Maou Gakuin no Futekigousha Chapter 34 Bahasa Indonesia

Dark Mode

Chapter 34 - Pendekar Pedang Iblis Suci


Hari berikutnya di ruang latihan kelas 2.

Emilia masuk bersamaan dengan bunyi bel yang menandakan dimulainya kelas.

Di belakangnya ada seorang siswa laki-laki berpakaian hitam.

"Selamat pagi semua. Sebelum kita mulai pelajaran, aku akan memperkenalkan siswa pindahan baru. "

Emilia menulis nama di papan tulis.

Ray Grandori.

Siswa berpakaian hitam melangkah maju.

"Senang bertemu dengan kalian semua. Aku Ray Grandori. Sebenarnya, aku seharusnya berada di sini untuk hari pertama tetapi karena keadaan tertentu, aku terlambat. Ada banyak hal yang tidak aku ketahui sehingga aku akan menghargainya jika kalian dapat membantu ku ketika aku kesulitan. Terima kasih."

Dia memiliki suara yang halus dengan mata biru muda, rambut putih dan wajah kepemimpinan yang memberikan kesan dingin.

"....Oi, oi ... dia 7 sisi bintang lho .."

“Bodoh. Itu tentu saja. Dia adalah Ray Grandori, salah satu generasi kekacauan. Pendekar pedang iblis suci. Dia monster yang bisa menggunakan pedang apa pun. Lupakan tentang pedang iblis, dia bahkan bisa menggunakan pedang roh dan pedang suci yang seharusnya tidak bisa digunakan oleh iblis. ”

"Aku dengar dia sudah mendaftar tetapi karena dia tidak datang ke sekolah, kupikir itu hanya rumor."

Salah satu generasi kekacauan ya. Seperti Sasha, dia tampaknya sangat terkenal.

"Ray-kun. Karena kau dapat menggunakan Tentara Raja Iblis <Guys> kau berhak menjadi pemimpin tim. Apa yang ingin kau lakukan?"

"Begitu ya? Apa yang harus aku lakukan? ”Katanya dengan nada menyegarkan.

Dia sepertinya tipe orang yang tak suka berperang.

"Tim memang sudah diputuskan tetapi aku akan menunda pertandingan untuk memberi mu waktu untuk mempersiapkan beberapa anggota untuk tes oposisi tim. Tentu saja, kau dapat begabung dengan tim orang lain kali ini jika kau mau, tetapi lain kali kau akan berpartisipasi sebagai pemimpin tim. Tim yang kau mimpin dengan kemampuanmu itu ..... ”

Rupanya, Emilia benar-benar ingin menjadikan Ray sebagai pemimpin tim karena suatu alasan.

"Aku belum berteman dengan siapa pun jadi aku senang bergabung dengan tim orang lain."

"Eh ... ..?"

Emilia mengangkat suara bingung.

Apakah itu komentar tak terduga dari salah satu generasi kekacauan?

"Aku ... aku mengerti. Kau tidak akan menemukan anggota untuk tim mu segera, sehingga sementara kau bergabung dengan tim orang lain. Aku pikir akan ada sejumlah murid yang ingin bergabung dengan tim Ray-kun ketika kau menjadi pemimpin. ”

"Menjadi pemimpin itu terlalu berat untukku," kata Ray terus terang.

"Bahkan jika kau mengatakan hal seperti itu, aku yakin mereka yang bergabung ke tim mu akan tidak setuju."

Fumu. Emilia tampaknya kekeh untuk menjadi Ray pemimpin tim. Kenapa ya? (TLN : Tau nih emilia :3)

"Baiklah kalau begitu. Karena kau perlu memilih tim, tolong para pemimpin tim untuk berdiri. ”

"Tak apa. Itu tak perlu. "

Emilia menatap Ray dengan rasa ingin tahu.

"Apakah kau sudah tahu nama dan wajah pemimpin tim?"

"Nggak. Nggak semuanya."

Emilia mulai menatap Ray dengan curiga.

"Tapi aku tahu salah satu."

Ray selesai berbicara dan mulai berjalan.

Tatapan ruang kelas tertuju padanya dan suara berbisik mulai bocor.

"... Tim siapa yang dia masuki ya ...?"

"Dia adalah Pendekar pedang iblis suci. Apakah kita memiliki seseorang yang mampu memimpinnya di kelas kita? "

"Mungkin dia mengira Sasha-sama adalah seorang pemimpin?"

"Begitukah. Itu benar. Tidak mungkin kau mengira penyihir kehancuran adalah anggota tim pakaian putih. "

Ray berjalan lurus ke kursi Sasha, berjalan melewati dan berhenti di depan kursiku.

"Yo. Senang bertemu denganmu. Aku Ray Grandori, " kata Ray sambil tersenyum segar, "Siapa namamu? "

"Arnos Voldigod."

"Umu, Arnos-kun, bisakah kau membiarkanku bergabung dengan timmu? Aku cukup pandai menggunakan pedang lho. Aku yakin aku bisa membantu mu. "

Fumu. Ini adalah tawaran yang tak terduga.

"Bagaimana kau tahu kalau aku adalah seorang pemimpin tim?"

Ray segera menjawab.

"Karena sihirmu adalah yang terkuat di kelas ini."

Dia bisa merasakan sihirku dan tetap tidak takut?

Dengan kata lain, dia memiliki kekuatan sihir yang cukup besar.

"Meskipun aku memakai pakaian putih?"

Ray memandangi pakaianku dan ekspresi yang mengatakan bahwa dia baru saja memperhatikan muncul di wajahnya.

"Oh ya. Aku hanya melihat kekuatan sihir mu. "

Ray menertawakan kesalahannya sendiri.

“Meski begitu, Arnos-kun itu hebat. Pakaian putih biasanya tidak bisa menjadi pemimpin. "

"Jika ada aturan, aturan itu bisa dilanggar."

Ray tertawa.

“Seperti yang kupikirkan, aku ingin bergabung dengan timmu. Kau menarik. "

Ray menawarkan jabat tangan. Dia pria yang sangat menyegarkan.

"Ra ... Ray-kun. Kau dapat bergabung dengan tim mana pun tetapi Arnos-kun adalah seseorang yang tidak kompeten …… .. ”

"Tidak kompeten ... ..?"

Ray melihat bet seorang yang tidak kompeten di seragamku.

"Aah, jadi kaulah yang diisukan itu. Orang pertama yang dicap tidak kompeten dalam sejarah seluruh sekolah. "

"Sepertinya begitu."

"Begitukah. Jadi, bahkan dengan sihir kuat mu, kau masih dicap tidak kompeten? Lalu untuk apa tes bakat? "

Emilia tampaknya terkejut dengan pertanyaan sederhana Ray.

"Ra ... Ray-kun. Apakah pernyataan itu kritik terhadap kerajaan? "

"Aah, maaf. Ayo kita berpura-pura tidak mendengarnya. "

"Aku tidak mendengarnya ………."

Aku tidak bisa menahan tawa pada sikap Ray terhadap keluarga bangsawan.

"Kau pria yang sangat menarik."

"Benarkah? Apakah itu tak apa? Aku sering diberi tahu bahwa aku tidak bisa membaca suasana dengan baik. "

"Itu lucu lho."

Ray tersenyum lagi.

"Itu pertama kalinya aku dipuji untuk itu."

Ray berbalik ke arah Emilia.

"Bisakah aku bergabung dengan tim seseorang yang tidak kompeten ini?"

"Ka ... kau diizinkan ... tapi sebagai salah satu generasi kekacauan yang dianggap sebagai reinkarnasi sang pendiri, kau harus membuat penilaian yang lebih cocok mengenai posisimu."

Emilia menekankan pandangannya pada Ray dengan paksa.

"Dimengerti. Itu penilaian yang cocok. "

Ray mengencangkan ekspresinya dan berbalik ke arahku.

"Baiklah, bisakah aku bergabung dengan timmu Arnos-kun?"

Fumu. Apakah dia berpikir selama dia membuat wajah yang sesuai dengan anggota keluarga kerajaan dia akan baik-baik saja?

Dia benar-benar tidak bisa membaca suasana sama sekali.

Emilia tampaknya memiliki terlalu banyak kejutan untuk satu hari ini. Matanya terbuka lebar dan mulutnya ternganga, tapi sepertinya dia tidak memperhatikan sama sekali.

Sebenarnya, ini adalah mahakarya.

"….Apa yang sedang terjadi? Mengapa Pendekar pedang iblis suci mau bergabung dengan tim seseorang yang tidak kompeten secara tiba-tiba? ”

"... .Bahkan jika itu hanya sementara, itu terlalu ..."

"Sekarang, setelah Ray Grandori tiba, kupikir akhirnya, orang yang tidak kompeten dan kesombongannya akan berakhir ..."

Suara-suara kejam dari para siswa bangsawan bocor.

“Sasuga Arnos-sama! Dia menunjukkan dirinya menjadi lebih baik tanpa pertarungan. Keren sekali! ”

"Umu! Pesona Arnos-sama begitu besar bahkan pendekar pedang iblis suci telah jatuh ke dalamnya! "

"Tunggu! Aku memperhatikan sesuatu yang luar biasa! ”

"Apa itu?"

"Jika dia jatuh hati pada pesona Arnos-sama maka bukankah ini cinta pada pandangan pertama !?" (TLN : Yakali gay :3)

"Eeeeh. Lalu itu berarti Ray-kun adalah saingan kita? "

"Ta ... Tapi dia laki-laki lho ........ !!"

"Itu tidak penting karena cinta !!"

Suara-suara dari Serikat Penggemar Arnos yang aneh terdengar.

"Apakah itu tak apa? Sepertinya akan ada beberapa orang yang kecewa. ”

Aku mengisyaratkan tentang rekan-rekan bangsawannya.

Ya, dia sedang memikirkan hal itu sekarang.

"Jika aku boleh jujur, aku bertanya-tanya apa yang akan aku lakukan jika tak ada pemimpin yang baik tetapi bukankah Arnos-kun itu lebih kuat dari ku?" Kata Ray dengan nada suara yang sederhana.

Sepertinya dia tidak peduli bahwa aku tidak kompeten.

Aku tidak tahu apakah itu niatnya yang sebenarnya, tetapi aku juga tidak mendengar kebohongan apa pun.

"Aku paham."

"Kalau begitu tolong biarkan aku bergabung denganmu. Sifat ku itu cocok untuk melayani di bawah kepemimpinan yang berbakat. ”

Kebebasan tidak terikat pada aturan bangsawan ini seperti iblis dari 2000 tahun yang lalu.

“Itulah alasan aku. Apakah itu baik-baik saja? ”

“Fumu. Kalau begitu, aku menolak. ”

“…… Nn?”

Ekspresi Ray menjadi kosong.

“Jika kau hanya ingin mengikuti perintah secara membabi buta, maka bergabunglah dengan tim mana pun di sini. Jika kau ingin menjadi salah satu bawahan ku maka, dengan segala cara, tunjukkan kekuatan yang sesuai. "

"Arnos-kun."

Tiba-tiba sebuah ekspresi yang mencolok mengapung di wajah Ray dan dia berkata dengan nada suara cemas.

"Meskipun aku bilang aku ingin mengikuti perintah, aku tidak begitu senang untuk mengikuti perintah secara membabi buta. Aku memiliki sesuatu yang harus aku lakukan apapun bayarannya. Ya, sebuah misi. Untuk melakukan itu, aku akan menjadi tangan dan kaki mu dan naik ke puncak akademi ini. Aku ingin bergabung ke dalam tim mu dengan bayaran apa pun !! ”

"Apakah begitu? Lalu tunjukkan padaku kekuatanmh. "

Ray kembali tersenyum lagi.

"….Itu aneh. Aku pikir kinerjanya cukup bagus ..... ”

Aku tidak bisa memahami pria ini. Rasanya seperti udara.

“…… Eh? Apakah dia baru saja menolak Pendekar pedang iblis suci !? ”

"Sasuga Arnos-sama! Angkuh! Dia sangat angkuh! "

"Tunggu! Aku perhatikan ini luar biasa! "

"Lalu sekarang apa?"

"... Ray -kun bilang dia ingin memasukkannya ke dalam ……"

"Bagaimana kalau diterima !?"

Serikat Penggemar Arnos melakukan percakapan yang tidak bisa dimengerti.

"Ah, itu benar, Misa. Kau dapat bergabung ke tim Ray. "

"Eh? Errm ... ya. Jika Arnos-sama berkata begitu maka aku mau ....... ” Misa berkata dengan suara bingung.

“Gabungkan kekuatanmu dan lawan aku dalam test. Jika kau melakukannya dengan baik, aku akan membiarkan mu menjadi bawahan ku. "

"... Dimengerti."

Aku memperhatikan Ray.

"Apakah itu tak apa?"

"Seorang pemimpin tidak terlalu cocok untukku ..."

Fumu. Dia mengatakan itu beberapa waktu yang lalu tetapi aku pikir dia bersikap rendah hati tetapi sepertinya tidak.

Menjadi seorang pemimpin sangat penting untuk menjadi seorang kaisar iblis bersama dengan kekuasaan. Dia memiliki kekuatan tetapi tampaknya tidak tertarik pada posisi atau politik.

"Kau sangat menarik. Aku hanya ingin bermain sedikit dengan mu tetapi jika kau tidak termotivasi aku tidak akan memaksamu. "

"Tidak, tidak apa-apa. Aku juga tertarik dengan mu. "

Ray menyatakan pendapatnya dan tersenyum dengan senyum yang menyegarkan.

"Tolong lah bersikap lembut."

"Tidak. Aku akan menghancurkanmu dengan kekuatan penuhku. "

Ekspresi Ray aneh di wajahnya sebelum mengoreksi dirinya sendiri.

"Sebenarnya, aku punya anak perempuan berusia satu tahun yang menunggu kepulanganku."

"Kalau begitu bertarunglah dengan kekuatan penuh mu sehingga kau dapat kembali hidup-hidup padanya. "

Aku menertawakan Ray. Itu pasti bohong. Dia pria yang tidak bertanggung jawab.

"Untuk apa itu?"

"Apa?"

"Tidak, itu tidak masalah. Aku merasa bisa bergaul dengan Arnos-kun dengan sangat baik. ”

“Fumu. Itu aneh. Meskipun ini adalah pertemuan kebetulan, aku sendiri juga berpikiran sama. ”

Meskipun  kata-kata itu aneh sepertinya itu jatuh pada tempatnya di dalam usus ku, aku tahu itu benar.

22 Responses to "Maou Gakuin no Futekigousha Chapter 34 Bahasa Indonesia"

  1. Jangan2 tuh ray itu satria bima x, eh satria yang ada di prolog. Wkwkwkw

    ReplyDelete
  2. Komen dulu baru baca
    Lanjut mamank

    ReplyDelete
  3. Yah pasti itu bawahan arnos yg minta direinkarnasikan.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Min keterangan up nya kok saturday padahal sunday...
    Tapi tetep ty min

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadwal yang lama itu, belum diubah. Sekarang updatenya setiap hari minggu.

      Delete
  6. Jangan lupa matikan adblocknya ya!

    ReplyDelete
  7. asik kesatria yang menguasai semua pedang akhirnya muncul
    go go arnos-can yang masih berumur 1 bulan

    ReplyDelete
  8. Minsaran aja nih, kalau bisa di kasih ilustrasi biar lebih enak bacanya

    ReplyDelete
  9. Wadooh ane telat komen min...
    Semangat bossque~~

    ReplyDelete
  10. Eh itu seriusan si Ray udah punya anak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Garis bawahi kalimat Arnos, "Itu pasti bohong" wkwk

      Delete
  11. Min kalau nambah tools next di bawah biar gampang min, sorry gua orang baru. Makasih Min

    ReplyDelete
  12. Why you like that?!

    Tereretet

    ReplyDelete

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Tengah Artikel 2

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Bawah Artikel

Makasih telah membaca chapter ini. jangan lupa komen dan share cuk!