Koko wa Ore ni Makasete Chapter 46 Bahasa Indonesia
Dark Mode

Chapter 46 - Rumah Baru
Sebagai hadiah karena membunuh Vampire High Lord. Eric memberi ku rumah.
Dari apa yang aku dengar. Itu adalah rumah bekas seorang baron yang meninggal tanpa pewaris.
Tapi rumah ini jauh lebih besar dari yang aku inginkan.
" Baiklah ayo kita lihat ke dalam."
" Umu."
" Kuk." ( Berdengung )
Maka aku masuk ke dalam bersama Luchila, Gerberga, dan serigala, yang akan tinggal bersama ku.
Goran, Serulis, dan Shia juga masuk ke dalam dan melihat mereka dengan penuh minat.
Dilihat dari interiornya, kami akan dapat langsung hidup nyaman di sini.
" Bahkan ada furniturnya."
"Kau bisa menjualnya nanti jika kau tidak suka."
Serulis berkata. Yah, itu tidak terlalu mengejutkan, kata itu datang dari anak sultan.
" Aku dengar keluarga baron itu sudah lama meninggal..... tapi ini masih bagus."
" Eric sudah menyiapkan tempat ini sebelumnya, karena ada saatnya kau akan mulai meminta rumahmu sendiri."
" Apa? Dia melakukannya?"
"Tampaknya. Dia tahu bahwa kau akan mulai mengatakan bahwa kau tidak ingin tinggal bersamaku."
Dan Eric benar sekali.
Goran menatap jauh kematanya sekarang.
" Akan lebih baik jika kau tinggal bersama kami selamanya."
" Aku tidak akan bisa melakukan itu, Goran kau punya keluarga sendiri."
" Tapi aku tidak akan keberatan jika tinggal bersamamu, Tuan Ruck!"
" Umu, uh, terima kasih."
Serulis meyakinkan diriku, tetapi aku tidak bisa menahan perasaan bahwa aku hanya akan mengganggunya.
" Lichila. Kau dapat memilih kamar mana saja yang kau inginkan."
" Terima kasih! Ayo kita pergi, Tuan Gerberga."
" Kuk-kuk!"
Luchila berlari ke lantai dua. Gerberga bersamanya, di sisi lain, Serigala mengampiri ku.
" Kau juga harus memikirkan solusi buang air untuk mu."
" Grrrrr."
" Kau harus pergi sekarang? Tapi kami belum menyiapkannya, jadi kau bisa melakukannya di kebun hanya untuk hari ini."
" Grrr-rooofff."
Serigala pergi dan kemudian berhenti di depan pintu tertentu.
Dan kemudian dia menatapku.
" Ada apa?"
Ketika aku mendekatinya, serigala dengan hati-hati memegang tuasnya dan membuka pintu.
" Woahh, itu luar biasa."
" Grrrooofff."
Serigala yang tampak puas telah membuka pintu ke kamar mandi.
Ketika aku melihat, serigala duduk dikursi toilet.
Karena itu adalah serigala besar dan bukan anjing normal, itu pas dengannya.
Dan kemudian ia segera mulai buang air kecil. Ini adalah bagaimana itu menarik fakta bahwa dia tidak memerlukan pasir untuk buang air.
" Anjing benar-benar terlatih akhir-akhir ini, ya?"
" Tapi itukan serigala?"
" Oh,benar. Serigala benar-benar mengesankan."
" Itu luar biasa."
Goran dan Serulis berpikir bahwa ini adalah sesuatu yang dilakukan semua serigala.
Tentu saja, itu hanya keterampilan yang dimiliki serigala itu. Ketika serigala itu selesai, ia kembali ke sisiku sepertinya tidak ia ingin meninggalkan ku. Untuk saat ini , aku memujinya dan mengelus kepalanya.
" Ah, benar juga. Ruck, ada sesuatu yang harus ku berikan padamu."
" Apa?"
" Ini salah satu hadiah Eric."
Goran memberiku beberapa sepatu sihir.
" Kau kehilangan sepatu lamamu selama 10 tahun bertarung dengan iblis, kan?"
" Benar. Ini sangat membantu."
"Mengenai uangmu, kau sekarang akan dapat mengambilnya kapan pun kau mau dengan kartu petualang."
"Maaf untuk masalah ini."
"Bah, jangan bilang begitu."
Ketika kami berbicara seperti itu, Luchila kembali dari mengecek lantai dua.
"Tuan Ruck, Aku sudah memilih kamarku!"
"Kuk!"
"Oh? Yang mana?"
"Kesini!"
Luchila dengan bersemangat membawaku kekamarnya.
Itu adalah kamar disisi timur lantai dua ruangan tempat sinar matahari akan menerpa lebih dulu.
"Ah, aku bisa mengerti mengapa Tuan Gerberga menginginkan kamar ini."
"Kuk!"
Bagus sekali Gerberga senang.
"Benar. Aku perlu membuat penghalang untuk melindungi Tuan Gerberga."
"Terima kasih!"
"Aku harus menggunakan penghalang diseluruh rumah dan juga disetiap kamar."
"Penghalang diseluruh rumah? Itu luar biasa!"
"Kuk!"
Untuk saat ini, aku membuat penghalang dikamar Luchila dan Gerberga.
Sekarang monster kegelapan tidak akan bisa masuk dengan mudah.
Tentu saja, monster yang lebih kuat tidak seharusnya bisa memasuki ibu kota kerajaan sama sekali.
Namu, vampir arch telah menyusup ke istana, jadi itu jelas tidak sepenuhnya aman. Kami harus tetap berhati- hati.
"Dikatakan demikian, tidak ada yang namanya pertahanan sempurna jadi tetaplah waspada."
"Yup! Kami akan berhati-hati."
"Kuk!"
Serigala itu juga melolong, seolah berkata, ' Serahkan saja padaku.'
Shia melihatnya dan berkata.
"Tuan Ruck. Aku pikir sudah saatnya kau memberi nama pada serigala ini."
Ekor serigala mulai mengibas.
Mungkin ia benar-benar menginginkan nama.
"Aku rasa begitu. Apa nama yang bagus?"
Aku berkata, dan semua orang menjadi sangat serius ketika mereka mulai berpikir.
Serulis :" Hmmm. Oh ya. Bagaimana dengan Choco?"
Goran :" Bagaimana dengan Vanargrand?"
Luchila :" Aku percaya bahwa Fenrirwulf akan menyenangkan."
Perbedaan keseriusan antara Goran, Serulis dan Luchila, Shia adalah sesuatu.
"Yang mana yang kau suka?"
"......Grrrrr......"
Tampaknya tidak ada saran yang sesuai dengan keinginannya.
Untuk sementara, kami mengepung serigala dan berdebat tentang nama barunya.
"Oh, mengapa tidak menyebutnya Grooofff- Grooofff saja?"
"! Grrrr!"
Komentar ceroboh serulis menyebabkan serigala terkejut.
Bahkan aku merasa sangat buruk tentang itu.
"Baiklah, aku yang akan memutuskannya! Namanya adalah Grulf."
"Groofff."
Serigala melolong dan mengiba-ngibaskan ekornya seperti menyukainya.
Aku baru saja menggabungkan 'Grooff- Grooff' milik Serulis dan 'Fenrirwulf' milik shia.
Tapi itu tidak masalah, jika serigala itu menyukainya.
Setelah itu kami menghabiskan sisa hari menjelajahi rumah.
Dan pada akhirnya, kami semua berpesta dan bergadang hingga larut malam.
0 Response to "Koko wa Ore ni Makasete Chapter 46 Bahasa Indonesia"
Post a Comment