Maou Gakuin no Futekigousha Chapter Epilog Vol 2 Bahasa Indonesia

Dark Mode

Epilog ~ Setelah festival ~

Sheila muncul dalam formasi sihir sebelum perlahan membuka matanya dan melihat ke sekeliling.

"…….Ray…….?"

"Ibu!"

Ray menggapai Sheila dan memeluknya erat-erat.

"........ Aku bahagia........ sangat bahagia ............. Ibu ....... kupikir aku tak akan pernah melihatmu lagi ......"

Kata-kata Ray berubah menjadi tangisan ketika Sheila dengan lembut membelai kepalanya.

“……… Ini mimpi? ……… .jika bukan, apakah ini di surga ……?”

"Tentu saja bukan. Ini dunia nyata. Kau melindungi anakmu dengan membuang nyawamu. Itu merupakan hal yang indah untuk dilihat. ”

"Begitu ya."

Sheila terus membelai kepala Ray yang masih menangis.

Dia tampaknya lebih lega karena bisa melindungi putranya daripada hidup.

“........ Tapi, bagaimana penyakit rohnya disembuhkan? Jika originnya melemah atau hilang dia tak dapat disembukan oleh sihir ……… ” Misa bertanya padaku.

“Ini hal yang sederhana. Aku menyebarkan rumor yang membentuk origin Sheila. ”

“Eh ……? Kapan kau melakukan itu Arnos-sama? Kau telah bertarung di final sampai saat ini……… .. ”

“Beberapa menit yang lalu ketika aku berbicara tentang bagaimana aku menang. Itu ditransmisikan ke berbagai tempat di Deiruheido oleh siaran sihir. ”

"Ah……….!"

Misa mengeluarkan suara seperti dia baru saja mengerti.

"Seorang pengrajin ahli sebenarnya yang menempa pedang yang bisa menyaingi pedang iblis dan menggunakan sesuatu yang berbeda dengan sihir ………?"

Aku mengangguk.

"Itu adalah rumor yang menciptakan origin Sheila."

Tampaknya aku mematahkan Initeio dan memenangkan kejuaraan memang sangat bagus.

Sesuatu yang berbeda dari kekuatan sihir tinggal di pedang yang ditempa dengan sepenuh hati pembuatnya. Itu adalah rumor yang sulit dipercaya sehingga tidak mengherankan bahwa jumlah orang yang percaya itu sedikit.

Tapi sekarang berbeda. Origin Sheila yang hendak menghilang dengan cepat dipulihkan sehingga membawanya kembali dengan Kebangkitan <Ingaru>.

“…… .Bagaimana kau tahu hal seperti itu ……?” Misa bertanya padaku dengan suara terkejut.

“Ketika aku bertemu Sheila kemarin, dia sudah cukup pulih untuk berbicara denganku. Aku bertanya-tanya siapa orang yang mengelola rumor dan legenda di rumah sakit Lognoss tidak memegang kendali sebanyak yang kukira, tetapi itu sebenarnya disebabkan oleh apa yang aku katakan di babak pertama. ”

Sesuatu yang berbeda dari sihir yang bersemayam dalam pedang yang telah dibuat oleh seorang pengrajin. Itu adalah hal acak yang aku katakan kepada Kurt pada pertandingan pertama tetapi beberapa orang percaya dan Sheila menjadi sedikit lebih baik.

"Tak perlu dikatakan bahwa itu hampir tidak cukup untuk mencapai kesimpulan. Selanjutnya adalah gelang serap yang akan menyebabkan kematian Sheila jika dihancurkan, namun, tidak dikatakan tentang kematiannya jika pedangku patah atau aku kalah. ”

Mereka perlu menunjukkan kepada penonton bahwa pedangku tak istimewa.

Pasti dari perhitungan Avos Dillheavia bahwa aku akan menyebarkan rumor yang mendukung origin Sheila. Menyembuhkan Sheila akan membuat rencananya hancur.

"Setelah final dimulai, apakah kondisi Sheila membaik?"

"Umu. Meskipun aku memberikan semua kekuatan sihirku melalui Root Conversion <Lilia> itu masih belum cukup, namun, tiba-tiba sihir Sheila mulai pulih sehingga kami bergegas ke sini. ”

Melheys mengatakan bahwa dia telah membawa Sheila untuk dijadikan sanderanya tetapi dia berbohong. Dia tidak ingin aku memperhatikan bahwa dia sudah mulai pulih sendiri.

"Karena aku bertarung secara adil melawan Initeio dengan pedang besi Kongoku, penonton mulai semakin percaya pada rumor itu."

Mungkin karena itu Sheila mampu berubah menjadi bentuk tubuh aslinya. Penampilannya juga sangat mirip dengan pedangku karena sifat sejati roh mewujudkan rumor dan legenda. Bagaimanapun juga, hati mencakup originnya.

Di benak para penonton, mereka memiliki gambaran yang jelas tentang pedang yang ditempa oleh pengrajin ahli bahwa bukan dengan menggunakan sihir tetapi oleh hatinya.

Mereka melihat pedangku sehingga penampilan Sheila menjadi pedangku.

Jika kau melihatnya secara keseluruhan maka tidak sulit untuk menyimpulkan origin Sheila.

“Terima kasih, Arnos-kun. Kau benar-benar orang hebat seperti yang dikatakan Ray. Kupikir aku tak akan pernah bisa melihat anak ini lagi ……. ” Kata Sheila sambil memeluk Ray. "Terima kasih, aku bisa terus melihatnya tumbuh lebih besar lagi ..."

“Tidak perlu berterima kasih padaku. Aku hanya membantu temanku. ”

"Kalau begitu Ray, aku akan pergi duluan."

Ray menjawabku dengan suara berlinangan air mata.

Aku memutuskan untuk pergi lebih dulu sehingga Ray tak perlu khawatir aku melihat sosoknya yang menangis.

"Arnos!"

Ayah, ibu, dan Misha turun dari kursi penonton.

“Sungguh luar biasa !! Kau memang anakku! ”

Ayahku meletakkan tinjunya di dadaku.

"Ayah."

Aku menunjukkan pedang yang ditempa oleh ayahku kepadanya.

"Aku selamat karena ini."

"Jangan pergi mengatakan hal-hal bodoh kepadaku. Aku malu tau ....... ”

Nada suara ayahku cukup bahagia meskipun ada air mata di matanya.

Aku tak berbohong.

Memang, pedang itu tak memiliki sihir dan tak berguna dalam turnamen pedang iblis tetapi masih bisa menyelamatkan Sheila.

Ayahku mungkin tidak bermaksud begitu dan itu mungkin terjadi secara acak tetapi bukan itu intinya.

Di babak pertama, aku bersungguh-sungguh. Ayahku memang membuat pedang ini dengan sepenuh hati dan ini yang menyebabkan Sheila dapat disembuhkan.

Pedang yang ditempa oleh ayahku ini hanya memberiku keberuntungan.

“Sayang, jika kita tidak segera pergi, kita tidak akan mendapatkan kursi yang bagus. Arnos-chan juga punya persiapan yang harus dilakukan. ”

“Aah, benar juga. Lalu Arnos. "

Ayahku mengangkat tangan kanannya sehingga kami melakukan salam perpisahanan.

"Lalu?"

“Terima kasih untuk hari ini Arnos-chan. Sungguh luar biasa !! Meskipun kecil, ini masih turnamen pedang iblis. Apa yang akan terjadi di masa depan? "

Ibuku juga cukup senang.

"Apa kau baik-baik saja? Kau tak terluka kan? ”

Dia sekarang melihat dengan cemas lukaku.

"Aku baik-baik saja."

Tak ada luka serius. Aku dengan cepat menyembuhkan diriku dengan penyembuhan <Ento>.

"Lihat? Aku baik-baik saja sekarang. "

"Aku senang."

Ibuku membungkuk dan berbisik di telingaku.

"Aku akan menyapa ibu Ray-kun nanti."

Fumu. Itu buruk. Jika Sheila tertelan dalam ruangwaktu ibuku, dia akan seperti ditangkap <Azeishis> dan kemungkinan aku menghentikannya pada saat itu akan sangat tipis.

"Kau harus meninggalkannya untuk hari ini."

"Benarkah? Apa itu karena kau belum memberitahunya ……… ..? Begitu ya!! Aku paham!! ”

Ibuku meyakinkan dirinya sendiri akan sesuatu lagi.

"Sampai jumpa lagi."

Orang tuaku bergegas menuju upacara penutupan.

"Kau senang?"

Misha berdiri di sampingku sebelum aku menyadarinya.

"Apa kau melihatnya?"

Misha mengangguk.

Dia melihat jauh ke dalam abyssku dengan mata iblisnya dan langsung ke hatiku.

“Orang tua itu baik. Aku tak memilikinya di kehidupaku sebelumnya. Suatu hari, ketika aku punya anak aku bertanya-tanya apakah aku juga bisa seperti itu? "

"Eeeeh !?"

Aku mendengar suara terkejut dari belakang.

"Kenapa kau terkejut Sasha?"

"Aku tak terkejut tentang apa pun ..."

Fumu. Ada apa dengan alasan menyakitkan itu?

"Apa kau menginginkan anak?"

"Suatu hari nanti akan terjadi."

"Aku ... aku mengerti. Hmph. Suatu hari ya ... "

Tujuh kaisar iblis kuno mewarisi darahku dan memiliki semua keturunan mereka tetapi ketika melihat orang tuaku dan Sheila aku menyadari bahwa sendirian saja tidak cukup bagiku untuk menganggap diriku sebagai orang tua.

"Fufufu."

Misha tertawa.

"Yah, aku tahu itu mungkin mustahil."

Misha menggelengkan kepalanya.

"Arnos pasti akan menjadi ayah yang baik."

"Emang iya?"

"Iyaa."

Tapi aku tak merasa akan melakukannya.

"Gelisah?"

"Tidak. Jika Misha mengatakan itu maka aku akan mempercayainya. ”

Aku melihat ke belakang bahuku pada gadis-gadis yang menunduk dan berpikir.

"Apa yang kau lakukan Sasha? Ayo pergi."

"Aku tahu."

Sasha bergegas menghampiri kami dengan bingung.

"Aku baru ingat. Aku telah memenangkan turnamen. "

“Apa yang sedang terjadi? Bukankah itu jelas dengan kekuatanmu? ”

"Yah, itu dia."

Misha angkat bicara.

"Apakah itu menyenangkan?"

"Sedikit."

Jika melihat ke belakang itu adalah turnamen yang hangat dan hidupku tak pernah dalam bahaya. Aku terlibat dalam pertempuran antara faksi penyatuan dan faksi bangsawan dan semua orang menjadi sangat berisik. Pada dasarnya, hanya hal-hal yang merepotkan yang terjadi.

Rasanya seperti festival dua hari yang kurasa.

Namun, pertarungan pedang dengan Ray cukup berarti.

Sekarang sudah berakhir, aku merasa agak kesepian.

Perasaan apa ini? Ini perasaan yang tidak pernah kualami 2000 tahun lalu ketika hidupku benar-benar dalam bahaya.

"Ini sungguh turnamen yang menyenangkan."

Nyaris tak ada orang di kursi sekarang.

Ketenangan setelah festival.

Aku melihat sekeliling dan kemudian dengan berat hati aku perlahan meninggalkan arena.

TLN: Dengan ini, Volume 2 - Turnamen Pedang Iblis selesai. Volume berikutnya Volume 3 - Akademi Pahlawan

6 Responses to "Maou Gakuin no Futekigousha Chapter Epilog Vol 2 Bahasa Indonesia"

Update Lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Tengah Artikel 2

Novel ini diterjemahkan oleh Arisuni Translation

Iklan Bawah Artikel

Makasih telah membaca chapter ini. jangan lupa komen cuk!