Maou Gakuin no Futekigousha Chapter 26 Bahasa Indonesia

Dark Mode

Yo, kami mencoba menerjemahkannya langsung dari raw japan, mungkin ada perbedaan kalimat dari chapter-chapter sebelumnya jadi mohon maaf dan happy reading~

Translator : Kaito.M
Editor : Arisuu
____________________________
Chapter 26 - Kebohongan

Sasha berkata.

"Arnos."

Apakah ini akhirnya.

Aku bangun secara perlahan, aku mengaktifkan mata iblis pada lingkaran sihir yang tergambar di ruangan itu.

Tapi itu belum selesai.

"Hei, kau takkan mengatakan kalau aku tidak tepat waktu, kan?"

"Itu tidak benar. Dengan ini sudah selesai."

Sasha memegang tangannya.

Partikel-partikel sihir yang dipicu oleh cahaya bulan mengalir ke dalam ruangan dan menjadi cahaya yang tak terhitung banyaknya, dan segera mengisi potongan-potongan lingkaran sihir yang hilang.

Apa yang selesai adalah sebuah formasi sihir berukuran besar yang memenuhi ruangan.

Aku segera menggunakan mata iblisku dan menganalisis persamaan sihir.

Diperlukan satu hari penuh bagi seorang pengguna sihir pada zaman ini untuk menafsirkan dengan benar ratusan ribu karakter sihir yang kompleks. Namun, aku dapat melihatnya tanpa kesulitan pada saat aku melihatnya.

Tidak ada masalah dalam penggunaan sihirnya.

Tapi ――

"Ku, Kukuku. Kuhahahaha. Aku mengerti. Jadi begitu ya, Sasha. Sejak awal, kau tidak bermaksud memenangkan pertandingan."

Sasha tersenyum pada kata-kataku.

"Aku berbicara tentang kekuatanku. Aku berharap kalah pada pertandingan ini, tapi aku hanya tidak mau kalah pada takdir."

Tidak ingin kalah pada takdir, ya.

"Seperti yang kau duga, tujuanku adalah membuatmu melakukan sihir yang luar biasa itu."

"Pemikiran yang bagus. Aku harus mengaktifkan sihir ini untuk memenangkan pertandingan, dan jika aku kalah, kau akan diperintahkan untuk mengaktifkan sihir itu."

Sepanjang ada kontrak <Zekt>, aku harus menggunakan lingkaran sihir ini dan tetap menggunakan sihir. Sasha dapat mencapai tujuannya untuk menang atau kalah.

Tentu saja, dengan kekuatanku, aku tidak bisa mengatakan tidak ada jalan lain... Itu rumit juga ya.

"Tidak apa-apa. Aku akan menghormati kebijaksanaan dan keberanianmu dan biarkan aku memilihmu yang menang."

Aku memegang tanganku di lingkaran sihir.

Menyesuaikan panjang gelombang antara Sasha dan sihir, dan mengaktifkan lingkaran sihir.

"Aku baru melihat untuk pertama kalinya, sihir apa ini?"

"Zexis. Sihir yang aku kembangkan."

Teknik sihir Zexis adalah mengubah panjang gelombang kekuatan sihir.

Bukan panjang gelombang di permukaan sihir seperti yang kulakukan sekarang, tetapi itu merubah dari sumbernya ke yang lain.

Itu adalah sihir tingkat kesulitan tinggi dari kelas <Geo Grays>. Meskipun Sasha nyaris tidak menyelesaikannya sampai dia membangun teknik ini, dia tidak memiliki kekuatan untuk menjalankan sihirnya.

Itu sebabnya kau ingin membuatku menggunakan sihirnya.

Target dari Zexis itu adalah Sasha.

"Bersiaplah, akan kuperlihatkan sepenuhnya."

Aku mengaktifkan Zexis.

Partikel biru terbang seperti kunang-kunang, dan tubuh sasha di pusat lingkaran sihir bersinar.

Selanjutnya, cahaya menjadi lebih kuat, dan setelah seluruh ruangan benar-benar menjadi biru, penglihatan kembali menjadi warna aslinya.

"…… Sudah berakhir……?"

"Ya, akulah yang memenangkan pertandingan. Kau tahu kan?"

Sasha mengangguk.

"Aku akan membiarkanmu menggunakan <Likus> untuk menghindari kebohongan."

<Likus> menyampaikan kepada yang mengaktifkannya pemikiran orang-orang yang berada dalam jangakauannya.

Itu tidak bisa dicegah dengan anti-sihir, tapi itu tidak mungkin jika aku yang menjadi lawannya.

"Tidak masalah."

Ketika aku menatap Misha, aku mengangguk bahwa tidak ada masalah.

Aku mengaktifkan <Likus>.

"Misha."

Di tengah ruangan besar, Necron bersaudari saling berhadapan.

Cahaya bulan turun secara fantastis.

"Kau akan menghilang dalam waktu yang singkat."

Misha mengangguk.

"Bagaimana rasanya?"

Seperti biasa, Misha menjawab dengan polos.

"Tidak ada yang menakutkan."

"Begitukah."

Sasha langsung menatap adiknya.

"Kau ingin tahu kebenarannya, kan?"

"…… Ya……"

"Baiklah. Ini adalah yang terakhir. Aku akan menjawabnya."

Sasha segera menarik napas.

Jika kau fokus pada  <Likus>, pikirannya akan ditransmisikan melalui sihir.

――Ini yang terakhir――

―― Kau itu tidak ada sejak awal.

―― Aku hanya akan kembali kepada bentuk aslinya.

―― Keberadaan yang mirip denganku, selalu berada disisiku, tak ada yang hal memalukan tentang itu.

―― Ya, seberapa bagus jadinya jika terlihat seperti itu.

―― Ketika aku masih kecil, aku masih tidak bisa mengendalikan <Mata iblis kehancuran> ...

―― Hanya kau yang berada di sisiku.

―― Hanya kau yang melihat mataku, dan hanya kau yang tertawa bersamaku.

―― Berkat latihanmu, aku bisa menghindari menyakiti siapa pun tanpa melihatnya dengan mataku.

―― Bisa pergi keluar, dan tertawa bersama para iblis yang lain.

―― Tapi, kau tidak ada, kau selalu sendirian, hanya dengan seorang pelayan.

―― 15 tahun, aku sudah hidup cukup bahagia.

―― Karena itu, sudah cukup, itu cudah cukup.

―― Aku akan memberimu sisa hidupku.

―― Kau bilang itu adalah takdir, tapi aku tidak akan mengakuinya.

――Jiwa dan tubuh kita terbagi menjadi dua bagian.

―― Meskipun aku adalah yang asli, aku sudah belajar sihir sepanjang waktu, berpikir bahwa ada cara untuk mengubahnya.

―― <Dino Dixess> yang membedakan diriku darimu, adalah panjang gelombang kekuatan sihir.

―― Karena itu, jika kamu menggunakan <Zexis > untuk membuat sumber sumber sihirku sama denganmu, tidak akan ada yang  tahu mana yang asli.

―― Aku tidak bisa melakukannya dengan kekuatanku sendiri, tapi berkat Arnos aku berhasil tepat waktu.

―― Kemudian  satu sihir yang lain, <Delt> akan membuatmu menjadi nyata.

―― Aku yakin bisa melakukannya.

―― Potongan terakhir untuk menggunakan <Delt> adalah menyadari bahwa dirimu adalah dirimu sendiri.

―― Tolaklah aku, Sasha Necron.

―― Untuk tujuan itu, aku telah menyiapkannya untuk hari ini.

―― Selalu siap untuk dibenci olehmu selamanya ――

―― Tenang saja, aku bisa melakukannya.

―― Meskipun ini adalah yang terakhir――

―― Maaf ya, Misha. Aku tidak memberitahu yang sebenarnya kepadamu.

―― Meskipun aku membayar harga dari <Zekt>, aku akan menghilang.

"Hei, boneka."

―― Hei, Misha.

"Aku selalu, selalu membencimu."

―― Aku selalu, selalu mencintaimu.

Sasha melawan kontrak.

Pada saat itu, aku langsung menghancurkan <Zekt>.

"Karena itu,"

―― Karena itu――

"Selamat tinggal."

―― Selamat tinggal, Misha. Adikku tercinta.

Sasha memeluk adiknya.

Agar tidak disadari, tidak diperhatikan, sambil tertawa.

―― Apa kau tertawa dengan baik?

―― Aku tidak tahu, aku tidak bisa melihat wajahku pada posisi ini.

―― Aku akan mengubahnya. Takdir dimana kau akan mati, aku akan menghancurkannya.

"... <Delt> ..."

―― Baik-baik saja, ya Misha. Bye bye.

Saat Sasha mengucapkan mantra, mereka diliputi oleh cahaya yang menyilaukan.

Cahaya itu perlahan-lahan berkurang, dan bayangan dua orang yang tertutupi oleh cahaya mulai terlihat.

Puluhan detik berlalu dan akhirnya cahaya lenyap sepenuhnya.

Sosok  kedua orang itu sama sekali tidak berubah.

Sasha melihat wajah adiknya dalam keadaan setengah tertegun, dengan ekspresi yang terkejut.

"......... Tidak mungkin..."

―― Aku sudah mempersiapkannya dalam waktu yang lama.

―― Untuk memastikan semuanya lancar, aku telah merencanakannya dengan sempurna sehingga aku tidak membuat kesalahan.

―― Tapi....

Dalam hatinya, sebuah bisikan meluap.

Dia yang merasa putus asa, mengeluarkan suara kecil, menumpahkan kata-katanya.

"......... Kenapa ...?"

Sihir Sasha telah gagal.

Dia hampir menangis.

"Sihir apa?"

Meskipun Misha bertanya, Sasha hanya memasang wajah sedih.

Setelah menatap kakaknya, Misha berkata.

"Sasha tidak bagus dalam berbohong."

Itu memiliki nada yang sederhana, tetapi sangat lembut.

"Aku tidak tahu kenapa aku berbohong".

Matanya penuh niat baik untuk adiknya.

"Tapi aku menyukai Sasha yang kikuk."

Sasha menggigit bibirnya, sambil menahan air matanya.

Namun, itu tidak bisa bertahan, dan menetes di pipinya.

Jika Misha tidak menolaknya, sihir <Delt> tidak akan berlaku.

Rencana yang dibuat Sasha tentu sempurna.

Meski begitu, ada satu kesalahan perhitungan.

Misha mencintai kakaknya lebih dari yang dia pikirkan, dan Sasha sangat mencintai adiknya sehingga tidak mampu bertindak.

Sayangnya, keinginan Sasha untuk membantu Misha telah menyebabkan kegagalan rencana itu.

"... Bodoh..."

Suara yang parau baru saja bergema.

"... Kau, bodoh... Hal seperti itu ... ...... Hal seperti itu, padahal aku sudah melakukan hal yang mengerikan ...!"

Protes Sasha.

"Aku mengatakan sesuatu yang mengerikan ... Aku menyakitimu ... Kenapa ... Kenapa ...?"

Berlutut dengan putus asa, Sasha membenamkan wajahnya di dada adiknya.

"...... Kumohon...... Misha, bencilah aku. Tolaklah aku......"

Saat menumpahkan air mata, Sasha berkata dengan memohon.

"Jika tidak, aku tidak bisa membantumu. Tidak apa jika aku bisa menghilang menggantikanmu."

Misha dengan lembut menaruh tangannya di atas kepala kakaknya dan membelainya dengan lembut.

"Sudah sudah."

Memeluk pundak Sasha, Misha berkata.

"Jangan khawatir. Sejak awal aku memang tidak ada."

"Hal seperti itu, hal seperti itu tidak ada hubungannya! Karena, Misha ada di sini kan! Aku ingin melindungimu! Aku mencintaimu, karena kau adalah adikku yang berharga! Takdir seperti itu, aku akan menghancurkannya!!"

Sasha dengan lembut menempel pada Misha.

"... Kumohon ... Jangan menghilang ... Jangan tinggalkan aku ..."

Misha tersenyum seolah dalam kesulitan.

"Aku tidak akan menghilang. Aku hanya akan menjadi Sasha. Aku akan berada di sisimu selamanya."

Hampir sudah tidak ada waktu.

Hanya tinggal sedikit lagi Misha bisa menjadi Misha.

Dia memiliki wajah yang memuaskan sementara membelai Sasha yang menangis.

"Aku bisa berteman."

Misha berbalik.

"Berkat Arnos."

"Syukurlah."

Dia mengangguk padanya.

"Apakah kau punya permintaan lain?"

Misha menggelengkan kepalanya.

"Tidak ada yang tersisa untuk diingat."

Menghadap lurus, ia menatapku, dan berkata.

"Aku pikir aku tidak bisa membuatnya lebih baik, tetapi dalam hidupku ada dua keajaiban yang terjadi."

"Apa yang kau katakan"

Anehnya, Misha bertanya dengan lirikan.

Aku berkata.

"Keajaiban yang sesungguhnya, dimulai dari sekarang."

Memegang tangannya, aku melepaskan sihir <Guys>.

15 Responses to "Maou Gakuin no Futekigousha Chapter 26 Bahasa Indonesia"

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Tengah Artikel 2

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Bawah Artikel

Makasih telah membaca chapter ini. jangan lupa komen dan share cuk!