat ini. Ekspresinya yang tercengang tiba-tiba berubah menjadi tatapan serius ketika dia mengarahkan pistolnya padanya dan berteriak.

 “Jangan bergerak!”

 Gadis itu adalah sekelompok dari abnormalitas.

 The Ruin of the Old World adalah tempat yang berbahaya. Bahkan sebuah party dengan perlengkapan terbaik dan terlatih dapat dengan mudah mati disana. Tapi gadis itu berdiri di sana, sendirian, di alam liar, bahkan tanpa satupun senjata ditangannya. Sepertinya dia bahkan tidak memperhatikan keadaan sekitarnya. Dan walaupun dia telanjang, dia sama sekali tidak mencoba untuk menyembunyikan tubuhnya. Selain itu, meskipun angin dari reruntuhan telah bercampur dengan pasir dan debu, rambutnya masih tetap bersih.

 Sebagai seorang pemula, Akira selalu berusaha mati-matian untuk berhati-hati terhadap daerah sekitarnya. Dia akan bereaksi bahkan pada suara sekecil apa pun untuk menghindari bertemu dengan monster. Walau begitu, dia bahkan tidak menyadari bahwa gadis itu berada di sana meskipun dia bahkan tidak berusaha menyembunyikan dirinya sama sekali.

 Bahkan ketika Akira mengarahkan pistolnya padanya sambil bergetar, gadis itu bahkan tidak takut kalau Akira akan menarik pelatuknya secara tidak sengaja. Dia terus semakin mendekat dan lebih dekat ke Akira tanpa menunjukkan kekhawatiran atau ketakutan.

 Kesannya terhadap gadis itu telah benar-benar berubah dari "Gadis cantik yang luar biasa" menjadi "Entitas yang tidak dikenal". Kemudian, ketika dia terus mendekati Akira, dia berteriak kepadanya, memberinya peringatan lain.

“A-aku bilang jangan bergerak !! Jika kau bergerak lebih dekat lagi, aku akan menembakmu !! Aku serius loh!!”

Biasanya, Akira akan menembaknya tanpa memberinya peringatan terlebih dahulu. Tetapi karena dia tidak bersenjata dan tidak menunjukkan niat permusuhan, Akira sangat bingung dengan situasi yang tak masuk akal ini, sehingga jarinya membeku di tempat.

 Tetapi ada batasan untuk itu. Gadis itu terus bergerak ke arah Akira walaupun dia telah memberikan peringatan. Melihat itu, Akira hendak menarik pelatuknya dan tiba-tiba, gadis itu baru saja menghilang dari pandangannya. Dia bahkan tidak mengedipkan matanya sama sekali, dia juga tidak melihatnya bergerak di luar garis penglihatannya. Gadis itu menghilang begitu saja di depan matanya.

 Akira terkejut dan gemetar seperti orang gila. Dia melihat sekeliling dengan gugup tetapi dia tidak bisa menemukannya sama sekali.

 “Jangan khawatir, aku tak akan menyakitimu”

 Tiba-tiba, Akira mendengar suara dari sampingnya di mana seharusnya tidak ada orang disana. Dan ketika dia memalingkan wajahnya ke arah sumber suara itu, gadis itu ada di sana, berpakaian lengkap, dan cukup dekat untuk Akira meraih dia dengan tangannya. Dia membungkuk sehingga mata mereka bertemu pada ketinggian yang sama lalu dia tersenyum dan menatapnya.

 Otak Akira tidak dapat memproses semua yang terjadi di depan matanya. Saat pikirannya memudar semua kegugupannya tiba-tiba berubah menjadi ketakutan.

 Tetapi Akira melenyapkan ketakutannya dan berdiri tegak, dia bisa mendapatkan kembali ketenangannya. Mereka yang kehilangan ketenangannya akan mati. Itulah satu hal yang ia pelajari saat tinggal di perkampungan kumuh.

Dia segera mengangkat senjatanya dan mengarahkannya kepada gadis itu lagi, dan dia mengulurkan lengannya dengan pistol di tangannya saat dia mencoba untuk mendorong gadis itu dengan ujung pistolnya.

 Gadis itu sebenarnya cukup dekat untuk dapat dijangkau oleh pistolnya. Tetapi ketika dia mengulurkan tangannya, Akira menemukan kedua tangan tepat hingga pergelangan tangannya berada di dalam payudaranya.

 Meskipun kedua tangannya telah berada di dalam dirinya, Akira tidak bisa merasakan apa pun. Dia bisa melihat dengan jelas bahwa seseorang sedang berdiri di depannya, tetapi kedua tangannya tidak dapat merasakan apa pun.

Akira sangat terkejut, sampai-sampai dia diam membeku. Dia masih diam membeku, dengan kedua tangannya yang masih berada di dalam dada gadis itu. Sementara itu, gadis itu berusaha mendapatkan reaksi dari Akira dengan melambai di depannya atau memanggilnya. Tetapi Akira hanya berdiri saja di sana, tercengang..

Dahulu kala, peradaban besar yang membentang di seluruh dunia dihancurkan. Yang tersisa dari kejadian itu hanya setengah kota yang hancur, bangunan yang hancur, dan mesin yang rusak. Itu terjadi bertahun-tahun yang lalu sehingga sulit bagi orang-orang saat ini untuk membayangkan kehebatan teknologi dari Old World.

Di dunia dimana bahkan hujan rintik-rintik diciptakan secara buatan, hujan terus turun di sana selama bertahun-tahun yang panjang, menyapu semua bangunan yang rusak, memberi nutrisi bagi pohon agar tumbuh cukup tinggi untuk mencapai langit, dan pada akhirnya mendukung kehidupan orang-orang yang hidup di permukaan.

 Peradaban kuno yang disebut orang sebagai Old World telah menghasilkan banyak relik dengan teknologi canggih mereka. Relik seperti tumpukan material yang tidak diketahui, bangunan setengah hancur yang melayang di langit, dan tentu saja, tumpukan senjata yang tidak akan menyebabkan bahaya jika berada di tangan yang salah. Umat manusia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan semua relik Old World dan merekonstruksi peradaban manusia.

Pada akhirnya, bahkan sebuah peradaban dengan teknologi canggih yang orang mungkin akan mengiranya sebagai sihir, tidak dapat menghancurkan seluruh umat manusia.

Di bagian timur yang jauh dari peradaban manusia, ada banyak kota perusahaan yang dikelola oleh sebuah kelompok yang disebut sebagai perusahaan pengelola.  Dan kota Kugamayama adalah salah satu dari kota perusahaan.

Sebagian dari kota Kugamayama dikelilingi oleh tembok besar. Meskipun semua area di dalam dan di luar tembok secara kolektif disebut sebagai Kota Kugamayama. Ada perbedaan besar antara kedua area ini.

 Daerah di dalam tembok dibagi menjadi 2 distrik. Distrik atas yang dipenuhi oleh orang-orang kaya dan orang-orang dengan pengaruh kuat seperti eksekutif perusahaan, sedangkan distrik tengah diisi dengan orang-orang yang cukup kaya. Dan, ada area di luar tembok, yang dikenal sebagai distrik bawah. Orang yang tinggal di sana, kebanyakan orang yang tidak mampu hidup di dalam tembok. Dan jika kau pergi lebih jauh dari kota, kau dapat menemukan pemukiman yang berada tepat di sebelah area berbahaya di luar kota yang disebut orang sebagai gurun. Pemukiman itu adalah daerah kumuh.

Akira adalah salah satu dari banyaknya anak yang tinggal di daerah kumuh. Dengan kata lain, dia hanyalah seorang anak biasa; dia tidak memiliki kekuatan mekanik dari cyborg, tidak memiliki kekuatan yang ditingkatkan seperti manusia yang telah dirombak ulang, dan tidak ada penambahan kekuatan dari mesin nano. Sama seperti semua anak di daerah kumuh, ia tidak memiliki keterampilan khusus, tidak memiliki pendidikan sekolah, tidak memiliki orang tua, tidak memiliki wali, tidak memiliki makanan, tidak memiliki uang, dan tidak ada yang akan berduka walaupun ia mati.

Ada juga monster yang tinggal di gurun, terkadang mereka akan menyerang kota, dan ketika itu terjadi, orang yang paling menderita adalah orang yang hidup di gurun dan di daerah kumuh.

Akira telah selamat tiga kali dari serangan semacam itu, saat pertama dan kedua kalinya, dia hanya berlari dan bersembunyi. Terima kasih kepada orang-orang asing yang telah diserang, dibunuh, dan dimakan, sehingga ia nyaris tidak bisa bertahan hidup.

Sementara dalam kejadian ketiganya, ia tidak dapat melarikan diri dari monster anjing kecil dan berakhir dengan melawannya dalam pertarungan hidup atau mati setelah ia mengambil sebuah pistol yang kebetulan dia temukan.

Walaupun dia tidak pernah berlatih cara menggunakan pistol, dia mampu menembak kepalanya tiga kali dengan murni keberuntungan. Walau begitu, keberuntungan tidaklah cukup. Monster itu berlumuran darah tetapi masih hidup, dia berlari ke arah Akira dan menerkam dengan mulutnya yang terbuka besar seolah-olah dia akan memberikan serangan terakhir untuk membunuh.

Tetapi sebelum mulut monster yang tidak normal itu dapat merobek lengan Akira, Akira dengan nalurinya mendorong lengan hingga ke sikunya ke mulut monster itu dan menarik pelatuk pistol di tangannya. Dan begitu peluru menembus mulut monster itu, lurus menembus tengkoraknya, dan menusuk otaknya, dan dengan begitu monster itu terbunuh.

 Tetapi kemudian pada saat singkat setelah itu, saat monster itu masih hidup, ia menerkam lengan Akira. Untungnya, Akira mampu bertahan hidup tanpa kehilangan lengan atau nyawanya.

Setelah selamat untuk ketiga kalinya, Akira memutuskan untuk menjadi pemburu. Meskipun dia cukup mengerti betapa bahayanya menjadi pemburu, dia merasa memiliki harapan dan penuh percaya diri setelah dapat membunuh monster sendirian.

Ada banyak orang yang bekerja sebagai pemburu di dunia ini, orang-orang itu akan menjelajahi gurun yang dipenuhi oleh monster untuk mencari uang dan ketenaran meskipun mereka mengetahui bahwa itu adalah tempat yang berbahaya, gurun sangatlah berbahaya sehingga sebenarnya lebih aman bagi mereka untuk tetap tinggal di daerah kumuh di mana senjata murah beredar bebas dan ketertiban umum yang terburuk. Tapi di sisi lain, gurun adalah tempat yang dipenuhi oleh kekayaan dan kekuasaan karena di sana kau mungkin akan menemukan reruntuhan dan relik Old World.

Monster yang menyerang manusia juga merupakan relik dari Old World, monster biologis adalah sampel dari bioteknologi maju, sedangkan machine monster adalah kotak harta harta karun yang berisi komponen berharga. Siapa pun yang dapat membawanya mereka kembali ke kota akan dihargai dengan uang dalam jumlah yang besar.

 Selain itu, jika kau dapat membawa pulang relik yang sangat berharga dari reruntuhan, kau akan diberi imbalan yang mungkin dapat membeli sebuah kota. Dan jika kau bisa menguasai fasilitas di dalam reruntuhan Old World yang masih berjalan sampai sekarang, terutama jika kau dapat menguasai fasilitas militernya, maka kau bahkan dapat membuat sebuah negara.

Pemburu yang kuat berdiri di dunia yang berbeda dalam hal kekuasaan dan uang. Dengan uang dan kekuasaan sebanyak itu, mereka dapat membawa pulang lebih banyak relik berharga yang akan memberikan mereka lebih banyak kekuasaan dan kekayaan, sehingga mereka dapat menargetkan relik yang lebih berbahaya dan berharga.

Di puncak siklus ini, para pemburu ini akan melengkapi diri mereka dengan peralatan yang sangat kuat dari Old World. Bahkan ada pemburu hebat yang bisa mendapatkan sendiri senjata kuat dari Old World yang membuat mereka bahkan lebih kuat daripada sebuah kota.

Akira mungkin telah membunuh seekor monster sendirian, tetapi itu hanya mempunyai peluang yang sangat kecil  untuk dapat kembali hidup-hidup dari gurun.

 Tapi itu sudah cukup baginya untuk bertaruh, jika dia tetap mempertahankan gaya hidupnya seperti itu di daerah kumuh, dia akan mati suatu hari nanti. Dan untuk keluar dari sana, dia tidak punya pilihan lain selain mengambil taruhan ini.

 Jadi pada hari Akira melakukan perjalanan dengan tujuan untuk menjadi pemburu. Atau, lebih tepatnya, hari ia bertujuan untuk mendapatkan hari esok yang lebih baik.

 Akira masih diam membeku di depan gadis cantik itu, sementara gadis itu sendiri, dia terkikik sambil menunggu Akira mendapatkan kembali ketenangannya.

 Sudah cukup lama sejak kejadian itu dan Akira masih diam membeku di sana karena dia tidak bisa memproses situasi yang sedang terjadi. Namun walau begitu, tidak ada hal buruk yang terjadi padanya, jadi dia perlahan-lahan bisa mendapatkan kembali ketenangannya. Dan begitu dia sudah tenang sampai batas tertentu, fokusnya berubah dari ruang kosong dan kembali menatap wajah gadis itu.

 Gadis yang memperhatikannya baru saja tersenyum kembali kepada Akira.

 “Apakah kau baik-baik saja? Bisakah kau melihatku? Bisakah kau mendengar suaraku? Di mana aku? Dan kau siapa?”

Akira yang sudah menenangkan dirinya telah cukup tenang untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, jadi dia menjawab pertanyaannya sambil menatapnya dengan waswas.

 “…Aku bisa melihatmu, aku bisa mendengarmu dengan baik, tempat ini adalah reruntuhan Kuzusuhara, dan namaku adalah Akira…”

 Gadis itu tertawa riang.

 “Syukurlah, namaku Alpha, senang bertemu denganmu”

 Setidaknya dia tahu bahwa dia tampaknya tidak memiliki niat buruk terhadapnya. Meskipun itu tidak mengubah fakta bahwa dia adalah entitas yang misterius baginya, dia mengerti dengan baik bahwa dia tidak bermaksud menyakitinya, jadi tidak perlu baginya untuk terlalu waspada terhadap dirinya. Terlebih lagi, dia berada di tengah reruntuhan, lebih baik jika dia menaruh perhatiannya untuk mengawasi Monster. Saat Akira menyimpulkan pemikirannya, dia menurunkan penjagaannya.

 “…Jadi, Alpha-san, kau bukan hantu ... kan ...? Aku tak bisa menyentuhmu …”

 “…Ya, aku bukan hantu, meskipun tak mudah jika kau menyuruhku untuk membuktikannya. Jika aku harus menjelaskan keadaan yang kau alami saat ini. Aku yang kau lihat di sini adalah jenis augmented reality. Kau melihat keberadaanku di sini karena informasi tentang suara dan penampilanku dikirim langsung kedalam otakmu. Untuk beberapa alasan, otakmu memiliki kemampuan untuk menerima informasi yang dikirim melalui transmisi nirkabel dengan format khusus, jadi itu sebabnya kau dapat menerima informasi yang kukirimkan. Aku tak tahu apakah itu kemampuan bawaan yang kau miliki sejak lahir , atau apakah itu kemampuan yang kau dapatkan dari tempat lain. Tetapi bagiku juga, Aku tak mendengar suara yang berasal dari pita suaramu, melainkan, Aku menerima perintah yang telah dikirimkan otakmu kepada pita suaramu dalam bentuk informasi , dan kemudian aku mengubahnya menjadi suara. Hal yang sama juga terjadi pada penglihatanmu. itu juga alasan mengapa aku tahu kau bisa melihatku.”

Akira bahkan tidak mengerti sedikitpun dari penjelasan Alpha; Alpha bisa melihatnya dengan jelas dari ekspresinya. Jadi, Alpha menjelaskan poin utamanya saja.

“Kau adalah satu-satunya yang bisa melihatku; kau juga satu-satunya yang dapat mendengar suaraku. Jika kau tidak berhati-hati, orang lain akan melihatmu seperti bocah gila yang sedang berbicara dengan udara. Untuk saat ini, semuanya akan baik-baik selama kau memahaminya. Dan juga, kau bisa memanggilku Alpha dan aku akan memanggilmu Akira.”

 Alpha tertawa ketika dia sedang memberi penjelasannya kepada Akira. Bagi anak kecil dari perkampungan kumuh seperti dirinya, senyum yang tidak menunjukkan kebencian, kewaspadaan, atau rasa kasihan yang dipakai agar meningkatkan rasa sukanya, tetapi Akira tidak menyadari itu sama sekali.

 “…Baiklah, tentu… aku ngerti. Jadi, Alpha, apa yang kau lakukan di tempat ini?”

“Aku mencari seseorang yang dapat melihat dan mendengarku. Kau tahu, aku sebenarnya mempunyai sebuah permintaan. Tetapi aku tak bisa meminta mereka untuk melakukan apa pun kalau mereka bahkan tidak dapat mendengarku dari awal. Dan itu akan menjadi sangat bagus jika orang itu adalah pemburu, lagipula, kemungkinannya besar bahwa mereka akan mendengarkan permintaanku. Tapi yah, seperti yang kau lihat, ini tak berjalan baik sama sekali.”

 Alpha sedikit tertawa pahit.

 Akira bingung untuk sesaat sebelum dia ragu-ragu membuka mulutnya.

 “Yah, uhh, kamu tahu, aku sebenarnya adalah pemburu…”

 Akira dapat melihat dengan jelas bahwa Alpha sedikit terkejut.

“Eh? Kau seorang pemburu? Meskipun kamu semuda itu? Sudah berapa lama kau menjadi pemburu?”

 “S-satu”

 “Satu tahun?”

 “…Satu hari, aku baru saja menjadi hunter hari ini…”

 Baik Akira dan Alpha sama-sama merasa canggung. Ada keheningan yang aneh di antara mereka.

 “…Tidak, tidak apa-apa. Lupakan saja apa yang baru saja aku katakan”

 Karena dia telah memutuskan untuk menjalani hidupnya sebagai pemburu, dia tidak ingin menyembunyikan fakta bahwa dia adalah seorang pemburu. Tetapi, dia berpikir bahwa itu adalah ide yang buruk untuk menyebut dirinya sebagai pemburu walaupun dia tidak mempunyai skill. Setelah menyadari itu, dia kehilangan kepercayaan dirinya.

 Tetapi Alpha masih terus melanjutkan percakapannya.

 “Tolong jangan katakan hal itu, setidaknya tolong dengarkanlah ceritaku? Bagaimanapun, ini pasti semacam takdir kita bertemu di sini,”

 Meskipun dia menyebut dirinya pemburu, Akira tidak mempunyai skill, dan alpha menyadari hal itu. Tetapi itu juga benar bahwa tidak ada orang lain selain dia yang bisa berkomunikasi dengannya. Selain itu, fakta bahwa Akira hanyalah seorang pemburu yang tidak berpengalaman bukanlah poin minus dalam jangka waktu yang lama bagi Alpha.

“Permintaanku adalah agar kau dapat mempelajari kehancuran tertentu secara rahasia . Sebagai gantinya, Aku akan memberikanmu bantuanku, tapi ini hanyalah uang mukanya. Setelah kau menyelesaikan permintaanku, kaj dapat mengambil semua relik berharga Old World di dalam reruntuhan itu”

 Akira sangat terkejut dengan tawaran itu sehingga dia secara tidak sengaja mengeluarkan suaranya.

 “Relic dari dunia lain, kau bilang…? Serius!?”

 Saat dia mendengar reaksi dari Akira, Alpha tertawa di dalam hatinya, sementara di luarnya, dia membuat senyum ramah untuk membujuk Akira lebih jauh.

 “Tentu saja. Atau lebih tepatnya, jujur saja, kau telah menggunakan semua keberuntungan hidup yang kau miliki untuk mendapatkan penawaran ini, jadi jika kau menolaknya, itu akan buruk bagimu, kau tahu? Bagaimanapun, Keberuntunganmu sudah habis, jadi kau tidak akan dapat bertahan hidup dalam waktu yang lama tanpa bantuanku.”

 Sisi sinis di dalam diri Akira berteriak kepadanya bahwa Alpha sedang mencoba menipunya. Tetapi bagi Akira, Alpha sama sekali tidak terlihat sedang mencoba untuk menipunya.

 […Pertama-tama, tak ada yang akan dia dapatkan dari menipu anak kecil sepertiku, kan? Dia seharusnya tahu hal ini karena aku tak mempunyai uang sepeserpun. Atau apakah dia hanya sedang mengerjaiku? Terlebih lagi, bahkan jika dia serius dengan tawarannya, apakah itu akan baik-baik saja untuk menerima permintaan dari seseorang yang tak dikenal seperti dirinya?]

Setelah dia merasa ragu-ragu, Akira menyadari apa yang seharusnya sudah dia sadari sejak awal dan mencoba memikirkan kembali situasinya saat ini. Justru karena dia adalah seseorang tak dikenal yang dengan aneh muncul dihadapannya dengan sebuah permintaan, jadi pasti ada semacam rahasia atau situasi tertentu yang dia sembunyikan. Tetapi normalnya, tidak akan ada yang memberikan permintaan kepada bocah seperti dirinya. Itulah kenapa; dia tahu bahwa dia harus mengambil kesempatan ini. Dan juga Akira membulatkan tekadnya dan berbicara kepada Alpha.

 “Aku mengerti. Aku tak tahu seberapa jauh aku harus pergi untuk memenuhi permintaanmu, tetapi aku akan menerima permintaan itu.”

 Akira sudah membuat keputusannya sendiri dan itu membuat dirinya sendiri terkejut , yang mana itu adalah pertama kalinya dia menerima permintaan sebagai seorang pemburu.

 Alpha tampak sangat senang mendengarnya.

 “Itu akan memutuskan kontrak kita. Sekarang, aku akan segera mulai memberikanmu bantuanku sebagai uang muka untukmu.”

 Dan lalu, Alpha yang selalu tertawa selama percakapan mereka, tiba-tiba suasana hatinya berubah menjadi serius.

 “Jika kau tak mau mati, masuklah ke gedung di sebelah kananmu dalam 10 detik .”

 “Apa maksudmu…?”

 Akira hendak bertanya apa maksud perkataannya. Tetapi dari ekspresi serius diwajahnya yang menunjukkan dia tidak akan menjawab pertanyaaan apapun, dia mengerti betapa bahayanya situasi yang dia hadapi dan menghentikan pertanyaannya di tengah jalan. Jika itu bukanlah kebohongan, maka dia pasti akan terbunuh jika dia tetap berada di sana. Begitu dia menyadarinya, dia berlari secepat mungkin ke gedung di sebelah kanannya.

Saat akira melompat ke dalam gedung. Sebuah ledakan besar terdengar di belakangnya, angin dari ledakan itu berhembus melewati  sisinya. Terkejut dengan ledakan itu, dia segera melihat kembali di mana tempat ledakan itu berasal. Dia melihat kawah besar tepat di tempat dia telah berdiri beberapa detik yang lalu, daerah di sekitarnya hangus terbakar akibat ledakan itu. Jika dia tetap berada di sana selama beberapa detik lagi, tidak salah lagi bahwa dia akan terbunuh, setidaknya dia tahu betul apa yang akan terjadi kepada dirinya.

 Akira membeku ketakuan karena hal yang baru saja terjadi. Tapi Alpha muncul begitu tiba-tiba di depan matanya dan membentaknya agar dia tersadar kembali.

 “T-tadi itu apa …?”

 Alpha tetap menjaga ekspresi serius dari sebelumnya ketika dia mengarahkan jarinya ke  arah tangga.

 “Pergi ke sana dan mulai memanjat dalam 8 detik.”

 Akira dengan putus asa berlari ke arah tangga dan mulai memanjat. Dan lagi, ledakan lain meledak di belakangnya dan gelombang kejut yang dikirim oleh ledakan itu menghentikan Akira untuk naik lebih tinggi. Setelah ledakan itu mereda, dia segera mulai memanjat lagi, dan kemudian dia tiba-tiba melihat Alpha sudah berdiri di salah satu tangga sambil menunjuk ke atas.

 “Pergi ke atap dalam 5 detik…”

 Akira mengabaikan paru-paru dan kakinya yang berteriak sambil terus menaiki tangga.

Akira mengikuti instruksi Alpha dan terus berlari, dan akhirnya dia sampai di atap. Terengah-engah, di sana dia melihat Alpha berdiri di ujung ketika dia melambai padanya, menyuruhnya untuk mendekat. Tetapi dengan melihat bagaimana dia tersenyum dan bagaimana dia melambai padanya, sepertinya dia tidak perlu terburu-buru, jadi Akira berlari perlahan-lahan untuk mendekatinya.

 Alpha lalu mengarahkan jarinya ke bawah. Akira kebingungan, dia pikir dia menyuruhnya untuk melompat turun, tetapi kemudian Alpha berbicara sambil tersenyum.

 “Hati-hati melihat kebawah sana. Pastikan untuk melakukannya perlahan dan dengan tenang, oke?”

 Akira dengan perlahan dan hati-hati melakukan seperti yang diperintahkan oleh Alpha. Wajahnya langsung berubah menjadi pucat, apa yang dia lihat di sana adalah Monster yang baru saja menyerangnya, mereka berkeliaran seolah-olah mereka sedang mencari sesuatu.

 Panjang monster-monster itu sekitar 2 meter dan mereka tampak seperti anjing. Kalau hanya itu, mereka akan terlihat seperti anjing besar dengan otot yang kuat, tetapi tidak, beberapa monster itu memiliki meriam kecil di punggungnya, beberapa dari mereka memiliki roket, dan beberapa dari mereka memiliki peluncur misil kecil. Semua Monster yang dilengkapi dengan senjata berbahaya itu berkeliaran di luar untuk membasmi setiap penyusup.

 Dia bisa menghasilkan banyak uang jika dapat membunuh monster-monster itu dan membawa beberapa dari mereka pulang. Tetapi Akira tidak memiliki kekuatan atau cara untuk melakukan hal itu. Pemburu muda yang baru saja akan terbunuh oleh monster-monster itu tampak frustrasi ketika dia melihat potensi uang yang bisa didapatkan berada di luar jangkauannya.

“A-apa itu? …?”

Kemudian Alpha memberinya penjelasan detail tentang Monster itu.

 “Mereka adalah weapon dogs, makhluk hidup buatan manusia yang diciptakan untuk melindungi kota. Walaupun meriam dan senjata lainnya tumbuh di tubuh mereka, mereka bukanlah mesin, mereka adalah organisme biologis yang hidup. Aku yakin bahwa itu telah diprogram untuk mengawasi daerah ini. Mereka mungkin berevolusi secara berbeda dari satu dan lainnya, tetapi senjata di belakang mereka akan menjadi lebih kuat saat mereka tumbuh dewasa. Mungkin weapon dog dengan misile pod yang tumbuh  di belakangnya adalah pemimpin kelompok itu.”

 Tidak ada salahnya mendengar informasi itu, tetapi Akira tidak benar-benar bertanya mengenai penjelasan tentang monster-monster itu. Pertanyaan yang dia gumamkan hanyalah bentuk frustrasinya karena nasib buruknya diserang oleh para Monster itu. Tapi kemudian, banyak pertanyaan muncul di dalam dirinya setelah mendengar penjelasan itu.

“Tapi kenapa senjata bisa tumbuh dari makhluk hidup? Bukankah itu anehh?”

 Dan Alpha memberikan jawaban sederhana dari pertanyaan sederhana Akira.

 “Jaringan kehidupan mereka telah menjadi rumah bagi nanomachine di dalamnya. Kemudian nanonachine itu menggunakan bijih logam yang mereka konsumsi untuk menumbuhkan senjata di punggung mereka. Aku cukup yakin bahwa mereka sudah terlalu menyimpang dari desain aslinya. Yah, aku rasa mereka telah berevolusi dari desain asli dengan sendirinya untuk beradaptasi dengan kondisi saat ini.”

Itu adalah informasi sangat penting yang bahkan akan mengejutkan orang-orang yang meneliti tentang Monster ini. Tapi seseorang seperti Akira, seseorang yang tidak mengetahui betapa berharganya informasi itu, yang hanya dapat dia mengerti adalah bahwa ada alasan khusus makhluk hidup itu dapat menumbuhkan senjata di tubuh mereka.

Ekspresi Alpha yang sangat serius ketika tadi dia diserang tetapi setelah itu berakhir, dia berubah tersenyum kembali. Menilai dari hal itu, Akira menjadi tenang ketika dia mengerti bahwa dia berada di tempat yang cukup aman.

1 Response to "Rebuild World Chapter 1 Bahasa Indonesia "

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Tengah Artikel 2

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Bawah Artikel

Makasih telah membaca chapter ini. jangan lupa komen dan share cuk!