Goblin Kingdom Vol 1 Chapter 55 Bahasa Indonesia
Dark Mode

Chapter ini di terjemahkan oleh Koroaintandesu, dan diedit kembali oleh Arisuu, Happy Reading~
Volume 1 Chapter 55: Orang yang dapat diandalkan
Goblin Gaidga mengintai didalam kegelapan dengan penuh waspada menunggu perintah untuk menyerang.
Kewaspadaan mereka dapat dimengerti. Bagaimanapun juga, mereka pikir mereka sudah menang, dan telah menaklukan desa Ganra, tapi mereka salah. Mereka akhirnya berhasil kabur, tapi apa yang menunggu mereka pastilah wajah murka dari pemimpin mereka, Riweka.
"Kita akan membalas mereka, Kita pasti akan membalas mereka."
Saat itu, dibandingkan wajah Riweka, wajah Orc akan terlihat kalah menakutkan. Goblin Gaidga hanya bisa memelas dihadapan wajah menakutkan itu. Sejak dulu kemarahan Riweka tak perlu dipertanyakan lagi.
"Kita akan menunggu waktu yang tepat." Seringainya.
Wajahnya bagaikan seorang iblis kejam yang merencanakan sesutau yang jahat.
Goblin Gaidga hanya bisa menganggukan kepala terhadap itu.
"Seorang Penunggang seharusnya sudah menyuruh mereka menyerah sekarang."
Saat itu sudah tengah malam.
Para Goblin Gaidga berkumpul bersama sambil mengintai Desa ganra yang menyerupai hutan alami.
"Mereka bahkan tidak tau siapa yang menyerang mereka!" Tawa Riweka dengan suara yang dalam.
Goblin Gaidga mengangguk paham tanpa mengucapkan sepatah kata. Mereka taksabar lagi menaklukan desa itu. Ketika desa itu jatuh, hal pertama yang mengikuti ialah pesta besar.
Tentu saja, Goblin musuh yang tersisa akan tercerai berai, jadi mereka tinggal mengejarnya, tapi mereka bisa melakukan itu setelah berpesta.
"Penunggang beast telah mengirimkan pesan." Kata seorang goblin pengintai.
Rebcca mengangguk ketika mendengar laporan itu.
"Kita akan menyerang mereka sesaat mereka keluar desa," kata dia.
Mata Goblin bekerja dengan baik didalam kegelapan. Dan karena itulah pihak musuhpun bisa melihat dari kejauhan.
Ketika Riweka mengangkat tanggannya... Sebuah rapalan sihir terdengar.
"Jantungku berdetak karena angin (Windea)" seseorang mengucapkan itu.
Tiba-tiba saja, udara berhembus kencang, dan empat tornado muncul, menyerang tangan Riweka.
"A- apa!?" Teriak Riweka saat seorang Goblin berucap, "Padahal sudah lama sekali sejak kami mengadakan pesta, namun kau menyerang disaat seperti ini? Dimana sopan santun mu!"
Sementra tubuh Riweka terhempas oleh keempat tornado, seorang goblin kecil berlari melalui gerombolan Goblin Gaidga.
Mereka berlari seperti badai angin, apa yang muncul dihafapan kelompok Gaidga adalah para goblin kecil yang menjaga belakang Desa Ganra.
◇◇◆
"Ikuti Giza-dono!" Perintah Gijii.
Terhadap suaranya, kelompok goblin yang sudah membentuk grup tiga-orang menyerang Kelompok Gaidga.
"Incar kepala mereka! Incar kaki mereka!"
"Dimengerti!"
Si-beast warrior Gigi memanggil si-stealthy Giji. Gigi. Gigi menunggangi Unta dua kepalanya, dan menerang Goblin Gaidga yang dua kali lebih tinggi darinya.
Disaat yang sama, Giji menyembunyikan diri saat dia membuat para Goblin Gaidga murka.
Lalu yang menangani Goblin Gaidga yang terjatuh adalah si-penyihir angin, Gido, dia menangani mereka dengan sihirnya.
Dan yang terakhir, datang untuk menyapu bersih ialah para Goblin normal. Mereka akan menyerang ketika semuanya telah melemah, dan mengincar luka-luka terbuka Goblin Gaidga, menghancurkan mereka melalui titik vitalnya.
"Pemanah! Incar kepala mereka!"
Angin membawa suara Giza, mengawali hujanan panah Goblin Ganra yang menemani penyergapan mereka.
"Prajurit!"
Terhadap suara Ra Gilmi, puluhan anak panah dilepaskan, membuat hujan panah turun menuju Goblin Gaidga.
Meskipun otot-otot para Goblin Gaidga keras dan takbisa ditembus anak panah biasa, titik vital atau luka terbuka mereka masih ada.
Bagaimanapun juga, tak peduli betapa kuatnya seseorang, tempat seperti mata atau didalam mulut tidak bisa dilatih.
Jadi para Goblin Ganra fokus mengincar titik vital itu. Goblin Gaidga berusaha menghentikan mereka, tapi si-wide eye Gijii menghalangi dan mengincar kaki mereka.
Lalu bersama para goblin normal mengikuti, mereka mampu menumpuk puluhan luka-luka kecil diatas luka-luka lain, hingga akhirnya cukup menjatuhkan para goblin itu.
Situasi ini tidak menguntungkan bagi Goblin Gaidga. Dan lebih buruknya lagi, Pemimpin yang seharusnya memimpin kawanan Goblin Gaidga sudah tak berdaya sejak serangan pertama. Aliran pertarungan tidak bisa lagi diubah.
"J- jangan mendekati ku!"
Sementara dia melihat paraGoblinnormal, skill Gizu aktif.
Si-spearman Gizu yang menerima perlindungan ilahi dari Dewa Kegilaan mengaktifkan Skillnya, <<Mad Dog>>.
"GURUuUAAaGUAAa!"
Pukulan Goblin Gaidga berayun, tapi mengejutkannya, Gizu mnghentikan itu.
Lalu dengan sebuah dorongan, dia menghempaskan Goblin Gaidga ke udara.
"M- mustahil!" Kata Goblin Gaidga dengan keras, tidak percaya.
Tapi semenara dia sedng terkejut, Gizu mendenkatinya, dan menyerangnya dengan tombak.
Tombak itu menusuk ke bahunya hingga kedalam tulang, membuat Goblin Gaidga itu tak bisa bertarung.
"L- laro..." Kata seorang Goblin Gaidga.
Sebuah kelompok yang hanya dikendalikan oleh ketakutan (pada pemimpin) akan mudah dibalikan ketika pemimpinnya pergi. Dan segera detelah dia kabur, sisanya akan mengikuti.
Seperti itulah skuad Goblin Gaidga kalah, dan berlari demi nyawa mereka sendiri.
"Tidak usah mengejar mereka!" Perintah Giza saat menghentikan goblin yang hendak mengejar.
"Kita sudah selesai. Periksa yang terluka."
Setelah mereka memulangkan Goblin Gaidga, Giza mengumpulkan Goblin Gaidga yang tak bisa kabur dan bernafas ditempat.
"5 goblin luka ringan... Itu tidak terlalu buruk."
Sesudah dia mengangguk puas, dia bicara pada Goblin Gaidga.
"Dengarkan. Mulai sekarang, kau akan menjawab semua pertanyaanku. Jika tidak..."
Dia mengisyaratkan Gijii dengan matanya, dan Gijii menusuk salah satu Goblin Gaidga di kaki dengan pedang panjangnya.
Goblin Gaidga berteriak, sementara kawan-kawannya hanya bisa memandangnya penuh amarah.
"Apa ada kelompok lain yang akan menyerang desa?"
Diliputi rasa takut, para Goblin Gaidga menggelengkan kepala.
"Apa kau bersekongkok dengan Goblin Paradua?" Tanya Ra Gilmi.
Para Goblin Gaidga termenung sejenak, tapi kemudian, mereka menggeleng.
Namun, Giza tidak puas akan sikap Gilmi.
"Aku harap kau tidak menanyakan pertanyaan yang tidak penting," kata dingin Giza.
"Tidak, itu penting," sanggah Ra Gilmi.
Giza mendecakan lidah, tapi dia tidak mempersoalkan hal itu lebih jauh.
Itu karena Gilmi mencoba bertanya pertanyaan lain.
"Orang yang menentukan apakah pertanyaanitu penting atau tidak adalah kita," kata Giza, kesal sementra gilmi menjawab "tapi.." Mencoba berdebat.
Sementara keduanya mendelik satu sama lain, tiba-tiba Double Head Gigi muncul tepat tengah mereka.
"Bertarug tidak diperbolehkan... Kan?" Kata dia.
"Benar. Bertarung tidak aik. Raa bahkan akrab dengan para manusia," tambah Giji.
Si-beast warrior, Gigi, dan si-stealthy Giji datang ikut campur.
Sudah bukan rahasia lagi kalau keduanya sangat akrab.
"Kita tidak bertarung; kita hanya punya perbedaan pendapat... Dan sekarang aku kepikiran hal itu, memang salahku karena mengintrogasi sendirian."
Setelah secara langsung diberitahu untuk mengikuti perilaku Raja, Giza kehilangan kata-katanya.
Disaat yang sama, dia juga mengerti kalau tak ada alasan baginya untuk bertengkar dengan kawan-kawannya. Dan karena dia diberitahu oleh seniornya---dalam artian berapa lama mereka melayani Raja---dia tidak bisa berkata apapun.
"Tidak, aku juga bicara terlalu banyak. Orang yang bertanggung jawab adalah Giza-dono."
Gilmi membungkukan kepalanya.
Meskipun itu adalah Gilmi, dia masihlah pendatang baru. Jadi melawannya adalah hal yang sangat tidak menghormati Giza.
Selainitu, dia tau betul kalau dia tidak sendirian. Itu karena dia melihat Alihaluha dari Paradua. Saat dia melihatnya, jantungnya berguncang, membuat dia takbisa bergerak.
"Untuk sementara, mari kita bawa mereka ke Raja," saran Giza. Yang mana Gilmi dan Gigi mengangguk setuju.
"Itu yang terbaik," "Benar,"
Secara bergantian mereka mengatakan itu.
Sesudah semuanya setuju, Giza membaws para tahanan bersama mereka.
Giza menunjuk Gilmi untuk memimpin jalan pulang. Sementara mereka berjalan, Giza memandang dari jauh bekas pertempuran dibelakang mereka.
"...Yah, itu bukan kemenangan yang mudah," gumamnya
◇◇◆
Pertempuran di Hutan Twisted Giant Forest dan Gaidga menjadi milik kita.
Kedatangan Penunggang Paradua memang menyakitkan, tapi kedatangan mereka tidak berarti membuat kami kalah.
Dan melebihi itu semua...
"Kau harus beristirahat," kata ku saat aku melihat kepulangan kelompok goblin yang tadi pergi.
Para Gobli Ganra yang bersama mereka tampak sangat bersemangat saat mereka membawa para tahanan itu.
Kemenangan ini seharusnya meredakan ketakutan akan Gaidga.
"Bagaimana, apa negosiasinya gagal?" Tanya Giza, mengejek dengan ujung mulut meringkuk.
"Kelihatannya, mereka kesini cuma untuk mendeklarasikan perang," jawabku.
Jika ada suatu hal seperti senyum iblis, maka senyum itu saat ini sedang terpampang diwajah kami.
Sementara aku sedang berbicara dengan Giza, Gilmi dan lainnya yang membawa para tahanan sedang diperlakukan seperti pahlawan oleh kerumunan Goblin Ganra dengan bersorak sorai.
Sementara aku berbicara dengan giza, kami berdua merasa lega karena semuanya berjalan dengan lancar.
TLN: Riweka belum diketahui gender nya apa, karena petarung goblin betina juga termasuk langka. Jadi mari asumsikan dia adalah jantan.
Nice min, aduh baru sempet baca. Semangat buat apdet selanjutnya.
ReplyDeletesiyap
Delete